Kritik Kekuasaan dalam Puisi Muhammad Alfariezie, Wali Kota Disebut “Hakim Pembegalan”

PANTAU LAMPUNG- Karya puisi Hakim Pembegalan Buat Wali Kota karya Muhammad Alfariezie merupakan representasi sastra kritik sosial yang memperlihatkan kemarahan publik terhadap kekuasaan politik lokal. Hakim Pembegalan Buat Wali Kota Sudah tidak ada yang bagus dari kebijakannya Tumbalnya ratusan anak yang pagi-malam mengharap MBG Belum lagi di jalan-jalan, ribuan warga menggerutu bagai kepala terserang ratusan… Lanjutkan membaca Kritik Kekuasaan dalam Puisi Muhammad Alfariezie, Wali Kota Disebut “Hakim Pembegalan”

Ketika Sastra Menghantam, Tafsir Keras Puisi Alfariezie

PANTAU LAMPUNG- Puisi “Hantam Goblok yang Kejam” (2025) merupakan karya dari seorang pujangga berbakat Indonesia, penyair generasi baru, sekaligus sastrawan pemikir: Muhammad Alfariezie yang menampilkan wajah satire paling pahit dalam tradisi kritik sastra. Ia tidak hadir sebagai renungan yang lirih atau simbolisme yang halus, melainkan sebagai ledakan kemarahan yang telanjang. Dengan diksi yang kasar, imaji… Lanjutkan membaca Ketika Sastra Menghantam, Tafsir Keras Puisi Alfariezie

Puisi dan Perlawanan: Analisis Karya Muhammad Alfariezie

PANTAU LAMPUNG- Puisi Dengki Elit Politik menegaskan posisi Muhammad Alfariezie sebagai salah satu penyair muda Indonesia yang memiliki keberanian estetik sekaligus ketajaman sosial. Karya ini tidak sekadar bermain pada wilayah imaji, tetapi menjadikan bahasa sebagai alat kritik yang menggugah kesadaran publik. Dengan gaya yang cenderung surealis, Alfariezie mampu mengolah absurditas menjadi medium refleksi atas realitas… Lanjutkan membaca Puisi dan Perlawanan: Analisis Karya Muhammad Alfariezie

“Program Masuk Surga”, Puisi Absurd yang Menyentil Kebijakan Tak Realistis

PANTAU LAMPUNG- Puisi “Program Masuk Surga” karya Muhammad Alfariezie menghadirkan kritik sosial-politik yang tajam melalui permainan absurditas dan ironi. Secara tematik, puisi ini jelas menyoroti jurang antara janji kebijakan yang “tinggi” dengan realitas masyarakat yang justru tak tersentuh manfaatnya. Program Masuk Surga Kebijakan Garuda berisi program- program jauh di atas awan yang musykil kita sentuh… Lanjutkan membaca “Program Masuk Surga”, Puisi Absurd yang Menyentil Kebijakan Tak Realistis

Simbolisme dan Realitas Sosial Berpadu dalam Karya Puitik Baru

PANTAU LAMPUNG- Dunia sastra kembali ramai oleh kemunculan suara muda yang tajam dan berani. Penyair muda berbakat Muhammad Alfariezie mencuri perhatian publik lewat puisinya berjudul Tegar Alat Tukar, sebuah karya reflektif yang memadukan simbolisme kuat dengan kritik sosial yang menggugah kesadaran. Tegar Alat Tukar Anak-anak SMA Siger: tikar pantai, tegar alat tukar Petinggi partai hingga… Lanjutkan membaca Simbolisme dan Realitas Sosial Berpadu dalam Karya Puitik Baru

Kota yang Tajam dan Berkarat: Makna Puisi Kaleng Bir Karya Muhammad Alfariezie

PANTAU LAMPUNG- Sebuah puisi menyebut Bandar Lampung bukan sebagai kota, melainkan kaleng bir bekas orang tidur di pinggir jalan. Metafora itu terdengar kasar, bahkan tak sopan. Namun bagi Muhammad Alfariezie, penyair muda asal Bandar Lampung, ungkapan tersebut bukan sekadar provokasi—melainkan potret jujur tentang kota yang keras, berkarat, dan berpotensi melukai warganya sendiri. Puisi berjudul “Kaleng… Lanjutkan membaca Kota yang Tajam dan Berkarat: Makna Puisi Kaleng Bir Karya Muhammad Alfariezie

Jalan Edeilweis dan Etika Menempuh Ketidakpastian

PANTAU LAMPUNG- Puisi Jalan Edeilweis karya Muhammad Alfariezie menghadirkan refleksi mendalam tentang perjalanan manusia dalam mencari makna, kebenaran, dan pengetahuan. Melalui metafora perjalanan, penyair tidak sekadar mengajak pembaca berpindah dari satu ruang ke ruang lain, tetapi masuk ke wilayah eksistensial dan epistemologis: bagaimana manusia memahami dunia, risiko, serta keterbatasannya sendiri di tengah ketidakpastian hidup. Sejak… Lanjutkan membaca Jalan Edeilweis dan Etika Menempuh Ketidakpastian

Puisi Alfariezie Baca Hukum sebagai Kerja Ideologi Sunyi

PANTAU LAMPUNG- Puisi “Jalan Gelap Undang-Undang” karya Muhammad Alfariezie dapat dibaca sebagai kritik ideologis terhadap cara negara bekerja melalui hukum. Dengan pendekatan pemikiran Louis Althusser, puisi ini menempatkan undang-undang bukan sebagai teks netral, melainkan sebagai aparatus ideologis negara yang membentuk kepatuhan warga secara halus, senyap, dan nyaris tak disadari. Melalui bahasa sederhana dan citra keseharian,… Lanjutkan membaca Puisi Alfariezie Baca Hukum sebagai Kerja Ideologi Sunyi

Dengan Puisi Hikayat Sinar yang Disangkal, Muhammad Alfariezie Hadirkan Liris Kontemplatif yang Mendalam

PANTAU LAMPUNG – Puisi Hikayat Sinar yang Disangkal karya Muhammad Alfariezie menghadirkan lanskap batin yang sangat lirih dan reflektif, menyingkap hubungan manusia dengan alam semesta sekaligus menyorot kesunyian eksistensial yang sering tak terlihat. Dalam puisi ini, dunia langit—bulan dan bintang—menjadi cermin bagi perasaan manusia, menghadirkan keheningan, kesendirian, dan ironi yang mengalir secara halus namun penuh… Lanjutkan membaca Dengan Puisi Hikayat Sinar yang Disangkal, Muhammad Alfariezie Hadirkan Liris Kontemplatif yang Mendalam

Muhammad Alfariezie, Bukti Bandar Lampung Punya Pemikir Puitik dengan Ketajaman Estetik

PANTAU LAMPUNG- Dalam jagat perpuisian Indonesia kontemporer, muncul nama baru yang menjanjikan: Muhammad Alfariezie, penyair muda berbakat asal Bandar Lampung. Salah satu karyanya, puisi berjudul “Dewa Berenang di Awan”, memperlihatkan sikap puitik yang matang, tajam, dan berani. Dengan gaya bahasa yang konfrontatif, Alfariezie menyuguhkan renungan mengenai cinta yang tidak berkutat pada romantisme permukaan, melainkan menembus… Lanjutkan membaca Muhammad Alfariezie, Bukti Bandar Lampung Punya Pemikir Puitik dengan Ketajaman Estetik