Bangsa Religius tapi Sulit Jujur? Kritik Lama Mochtar Lubis Kembali Relevan

Oleh: Kiagus Bambang Utoyo PANTAU LAMPUNG- Indonesia mungkin menjadi salah satu negara yang paling rajin berbicara soal moral. Mulai dari ceramah agama, seminar integritas, pidato pejabat, hingga unggahan media sosial, hampir setiap hari masyarakat dijejali nasihat tentang kejujuran, amanah, dan etika. Namun ironinya, semakin sering moral dibicarakan, semakin sulit pula menemukan praktik kejujuran dalam kehidupan… Lanjutkan membaca Bangsa Religius tapi Sulit Jujur? Kritik Lama Mochtar Lubis Kembali Relevan

Panitia Pesta Babi Klaim Ada Ketakutan ASN terhadap Ruang Diskusi Publik

PANTAU LAMPUNG- Agenda diskusi publik dan screening film dokumenter Pesta Babi kembali mengalami perpindahan lokasi menjelang pelaksanaan kegiatan. Setelah sebelumnya dipindahkan dari area Kampus Universitas Malahayati ke Roemah Jus di Jalan Pramuka, kini panitia memastikan kegiatan kembali bergeser ke lokasi baru yang akan diumumkan kemudian. Ketua pelaksana kegiatan, Muhammad Yasir Setiawan, menjelaskan bahwa perpindahan lokasi… Lanjutkan membaca Panitia Pesta Babi Klaim Ada Ketakutan ASN terhadap Ruang Diskusi Publik

Ketika Sastra Menghantam, Tafsir Keras Puisi Alfariezie

PANTAU LAMPUNG- Puisi “Hantam Goblok yang Kejam” (2025) merupakan karya dari seorang pujangga berbakat Indonesia, penyair generasi baru, sekaligus sastrawan pemikir: Muhammad Alfariezie yang menampilkan wajah satire paling pahit dalam tradisi kritik sastra. Ia tidak hadir sebagai renungan yang lirih atau simbolisme yang halus, melainkan sebagai ledakan kemarahan yang telanjang. Dengan diksi yang kasar, imaji… Lanjutkan membaca Ketika Sastra Menghantam, Tafsir Keras Puisi Alfariezie

Puisi dan Perlawanan: Analisis Karya Muhammad Alfariezie

PANTAU LAMPUNG- Puisi Dengki Elit Politik menegaskan posisi Muhammad Alfariezie sebagai salah satu penyair muda Indonesia yang memiliki keberanian estetik sekaligus ketajaman sosial. Karya ini tidak sekadar bermain pada wilayah imaji, tetapi menjadikan bahasa sebagai alat kritik yang menggugah kesadaran publik. Dengan gaya yang cenderung surealis, Alfariezie mampu mengolah absurditas menjadi medium refleksi atas realitas… Lanjutkan membaca Puisi dan Perlawanan: Analisis Karya Muhammad Alfariezie

Jalan Edeilweis dan Etika Menempuh Ketidakpastian

PANTAU LAMPUNG- Puisi Jalan Edeilweis karya Muhammad Alfariezie menghadirkan refleksi mendalam tentang perjalanan manusia dalam mencari makna, kebenaran, dan pengetahuan. Melalui metafora perjalanan, penyair tidak sekadar mengajak pembaca berpindah dari satu ruang ke ruang lain, tetapi masuk ke wilayah eksistensial dan epistemologis: bagaimana manusia memahami dunia, risiko, serta keterbatasannya sendiri di tengah ketidakpastian hidup. Sejak… Lanjutkan membaca Jalan Edeilweis dan Etika Menempuh Ketidakpastian

Penulis Muda Bandar Lampung Siap Rilis Novel Horor “Dusun Keramat Desa Sumber Muncul”, Cari Dukungan Penerbitan

PANTAU LAMPUNG— Dunia sastra Tanah Air kembali digemparkan oleh karya penulis muda berbakat asal Kota Bandar Lampung, Muhammad Alfariezie. Jurnalis sekaligus penyair produktif ini semakin menunjukkan tajinya dengan merilis manuskrip novel horor terbaru berjudul Dusun Keramat Desa Sumber Muncul, yang menghadirkan kisah kelam di balik proyek pemerintah yang gagal dan bertransformasi menjadi wilayah penuh tragedi… Lanjutkan membaca Penulis Muda Bandar Lampung Siap Rilis Novel Horor “Dusun Keramat Desa Sumber Muncul”, Cari Dukungan Penerbitan

Penyair Muda Lampung Bongkar Misteri Dunia Pendidikan Lewat Puisi “Sekolah di Istana Para Dewi”

PANTAU LAMPUNG– Dunia sastra Lampung kembali dikejutkan oleh karya penuh kritik sosial dari penyair muda Muhammad Alfariezie, sosok yang sebelumnya dikenal lewat novel debutnya berjudul Rumah Darah. Kini, melalui puisi terbarunya bertajuk “Sekolah di Istana Para Dewi”, Alfariezie menghadirkan suara keberanian yang menelanjangi paradoks pendidikan di negeri ini: lembaga yang seharusnya mencerdaskan bangsa justru menjadi… Lanjutkan membaca Penyair Muda Lampung Bongkar Misteri Dunia Pendidikan Lewat Puisi “Sekolah di Istana Para Dewi”

Absurd Dan Ironi Dalam Prosa Satir Muhammad Alfariezie: Antara Aki, Komputer, Dan Demokrasi

PANTAU LAMPUNG- Karya “Negeri yang Rusak karena Aki dan Komputer” oleh Muhammad Alfariezie menghadirkan sebuah prosa liris satir yang menggabungkan bahasa sehari-hari dengan imaji absurd untuk menyingkap ironi politik dan birokrasi di Indonesia, khususnya dalam konteks daerah. Prosa ini tidak hanya menghibur, tetapi juga menyampaikan kritik tajam terhadap kerusakan tata kelola pemerintahan dan perilaku rakyat… Lanjutkan membaca Absurd Dan Ironi Dalam Prosa Satir Muhammad Alfariezie: Antara Aki, Komputer, Dan Demokrasi

Sastra Satire Bernuansa Kritik: Membaca “Debu Liar di Mata Wali Kota” Karya Muhammad Alfariezie

PANTAU LAMPUNG- Lampung kembali menghadirkan suara segar dari dunia sastra melalui karya seorang penyair muda, Muhammad Alfariezie. Dengan sentuhan prosa liris yang kuat, ia menulis sebuah puisi naratif berjudul Debu Liar di Mata Wali Kota. Karya ini bukan hanya menampilkan estetika bahasa, tetapi juga menghadirkan kritik sosial yang menyentuh sisi politik, pendidikan, dan nasib kaum… Lanjutkan membaca Sastra Satire Bernuansa Kritik: Membaca “Debu Liar di Mata Wali Kota” Karya Muhammad Alfariezie