Rafin’s Snack, UMKM Binaan BRI yang Sukses Tembus Pasar Ekspor

Features118 Dilihat

Produk keripik kulit ikan, Rafin’s Snack berhasil menembus pasar ekspor hingga ke Malaysia, Mesir dan Turki. Produk mitra binaan BRI, yang jadi penganan favorit Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan ini, bahkan pernah meraih juara 1 BRIncubator Go Global tahun 2020.

 

Bandar Lampung – Awal Maret 2023 lalu, seusai membuka Rapat Kerja Kementerian Perdagangan di salah satu hotel di Bandar Lampung, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan tersenyum sumringah saat melihat Rafin’s Snack yang jadi penganan favoritnya, ikut membuka stand khusus di raker tersebut.

“Rafin’s Snack memang penganan favorit Pak Zulkifli Hasan. Pak Menteri sering memesan Rafins Snack untuk penganan di rumah atau untuk camilan tamu-tamunya,” tutur pemilik Rafin’s Snack, Muhammad Ravie Cahya Ansor.

Ravie dan Rospawati ibunya tak pernah menyangka jika Rafin’s Snack yang mereka rintis sejak tahun 2019 lalu ini, bisa diminati oleh banyak orang hingga berhasil menembus pasar ekspor.

“Awalnya, keripik kulit ikan yang kita buat itu dijual di toko tetangga, sampai kemudian ada konsumen yang memesan dalam jumlah yang banyak dan bisa berkembang seperti sekarang,” kata Ravie mengenang.

Kini pula, Rafin’s Snack sudah memberdayakan 15 pekerja untuk memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat.

Produknya pun tak lagi terbatas hanya pada keripik kulit ikan, tapi juga merambah ke keripik singkong, pisang, kentang hingga keripik ubi ungu. Cita rasa Rafin’s Snack yang khas membuatnya banyak diminati oleh konsumen.

Pengusaha UMKM milenial yang masih berusia 25 tahun asal Kabupaten Pringsewu ini menyebut rata-rata produksi Rafin’s Snack perhari sudah mencapai 5 ribu kemasan. Dan, setiap bulannya pula, Rafins Snack harus memenuhi permintaan ekspor hingga 25 ribu kemasan atau setara dengan 40 feed container.“Sampai hari ini jumlah peminatnya bertambah terus,” ujarnya lagi.

Selain memenuhi pasar ritel dan ekspor, dalam berbagai kesempatan Rafin’s Snack juga memenuhi permintaan khusus untuk menjual produknya diberbagai even,”saat MotoGP di Mandalika, Rafin’s Snack juga menjadi salah satu penganan yang diminati. Demikian juga ketika kita mengikuti pameran produk Indonesia di London dan Paris,” terang Ravie.

bri
Produk Rafin’s Snack ketika mengikuti pameran di Paris. Foto: Dok. Rafin’s Snack

Rafin’s Snack Maju dan Berkembang bersama BRI

Ravie mengakui keberhasilan Rafin’s Snack hingga menembus pasar ekspor ini tak terlepas dari pembinaan yang dilakukan BRI.

“Banyak ilmu dan pemahaman bisnis yang didapat dari pembinaan BRI. Produk Rafin’s Snack juga jadi lebih dikenal luas, peluang pemasaran juga semakin terbuka lebar yang kemudian berdampak pada omzet penjualan yang terus meningkat,” jelas Ravie.

Kemitraan Rafin’s Snack dengan BRI diakui Ravie, berawal dari pemanfaatan pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI.

Dari modal pinjaman itu, Ravie terus merintis usahanya, mulai dari mengembangkan jaringan distribusi sampai melakukan ekspansi pasar hingga ke luar negeri. Di sisi lain, sebagai mitra binaan, BRI juga terus memberikan perhatian dan pendampingan dalam hal proses produksi seperti pelatihan pengepakan dan pemasaran.

“Dari modal KUR BRI itu juga, saya mengembangkan distribusi di Lampung dan diluar Lampung seperti; Jakarta, Medan, Surabaya, Bali dan Bandung,” katanya lagi.

Kegigihan Ravie menjalankan bisnis makanan ringannya ini juga yang sukses menghantarkannya meraih juara pertama dalam BRIncubator Go Global BRI tahun 2020 lalu.

Di Program BRIncubator Go Global itu, Ravie memperoleh pelatihan hingga bimbingan agar produknya lebih siap untuk memasuki rantai pasok pasar nasional dan internasional.

Program inkubasi, pendampingan hingga kanalisasi produk UMKM ini, dirasakan sangat bermanfaat buat Ravie, sehingga sangat mempengaruhi pemahaman bisnisnya yang kemudian sukses menembus pasar ekspor.

Salah satu pendampingan dari BRI yang berdampak pada peningkatan omzet penjualannya adalah mengembangkan distribusi pemasarannya dengan memanfaatkan teknologi digital.

“Hampir sebagian besar penjualan produk Rafin’s Snack  justru berasal dari penjualan secara online, selain di dalam negeri, transaksinya juga berasal dari luar negeri,” paparnya lagi.

Bahkan saat pandemi berlangsung, Rafin’s Snack mampu tetap berkibar dengan memanfaatkan pemasaran melalui media sosial hingga berbagai platform marketplace.

Komitmen BRI untuk Terus Mendukung UMKM

Keberhasilan Rafin’s Snack dalam mengembangkan bisnisnya hingga berhasil menembus pasar ekspor ini menjadi bagian dari komitmen BRI untuk mendukung sektor UMKM agar mampu terus bertumbuh sehingga mampu memberikan kesejahteraan untuk seluruh lapisan masyarakat.

Regional CEO BRI Bandar Lampung, Bernadi Kurniawan menegaskan komitmen BRI untuk memberikan dukungan signifikan melalui pembiayaan, pelatihan dan membuka peluang pasar agar UMKM bisa bersaing di pasar global.

“UMKM adalah pilar penting ekonomi. Dan, BRI akan terus berkomitmen untuk memberikan dukungan kuat untuk keberlangsungan UMKM,” kata Bernadi Kurniawan.

Hal ini terbukti dengan portofolio penyaluran pinjaman UMKM di Lampung dan Bengkulu sampai dengan Juni 2023, sudah mencapai Rp22,8 triliun yang menjangkau sebanyak 530 ribu nasabah.

Selain menyalurkan kredit pembiayaan, BRI juga memberikan pendampingan hingga pelatihan untuk meningkatkan daya saing dan kapabilitas UMKM.

“BRI Wilayah Lampung memberikan dukungan yang kuat terhadap keberlangsungan UMKM. Kami menyediakan program pembiayaan yang mengakomodasi kebutuhan modal kerja, investasi, dan pengembangan usaha bagi UMKM,” ujarnya.

BRI Dorong Digitalisasi UMKM

Sebagai bank yang memiliki ekosistem UMKM terbesar di Indonesia, BRI juga terus mendorong inklusi digital UMKM. Terlebih, UMKM adalah sektor yang memberikan kontribusi sangat besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) hingga 61 persen atau senilai Rp9.580 triliun.

Melalui BRI Research Institute yang bekerjasama dengan Pemerintah Inggris, BRI juga telah melakukan penelitian indeks digitalisasi UMKM di Provinsi Lampung dan Jawa Barat, untuk mengukur sejumlah indikator, mulai dari infrastruktur digital, pengetahuan digital, pemanfaatan layanan digital, kepercayaan terhadap layanan digital hingga kesesuaian antara kebutuhan denga nisi layanan digital.

Melalui penelitian indeks digitalisasi UMKM ini, Direktur Bisnis Mikro BRI Supari menegaskan bahwa BRI akan terus berupaya mengoptimalisasi penguatan digitalisasi terhadap UMKM, mengingat UMKM menjadi sektor yang sangat berperan dalam pertumbuhan ekonomi nasional.

“Hasil penelitian ini menjadi dasar untuk program pemberdayaan komunitas digital bagi UMKM khususnya perempuan pengusaha di segmen ultra mikro dan mikro, sehingga UMKM bisa naik kelas lebih cepat melalui optimalisasi digital,” kata Supari. (Meza Swastika)

BACA JUGA :   Masjid Muswardi Thaher Diresmikan di Lampung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *