oleh

Puisi untuk Penari yang Jatuh Cinta pada Pandangan Pertama

Seni tari dapat diartikan sebagai gerakkan yang beriringan dengan irama. Tari selalu dilakukan di suatu tempat pada waktu tertentu. Tujuannya untuk mengekspresikan perasaan dan pikiran dari seseorang atau suatu kelompok mau pun penarinya itu sendiri.

Kegiatan tari di Indonesia sudah dimulai sejak zaman primitif atau sebelum kerajaan-kerajaan didirikan. Tujuan kaum purbakala melakukan gerakan-gerakan yang dapat disebut sebagai suatu tarian adalah untuk memanggil hujan atau melakukan ritual sebelum berburu. gerakan-gerakannya pun beragam mengikuti alam.

Seiring waktu, tari-tarian lebih berkembang sebagaimana pertumbuhan dan pikiran manusianya itu sendiri. Tari dalam era mebludaknya ‘kata millenial’ bukan lagi sebagai sarana hiburan. Tapi sebagai suatu perbuatan yang dilakukan guna menyentuh relung anak bangsa agar kehidupannya selaras dengan norma keindahan sebagaimana seni itu sendiri.

Membicarakan tari tentu kurang asyik jika tidak membahas tentang penarinya. Di Provinsi Lampung, ada lho seorang penari muda kece serta elok dipandang. Namanya Ratu Ababiel Nurcahya Mesvilia. Ratu mahasiswa semester 3 FKIP Pendidikan Tari Universitas Lampung pada 31 Oktober 2021.

Kalau membahas hal-hal bernuansa gimana gitu. aduh. Kurang Asyik kalau penulis enggak nimbrung dalam pembahasannya.

Waktu itu saya yang bernama MA sedang meliput latihan menari yang dipimpin Izul Koreografer. Rencananya ingin ada perekaman video tari Hula-Hula asal Hawai yang akan terlaksana di Kolam Renang Destinasi Wisata Boemi Kedaton pada hari Kamis 24 September 2020.

Angin berembus dan kembang serta bunga pun gugur dan ada juga yang melahirkan kenyataan baru. Waktu perekaman video tari Izul Koreografer yang mengusung tarian di pinggir kolam renang pun tiba.

Para penari yang turut dalam pembuatan video klip itu ada lima orang. Namun, karena saya tidak bertindak sebagai wartawan tapi sebagai penulis yang ingin mengeksplore pikiran serta perasaan di Pojok Pantau Lampung maka yang ingin diri ini bahas adalah penari yang bernama Ratu saja.

Selain menari, dia juga pandai Lho memainkan alat musik klasik seperti cetik hingga biola. Tapi hobi bermusik Ratu masih kalah jika dibandingkan rasa senangnya ketika menari.

Oiya, ketika melihat Tarian Ratu — sebagai penonton, saya langsung suka menyaksikan lentik jari-jemarinya dan anggun gerak tubuhnya yang beiringan seirama dengan alunan musik Sway yang dinyanyikan The Pussicats Dolls.

Apalagi ketika dia menggunakan kostum tari khusus hula-hula. Rasanya pengen menghampiri dia kemudian mengobrol banyak tentang berbagai hal.

Saat itu, saya berkesan dia seorang yang ibarat kain maka berwarna putih tanpa noda dan saya berkesan dia itu ibarat ayun kembang maka yang geraknya perlahan laksana tersentuh angin pagi.

Saya sendiri sedang menggarap klip puisi yang material kalimat-kalimat di dalamnya adalah hasil jerih payah dari tangis penyesalan sampai perasaan senang karena menemukan anugerah terindah dalam hidup ini.

Keinginan saya berkaloborasi dengan penari muda yang suka makan buah dan minum jus stroberi itu. Wah kemungkinan akan menarik. Konsepnya bisa dibuat—
dia sendiri yang menerapkan perasaan dan pikiran dalam puisi yang saya buat. Tapi bisa juga konsep dari klip itu kami berada dalam satu frame. Dia menari menggerakkan perasaan seorang perempuan yang jatuh cinta pada pandangan pertama dan saya menjadi seorang laki-laki yang menulis puisi tentang seorang yang sedang mencinta sama seperti yang dia alami. Eits, tapi ini baru konsep ya Minak Muakhi Seuyinni. Kalau betulan ya alhamdulilah juga.

2021