Puluhan Patung Anjing

Sepanjang jalan yang kami lalui, terlihat hampran pasir pantai dan ombak yang kencang bergulung. Jarak pemandangan itu dekat dari kendaraan kami. Keelokkan Kabupaten Pesbar berada dekat di sisi jalan. Harapanku, tidak ada kejadian gaib yang merusak keindahan liburanku di Pesbar. Sesaat kemudian, kami sampai di sebuah jalan yang masih berpasir. Di awal masuk tertulis “Villa… Lanjutkan membaca Puluhan Patung Anjing

Diterbitkan
Dikategorikan dalam Cerpen

Model Belia Anjani Terjebak Bayaran 200 Juta Alfonso

Oleh Muhammad Alfariezie * Anjani korban Photograper Porno * Alfonso menarik tangan Anjai dan melemparnya hingga jauh dari pintu hotel *Hidup Anjani sarang laba-laba tanpa penghuni Hari-hari berlalu riang. Sinar matahari pagi, siang dan senja bersahabat dengan hewan, tanaman juga orang-orang. Hujan pun, katak mengiung dan bunga padi menghiasi sawah-sawah petani. Tapi, Anjani seperti sawang… Lanjutkan membaca Model Belia Anjani Terjebak Bayaran 200 Juta Alfonso

Diterbitkan
Dikategorikan dalam Cerpen, Prosa

Rumah Sakit Asia

Malam gerimis masih enggan berganti mendung saja. Gontai, kabut menutup buram dinding bangunan yang sudah puluhan tahun tanpa penghuni. Letak bangunan ini tidak jauh dari pusat kota. Namun, menjadi baik jika alamat dirahasiakan agar tak dijadikan kepentingan sepihak. RS Asia adalah singkatan dari Rumah Sakit Asih dan Anak. Sudah sekira 50 tahunan rumah sakit ini… Lanjutkan membaca Rumah Sakit Asia

Diterbitkan
Dikategorikan dalam Cerpen

PUTUS

Cerpen Yuli Nugrahani Pikiran besar sisa semalam muncul saat aku bangun tidur pagi ini. Untuk sekali ini aku membuka tirai kamar lebih lambat dari biasanya. Kasur keras yang masih hangat bekas tidurku semalam menarikku untuk tetap dalam posisi terakhir saat aku membuka mata. Aku tidak ingin memikirkan hal selain gagasan ini. Tapi kata itu dengan… Lanjutkan membaca PUTUS

Pulang

Penyair Agusri Junaidi

Diterbitkan
Dikategorikan dalam Cerpen

Fragmen-Fragmen Kecil

Cerpen Isbedy Stiawan ZS /1/ Enam ekor burung yang merindukan surga setelah membawa batu-batu panas dari neraka ditembak para pemburu yang masuk kota. Dulu, sebelum ajalnya dihabisi mulut senapan, para burung itu telah menghujani batu-batu amat panas kepada paraasukan musuh Tuhan. Orang-orang pendosa itu melepuh tubuhnya, kejang-kejang lalu mati. Para burung, enam ekor itu, kemudian… Lanjutkan membaca Fragmen-Fragmen Kecil

Dua Hitam Putih Mata Lelaki yang Beranjak Dewasa

Cerpen: Muhammad Alfariezie Kuntilanak yang tertawa keras dan yang kakinya berayun-ayun dari atas pohon beringin besar pernah aku mendengar dan melihat. Gunderuwo berbulu hitam tebal yang matanya merah dan hanya diam, pernah menghalangiku untuk keluar dari dalam rumah yang lama tidak memiliki penghuni. Tuyul-tuyul dan pocong yang meneteskan liur di dalam gentong penjualan makanan pun… Lanjutkan membaca Dua Hitam Putih Mata Lelaki yang Beranjak Dewasa

Diterbitkan
Dikategorikan dalam Cerpen