oleh

Polres Lamtim Ungkap 27 Kasus Curat dan Satu Perkara Laporan Palsu

LAMPUNG TIMUR, PL– Polres Lampung Timur ungkap kasus C3 yang terjadi selama November 2022.

Dalam konferensi pers di halaman Mapolres setempat pada Selasa, (29/11/22) itu, Kapolres Lampung Timur AKBP Zaky Alkazar Nasution mengatakan, untuk menciptakan kondisi aman dan kondusif maka Polres Lampung Timur dan Polsek jajaran melakukan pengungkapan kasus tindak pidana C3 di wilayah Kabupaten Lampung Timur sebanyak 27 laporan Polisi ditambah 1 kasus keterangan palsu, dengan tersangka yang berhasil diamankan sebanyak 27 orang.

“Dengan rincian pencurian dengan kekerasan sebanyak 4 kasus dengan jumlah tersangka sebanyak 6 orang, pencurian sepeda motor sebanyak 6 kasus dengan jumlah tersangka sebanyak 6 orang, jambret sebanyak 7 kasus dengan jumlah tersangka sebanyak 2 orang, pencurian dengan pemberatan 8 kasus dengan jumlah tersangka sebanyak 9 orang, pencurian biasa 2 kasus dengan tersangka berjumlah 3 orang dan keterangan palsu 1 kasus dengan tersangka berjumlah 1 orang,” ujar Kapolres.

Dari semua kasus tersebut, Polres Lamtim berhasil mengamankan barang bukti berupa 5 unit sepeda motor, 5 HP, 5 kotak HP, 1 helai baju switer, 1 tas warna hitam, 1 tas warna biru, 10 gram kalung emas, 1 gram liontin, 4 kwh, 4 obeng 1 tang, 1 palu, 1 plat kendaraan, 1 pasang sandal, 1 bilah pisau dan 1 surat kendaraan BPKB STNK.

Modus pelaku pencurian dengan kekerasan yakni, pelaku menghadang korban kemudian menodongkan senjata tajam lalu mengambil barang berharga korban dan untuk tempat kejadian perkara, Sukadana 2 kasus, Way Bungur 1 kasus dan Pekalongan 1 kasus.

Kemudian untuk modus pencurian sepeda motor, pelaku mengambil sepeda motor milik korban secara merusak kunci sepeda motor, dan untuk tempat kejadian Way Jepara 2 kasus, Braja Selebah 1 kasus, Sekampung 1 kasus dan Labuhan Maringgai 1 kasus.

Lalu untuk kasus penjambretan, pelaku memepet kendaraan sepeda motor korban kemudian merampas tas yang berisikan barang berharga korban, dan untuk tempat kejadian, Labuhan Ratu 4 kasus, Way Jepara 2 kasus, Bandar Sribhawono 2 kasus dan Pekalongan 1 kasus.

Untuk kasus pencurian dengan pemberatan, pelaku mengambil barang milik korban dengan cara masuk ke rumah atau warung dengan cara mencongkel jendela atau pintu rumah lalu mengambil barang berharga milik korban, dan untuk tempat kejadian, Margatiga 2 kasus, Gunung Pelindung 1 kasus, Purbolinggo 1 kasus, Bandar Sribhawono 1, Batanghari Nuban 1 kasus, Way Bungur 1 kasus dan Way Jepara 1 kasus.

Sementara kasus pencurian biasa, pelaku mengambil buah kelapa dan cabai yang berada di peladangan milik korban, dan tempat kejadiannya Labuhan Maringgai 1 kasus dan Bandar Sribhawono 1 kasus.

Terakhir kasus keterangan palsu, pelaku melapor ke Polsek Purbolinggo telah terjadi pencurian dengan kekerasan yang menimpa dirinya dengan kerugian sebesar Rp 47.000.000, namun setelah dilakukan penyelidikan ternyata peristiwa pencurian dengan kekerasan tersebut tidak pernah terjadi, itu hanya alasan pelaku karena sedang terlilit hutang.

(Asir)