oleh

Kasih Sayang di Keterasingan Tegal Mas

Pantai dan Resort di suatu pulau sudah menjadi sesuatu yang membanggakan bagi kaum millenial jika mereka membicarakan perihal pengalaman liburannya masing-masing. Salah satu tempat wisata yang dibanggakan anak-anak zaman Now terletak di Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung. Namanya Pulau Tegal Mas.

Pulau Tegal Mas menyajikan berbagai resort. Ada yang terbuat dari dinding dan ada juga yang ornamennya klasik serta mengapung. Khusus ornamen klasiknya, dindingnya terbuat dari kayu dan beratap jerami sehingga kesan tradisionalnya mengena.

Suasana laut di sana cukup hening jika bukan di hari libur nasional atau libur panjang. Tegal mas memang berada di pulau terkecil dan terkesan berada dinaungan perbukitan. Air lautnya pun bening hijau toska. Terumbu karangnya cukup indah bagi yang suka snorkeling. Bagi yang suka berendam, lautnya aman lho untuk berenang.

Jenis Flora dan fauna di laut pulau Tegal mas memiliki warna pelangi. Penyelam pun akan bertemu penyu hijau besar. Yang lebih hebat, keindahan bawah lautnya bisa dinikmati pada kedalaman 1 meter saja.

Lampung memang enggak kalah dengan Raja Ampat, kepulauan seribu atau dengan pantai-pantai yang berjajar di Kepulauan Bangka Belitung.

Aku pernah liburan bersama kekasih di pulau Tegal Mas. Kami berjalan bergandengan tangan di atas pasir putihnya yang halus dan luas. Tidak peduli waktu itu ramai orang yang liburan. Kami asyik berjalan sambil membicarakan perihal cinta. Sampai kami menemukan satu gubuk yang sepi dan pemandangannya menghadap tenangnya permukaan air garam serta jejeran pulau-pulau kecil mau pun besar yang berwarna hijau menggugah.

Kata-kata gombal kuucapkan kepadanya sembari menggenggam tangan, mengelus jari-jemarinya dan seraya memeluk pinggulnya. Dia juga menjawab kata-kata cintaku sebagaimana gadis manja yang menyenangkan. Kami seperti ombak dan pantai yang selalu bersentuhan.

Pulau yang untuk ke sananya itu memerlukan waktu kurang lebih 30-45 menit jika ditempuh dari dermaga ketapang, memang memiliki kesan mendalam bagi seseorang yang mencintai gadis manja. Ketika taburan bintang-bintang yang kerlipnya becermin di hijau toskanya air laut Tegal Mas, aku dan kekasihku melanjutkan kisah kasih di suatu tempat yang enggak ngebosenin. Malam itu kami duduk di depan cottage. Di sudut kiri ada orang yang sedang mengobrol dan begitu pun di sudut kanan. Tapi aku dan kekasihku yang berada di tengah orang-orang itu tetap mengumbar kemesraan bahkan nyaris sampai larut malam. Wajahnya malam itu putih merah merona layaknya orang yang mencinta pada pandangan pertama. Ingin sekali menciumnya tapi dia bukan perempuan yang suka hal begituan. Dia akan menyerahkan segalanya saat aku sudah siap dan resmi menjadi kepala keluarga.

Pulau Tegal Mas atau Tegal Mas Island tak pernah kulupa. Ketika matahari menampakkan keremajaan, aku dan kekasihku janjian untuk kembali menikmati kemesraan. Tapi, hal yang tidak kusangka justru terjadi. Dia mengajak dua temannya sehingga aku akan menjadi laki-laki sendiri di antara tiga perempuan. Tentu aku tidak mau dan aku marah dengan kekasihku. Aku merengut dan enggan berbicara apatah lagi tersenyum. Tapi, kekasihku paling bisa meredakan emosiku. Aku yang marah pun menjadi lebih tenang karena bujukkannya yang sungguh lucu. Dia merayuku sembari tertawa hingga kami pun kembali jalan-jalan berduan mengelilingi pulau Tegal Mas.

Bisa dikatakan saat ini aku memang sedang merindu. Rindu berkasih dengan orang tersayang di Pulau Tegal Mas. Aku sempat menjomblo selama 4 tahun. Pacaran lagi hanya dengan kekasihku yang berinisial II. Di sana, dia mengajarkanku tentang berbagai hal. Salah satu yang diajarkan padaku adalah tetap bersemangat untuk selalu menyenangkan perasaan perempuan. Aku juga mendapat pelajaran bahwa ada hal yang berkesan selain menulis puisi atau pun prosa. Hal itu adalah berduaan dan bermesraan dengan kekasih.

Suatu hari nanti, mungkin aku dan dia akan bertemu. Tentu diri ini tak mau menyiakan kesempatan agar kami bisa menikmati keindahan pulau-pulau di Provinsi Lampung yang pas untuk bercinta.

2021