• Redaksi
  • Tentang Kami
Senin, Mei 11, 2026
Pantau Lampung
  • Beranda
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Pojok Lampung
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ruwa Jurai
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Pesisir Barat
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Lifestyle
    • Entertainment
    • Hiburan
    • Fashion
  • Network
  • Indeks
  • ePAPER
No Result
View All Result
Pantau Lampung
  • Beranda
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Pojok Lampung
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ruwa Jurai
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Pesisir Barat
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Lifestyle
    • Entertainment
    • Hiburan
    • Fashion
  • Network
  • Indeks
  • ePAPER
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Pantau Lampung
  • Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Opini
  • Pendidikan
  • Hiburan
Home Ruwa Jurai Bandar Lampung

“Program Masuk Surga”, Puisi Absurd yang Menyentil Kebijakan Tak Realistis

MeldaEditorMelda
Mar 27, 2026
A A
“Program Masuk Surga”, Puisi Absurd yang Menyentil Kebijakan Tak Realistis
ADVERTISEMENT

PANTAU LAMPUNG- Puisi “Program Masuk Surga” karya Muhammad Alfariezie menghadirkan kritik sosial-politik yang tajam melalui permainan absurditas dan ironi.

Secara tematik, puisi ini jelas menyoroti jurang antara janji kebijakan yang “tinggi” dengan realitas masyarakat yang justru tak tersentuh manfaatnya.

Program Masuk Surga

BeritaTerkait

Kritik Kekuasaan dalam Puisi Muhammad Alfariezie, Wali Kota Disebut “Hakim Pembegalan”

Ketika Sastra Menghantam, Tafsir Keras Puisi Alfariezie

Kebijakan Garuda berisi program-
program jauh di atas awan yang
musykil kita sentuh

Jangankan seujung kuku, melihat
saja sudah lebih dari masuk surga
maka neraka percaya Garuda
akan memijak tanah halaman kita

ADVERTISEMENT

Hapus! Lebih bagus menusuk tikus
dengan wacana semut dan kita akan
berkoloni di area semangka

Tidak seperti sekarang hanya gerah
meratap hujan

2026

Sejak bait awal, frasa “program-program jauh di atas awan” menjadi metafora yang kuat. “Garuda” di sini bisa dibaca sebagai simbol negara, kekuasaan, atau elite pemerintahan—sesuatu yang megah, tetapi terlampau tinggi untuk dijangkau rakyat.

Selain itu, Garuda merupakan hewan yang sejauh ini hanya menjadi khayalan.

Imaji “awan” mempertegas jarak itu: kebijakan bukan hanya sulit diakses, tapi hampir mustahil disentuh. Bahkan, penyair menyindir bahwa “melihat saja sudah lebih dari masuk surga”—sebuah hiperbola yang menyiratkan betapa tidak realistisnya janji tersebut.

Kontras tajam muncul pada larik “maka neraka percaya Garuda akan memijak tanah halaman kita”. Ini ironi yang cerdas: “neraka” (simbol penderitaan rakyat) justru “percaya” pada sesuatu yang tidak pernah benar-benar hadir.

Ada semacam kritik terhadap kepercayaan publik yang terus dipelihara, meski berulang kali dikhianati.
Masuk ke bagian tengah, puisi ini menjadi semakin absurd dengan diksi seperti “menusuk tikus dengan wacana semut” dan “berkoloni di area semangka”. Ini bukan sekadar permainan bahasa, melainkan bentuk satire.

Tikus sering diasosiasikan dengan masalah besar (korupsi, misalnya), sementara “semut” adalah hal kecil dan remeh—artinya, masalah besar ditangani dengan cara yang tidak relevan.

Sementara “area semangka” memberi kesan utopis sekaligus konyol, seolah solusi yang ditawarkan justru membawa masyarakat ke ruang yang tidak masuk akal.

Penutup puisi “Tidak seperti sekarang hanya gerah meratap hujan” memperlihatkan kondisi stagnan: rakyat tidak hanya menderita, tetapi juga terjebak dalam siklus keluhan tanpa perubahan nyata.

“Gerah” dan “hujan” adalah dua kondisi yang bertolak belakang, namun disatukan—menandakan kekacauan situasi sosial yang tidak logis.

Secara keseluruhan, kekuatan puisi ini terletak pada:
• Gaya bahasa satir dan absurd yang mengingatkan pada tradisi kritik sosial modern
• Metafora simbolik (Garuda, surga, neraka) yang mengandung lapisan makna politik
• Imaji paradoksal yang menggambarkan realitas yang kacau dan tidak sinkron

Namun, justru karena tingkat absurditasnya tinggi, puisi ini menuntut pembaca untuk aktif menafsirkan. Bagi pembaca awam, beberapa bagian mungkin terasa “liar” atau sulit dipahami, tetapi di situlah letak daya gugatnya—ia tidak memberi makna secara langsung, melainkan memancing kesadaran.

Singkatnya, karya ini adalah bentuk protes puitik terhadap utopia kebijakan—janji “surga” yang dijual kepada publik, tetapi tak pernah benar-benar turun ke “tanah halaman” rakyat.***

Source: ALFARIEZIE
Tags: #muhammad alfariezieanalisis puisi indonesiakritik sosial puisimakna puisipuisi modern indonesiapuisi program masuk surgasatire politik
ShareTweetSendShare
Previous Post

Next Post

Pengelolaan APBD Bandar Lampung Jadi Sorotan, APH Diminta Bertindak

Related Posts

Densus 88 Edukasi Siswa SMA di Lampung soal Ancaman Ideologi Radikal
Bandar Lampung

Densus 88 Edukasi Siswa SMA di Lampung soal Ancaman Ideologi Radikal

Mei 11, 2026
Komunitas Kicau dari Berbagai Daerah Padati Piala Kapolres Lampung Selatan
Berita

Komunitas Kicau dari Berbagai Daerah Padati Piala Kapolres Lampung Selatan

Mei 11, 2026
Penanganan Akses Reforma Agraria 2026 Jadi Komitmen BPN Pringsewu Tingkatkan Kemandirian Warga
Berita

Penanganan Akses Reforma Agraria 2026 Jadi Komitmen BPN Pringsewu Tingkatkan Kemandirian Warga

Mei 11, 2026
Sekjen ATR/BPN Ingatkan Risiko Arsip Fisik, Digitalisasi Jadi Solusi Masa Depan
Berita

Sekjen ATR/BPN Ingatkan Risiko Arsip Fisik, Digitalisasi Jadi Solusi Masa Depan

Mei 11, 2026
DPRD Pertanyakan Perwali BOSDA, Pemkot Bandar Lampung Jadi Sorotan
Bandar Lampung

DPRD Pertanyakan Perwali BOSDA, Pemkot Bandar Lampung Jadi Sorotan

Mei 11, 2026
Kritik Kekuasaan dalam Puisi Muhammad Alfariezie, Wali Kota Disebut “Hakim Pembegalan”
Bandar Lampung

Kritik Kekuasaan dalam Puisi Muhammad Alfariezie, Wali Kota Disebut “Hakim Pembegalan”

Mei 11, 2026
Next Post
Pengelolaan APBD Bandar Lampung Jadi Sorotan, APH Diminta Bertindak

Pengelolaan APBD Bandar Lampung Jadi Sorotan, APH Diminta Bertindak

Konflik Manusia dan Gajah, Pemkab Lampung Timur Siapkan Solusi Terpadu

Konflik Manusia dan Gajah, Pemkab Lampung Timur Siapkan Solusi Terpadu

Pemantauan Arus Balik H+4: Penumpang Menurun, Total Kendaraan Tetap Tinggi

Pemantauan Arus Balik H+4: Penumpang Menurun, Total Kendaraan Tetap Tinggi

8 powodów, dla których warto wypróbować 29black Casino już dziś

What May Tower Rush Do To Make You Change?

banner 300250

Berita Terkini

  • Densus 88 Edukasi Siswa SMA di Lampung soal Ancaman Ideologi Radikal
  • Komunitas Kicau dari Berbagai Daerah Padati Piala Kapolres Lampung Selatan
  • Penanganan Akses Reforma Agraria 2026 Jadi Komitmen BPN Pringsewu Tingkatkan Kemandirian Warga
  • Sekjen ATR/BPN Ingatkan Risiko Arsip Fisik, Digitalisasi Jadi Solusi Masa Depan
  • DPRD Pertanyakan Perwali BOSDA, Pemkot Bandar Lampung Jadi Sorotan
Pantau Lampung

Selamat datang di Pantau Lampung, portal berita yang mengabarkan secara cermat dan tepat tentang berbagai peristiwa dan perkembangan terkini di Provinsi Lampung. Kami hadir untuk menjadi sumber informasi terpercaya bagi masyarakat Lampung dan pembaca di seluruh Indonesia.

  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 Pantaulampung.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Pojok Lampung
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ruwa Jurai
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Pesisir Barat
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Lifestyle
    • Entertainment
    • Hiburan
    • Fashion
  • Network
  • Indeks
  • ePAPER

© 2024 Pantaulampung.com - All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In