• Redaksi
  • Tentang Kami
Minggu, Juni 14, 2026
Pantau Lampung
  • Beranda
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Pojok Lampung
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ruwa Jurai
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Pesisir Barat
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Lifestyle
    • Entertainment
    • Hiburan
    • Fashion
  • Network
  • Indeks
  • ePAPER
No Result
View All Result
Pantau Lampung
  • Beranda
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Pojok Lampung
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ruwa Jurai
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Pesisir Barat
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Lifestyle
    • Entertainment
    • Hiburan
    • Fashion
  • Network
  • Indeks
  • ePAPER
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Pantau Lampung
  • Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Opini
  • Pendidikan
  • Hiburan
Home Ruwa Jurai Bandar Lampung

Ketika Sastra Menghantam, Tafsir Keras Puisi Alfariezie

MeldaEditorMelda
Apr 29, 2026
A A
Ketika Sastra Menghantam, Tafsir Keras Puisi Alfariezie
ADVERTISEMENT

PANTAU LAMPUNG- Puisi “Hantam Goblok yang Kejam” (2025) merupakan karya dari seorang pujangga berbakat Indonesia, penyair generasi baru, sekaligus sastrawan pemikir: Muhammad Alfariezie yang menampilkan wajah satire paling pahit dalam tradisi kritik sastra.

Ia tidak hadir sebagai renungan yang lirih atau simbolisme yang halus, melainkan sebagai ledakan kemarahan yang telanjang.

Dengan diksi yang kasar, imaji yang absurd, serta logika yang sengaja dipelintir, puisi ini berdiri kokoh dalam kerangka satire Juvenalian—sebuah bentuk satire yang menolak kompromi dan memilih menghantam langsung objek kritiknya.

BeritaTerkait

Bangsa Religius tapi Sulit Jujur? Kritik Lama Mochtar Lubis Kembali Relevan

Panitia Pesta Babi Klaim Ada Ketakutan ASN terhadap Ruang Diskusi Publik

Hantam Goblok yang Kejam

Hujan banjir di provinsi
ini mungkin karena kadis
dan kepsek mengisap
ganja dan menenggak
vodka sambil bernyanyi
mengiring gubernur dan
wali kota bergumul di
markas hukum

Imbasnya rakyat lapar
menderita karena bujang
gadis enggam mampu
apa-apa kecuali bergitar
dan berdansa sembari
melinting serta giginya
membuka hasrat gila

ADVERTISEMENT

Lantas ke mana ibu dan
bapak berbahagia
kecuali di dalam tanah
setelah tenggelam-
menghantam goblok
yang kejam

2025

Berakar dari tradisi yang diasosiasikan dengan Juvenal, satire Juvenalian dikenal karena nadanya yang keras, sinis, dan penuh kemarahan moral.

Dalam konteks ini, puisi tersebut tidak sekadar menyindir, melainkan menghakimi. Ia menghadirkan dunia yang telah rusak secara etik, di mana kekuasaan tidak lagi menjadi alat kesejahteraan, tetapi berubah menjadi panggung dekadensi.

Sejak bait awal, puisi ini langsung melontarkan serangan terhadap figur-figur otoritas:

“kadis dan kepsek mengisap ganja
dan menenggak vodka…”

Baris ini tidak dimaksudkan sebagai representasi realitas literal, melainkan sebagai hiperbola yang mengandung muatan simbolik.

Pejabat digambarkan tenggelam dalam perilaku hedonistik dan tidak bermoral.

Dalam perspektif satire Juvenalian, penggambaran semacam ini berfungsi sebagai moral denunciation, yakni upaya menelanjangi kebusukan elite secara terang-terangan tanpa ruang pembelaan.

Lebih jauh, puisi ini memperlihatkan distorsi hubungan sebab-akibat melalui pernyataan:

“Hujan banjir di provinsi ini mungkin karena…”

Relasi antara banjir dan perilaku pejabat tentu bersifat absurd secara logika.

Namun justru di situlah kekuatan satirnya bekerja.

Realitas dipelintir untuk menunjukkan bahwa dalam sistem yang korup, bahkan bencana alam pun terasa seperti konsekuensi dari kebobrokan moral.

Ini bukan soal rasionalitas, melainkan soal intensitas kritik: dunia telah sedemikian rusak hingga logika pun kehilangan pijakan.

Tidak hanya elite yang menjadi sasaran, puisi ini juga memotret kondisi rakyat:
“rakyat lapar menderita…
kecuali bergitar dan berdansa…”

Rakyat digambarkan sebagai kelompok yang tidak berdaya, terjebak dalam pelarian dan kehilangan arah.

Dalam kerangka Juvenalian, ini bukan bentuk penyalahkan semata, melainkan refleksi dari kerusakan sosial yang menyeluruh.

Ketika sistem runtuh, bukan hanya penguasa yang rusak, tetapi juga masyarakat yang terjebak di dalamnya.

Puncak puisi ini hadir dalam larik:
“menghantam goblok yang kejam”
Diksi kasar tersebut bukanlah kelemahan estetik, melainkan strategi retoris.

Dalam satire Juvenalian, bahasa yang keras justru menjadi alat untuk mempertegas kemarahan moral.

Kata-kata tersebut berfungsi sebagai vonis, bukan sekadar ekspresi emosional. Ia menutup ruang ironi halus dan menggantinya dengan serangan langsung yang brutal.

Penutup puisi menghadirkan imaji kematian:
“kecuali di dalam tanah setelah tenggelam…”

Di sini, harapan nyaris tidak ditemukan. Tanah menjadi simbol akhir, bukan pemulihan.

Ini sejalan dengan karakter Juvenalian satire yang cenderung pesimistis, bahkan nihilistik.

Dunia yang ditampilkan bukanlah dunia yang bisa diperbaiki dengan mudah, melainkan dunia yang harus dihadapi dalam keterpurukannya.

Dengan demikian, “Hantam Goblok yang Kejam” dapat dibaca sebagai sebuah karya satire yang secara sadar mengedepankan kemarahan sebagai energi utama.

Alfariezie tidak menawarkan solusi, tidak pula menyuguhkan keindahan dalam pengertian konvensional.

Sebaliknya, puisi ini bekerja sebagai alat pembongkar—menguliti realitas sosial hingga ke lapisan paling kasar.

Dalam lanskap sastra kontemporer Indonesia, kehadiran karya dari pujangga berbakat, penyair generasi baru, dan sastrawan pemikir seperti ini menjadi penting.

Ia mengingatkan bahwa sastra tidak selalu harus menenangkan; kadang ia perlu mengganggu, mengguncang, bahkan melukai kesadaran pembacanya.

Dan melalui luka itulah, kritik menemukan daya hidupnya.***

Source: ALFARIEZIE
Tags: #muhammad alfariezieanalisis puisiKritik Sosialpuisi 2025Puisi Indonesiasastra IndonesiaSastra Kontemporersatiresatire Juvenalian
ShareTweetSendShare
Previous Post

Riana Sari Desak Kejati Ungkap Penyertaan Modal Rp10 Miliar PT LEB

Next Post

Milad Perdana TTKKBI, Atraksi Silat dan Debus Warnai Perayaan

Related Posts

Harga BBM Naik Lagi? Anggota Komisi XII DPR Belum Bisa Beri Jaminan kepada Masyarakat
Bandar Lampung

Harga BBM Naik Lagi? Anggota Komisi XII DPR Belum Bisa Beri Jaminan kepada Masyarakat

Jun 14, 2026
Ordal Sebut Vendor Sudah Dikondisikan, Penggunaan Dana BOS SMP Negeri Dipertanyakan
Bandar Lampung

Ordal Sebut Vendor Sudah Dikondisikan, Penggunaan Dana BOS SMP Negeri Dipertanyakan

Jun 13, 2026
Dugaan Skandal WTP Mengemuka, Pejabat Lampung Bisa Terseret?
Bandar Lampung

Dugaan Skandal WTP Mengemuka, Pejabat Lampung Bisa Terseret?

Jun 13, 2026
Jimly Asshiddiqie Tegas: Pejabat Tak Boleh Jadi Pengurus Yayasan, Nama Eka Afriana Disebut
Bandar Lampung

Jimly Asshiddiqie Tegas: Pejabat Tak Boleh Jadi Pengurus Yayasan, Nama Eka Afriana Disebut

Jun 13, 2026
Tembak di Tempat Picu Perdebatan, LPW Desak Pengusutan Dugaan Pelanggaran Prosedur
Bandar Lampung

Tembak di Tempat Picu Perdebatan, LPW Desak Pengusutan Dugaan Pelanggaran Prosedur

Jun 13, 2026
Rp60 Miliar untuk Kejati, Rp49 Juta untuk Stunting? Ini yang Dipersoalkan Publik
Bandar Lampung

Rp60 Miliar untuk Kejati, Rp49 Juta untuk Stunting? Ini yang Dipersoalkan Publik

Jun 13, 2026
Next Post
Milad Perdana TTKKBI, Atraksi Silat dan Debus Warnai Perayaan

Milad Perdana TTKKBI, Atraksi Silat dan Debus Warnai Perayaan

Lansia hingga Disabilitas di Pringsewu Terima Bantuan ATENSI Kemensos RI

Lansia hingga Disabilitas di Pringsewu Terima Bantuan ATENSI Kemensos RI

Privat: Kejati Hentak Sidang PT LEB Kamis Besok, Arinal, Dr. Syamsudin, dan Marindo Kurniawan Akan Dihadirkan

Thio Stefanus Divonis 3 Tahun Terkait Kasus Lahan Kemenag, Kuasa Hukum: Kami Akan Banding

Каким образом функционируют системы рекомендаций контента

Praperadilan Arinal Djunaidi Terancam Gagal, Ini Alasannya

Praperadilan Arinal Djunaidi Terancam Gagal, Ini Alasannya

banner 300250

Berita Terkini

  • Harga BBM Naik Lagi? Anggota Komisi XII DPR Belum Bisa Beri Jaminan kepada Masyarakat
  • Ordal Sebut Vendor Sudah Dikondisikan, Penggunaan Dana BOS SMP Negeri Dipertanyakan
  • Dugaan Skandal WTP Mengemuka, Pejabat Lampung Bisa Terseret?
  • Jimly Asshiddiqie Tegas: Pejabat Tak Boleh Jadi Pengurus Yayasan, Nama Eka Afriana Disebut
  • Tembak di Tempat Picu Perdebatan, LPW Desak Pengusutan Dugaan Pelanggaran Prosedur
Pantau Lampung

Selamat datang di Pantau Lampung, portal berita yang mengabarkan secara cermat dan tepat tentang berbagai peristiwa dan perkembangan terkini di Provinsi Lampung. Kami hadir untuk menjadi sumber informasi terpercaya bagi masyarakat Lampung dan pembaca di seluruh Indonesia.

  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 Pantaulampung.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Pojok Lampung
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ruwa Jurai
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Pesisir Barat
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Lifestyle
    • Entertainment
    • Hiburan
    • Fashion
  • Network
  • Indeks
  • ePAPER

© 2024 Pantaulampung.com - All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In