oleh

Iswadi Pratama Pemeran Utama Film “Sekhadam” (The Death Whistle)

BANDARLAMPUNG, PL– Aktor, sutradara, sekaligus penyair Iswadi Pratama dipastikan akan membintangi film “Sekhadam” (The Death whistle) karya Iin Zakaria yang akan diproduksi oleh Movie Lab Komite Film Dewan Kesenian Lampung.

Hal itu diungkapkan Ketua Komite Film Dewan Kesenian Lampung, Dede Safara sekaligus Sutradara dari film tersebut saat wawancaraidi Gedung Dewan Kesenian Lampung, Bandarlampung, Minggu (26/09,2021)

Dede mengatakan, bahwa teman-teman yang terlibat dalam program Movie Lab Komite Film DKL menyambut baik kabar gembira itu. “Bagaimanapun hal tersebut merupakan satu kehormatan bagi kami, sebab Kak Is (sapaan Iswadi Pratama -red) mau menerima pinangan kami. Bahkan, Kak Is secara khusus menyediakan waktunya untuk fokus terlibat dalam garapan kolaborasi para sineas di program Movie Lab ini,” beber Dede.

Lebih lanjut, Dede mengatakan, hal ini tentunya jadi pemantik semangat dan merupakan booster tersendiri bagi para Sineas untuk dapat memproduksi film Sekhadam ini dengan sebaik-baiknya. “Selain melibatkan Kak Iswadi Pratama, para pemeran lain yang hadir membintangi film ini juga berasal dari komunitas film dan blogger yang ada di Lampung. Aditya Panoet dari B-film dan Deddy (@travelbydeddy) juga akan beradu acting dengan Kak Iswadi Pratama, dan nama-nama lainnya,” imbuh Dedi.

Selain para pemain yang berasal dari berbagai komunitas, para crewnya juga dari beberapa komunitas. Beberapa Komunitas tercatat yang bakal mendukung film ini adalah, Klub Nonton Lampung, Komunitas Dongeng Dakocan, B-Film, Sinela, SMK 5, SMK Pesawaran, UIN Lampung, Dharmajaya, Itera, dan lainnya. Sedangkan Produser Eksecutif tentu saja akan digawangi oleh Ketua Umum Dewan Kesenian Lampung Prof. Satria Bangsawan,SE, M. Si . Produser di Lapangan kami mendapuk Bagus S Pribadi (dari DKL) dan Iin Zakaria (wakil Komunitas).

“Saya berharap produksi film ini akan membawa kebaikan bersama bagi para kreatornya, dan akan memberikan stimulus positif bagi keberlangsungan perkembangan perfilman di Lampung,” ujar Dede mengunci perbincangan.

(*)