oleh

Cerminan Semangat dan Filosofi Eka Tjipta Widjaja melalui Sinar Mas Agribusiness and Food Indonesia

Sinar Mas Agribusiness and Food Indonesia adalah salah satu pilar bisnis Sinar Mas yang menjadi cermin dari semangat dan filosofi yang berhasil ditanamkan Eka Tjipta Widjaja sehingga menjadi salah satu dari tujuh pilar besar yang dipersembahkan Sinar Mas untuk Indonesia.

 

Eka Tjipta Widjaja memang sudah tiada, tapi semangat dan filosofinya terus hadir di seluruh pilar bisnis yang ia bangun hingga Sinar Mas tetap berkibar sebagai sebuah entitas bisnis raksasa yang membanggakan yang tak pernah lupa dari mana berasal.

Dan, 100 tahun Eka Tjipta Widjaja menjadi momentum Sinar Mas group untuk terus melangkah ke depan menjadi semakin maju dengan tetap mengedepankan nilai-nilai luhur yang selalu ditanamkan Eka Tjipta Widjaja.

Dari sebuah usaha kecil, kini Sinar Mas telah tumbuh menjadi sebuah perusahaan raksasa dengan mempekerjakan kurang lebih 400 ribu karyawan di seluruh Indonesia. Tujuh pilar usahanya tersebar di berbagai industri yang dekat dengan kehidupan masyarakat sebagai wujud Sinar Mas dan Keberagaman.

Sosok Pantang Menyerah itu Bernama Eka Tjipta Widjaja

 

 

Kesuksesan berbagai pilar bisnis Sinar Mas Group saat ini memang tak terlepas dari tangan dingin sang pendiri. Sejak kecil hingga menjadi pengusaha level dunia, Eka Tjipta Widjaja dikenal sebagai sosok yang pantang untuk menyerah.

Karenanya, Eka Tjipta Widjaja menjadi teladan oleh banyak orang, sejumlah tokoh nasional seperti Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno bahkan menyebut Eka Tjipta Widjaja sebagai mentornya dalam dunia bisnis.

Sandiaga Uno mengaku amat kehilangan ketika Eka Tjipta Widjaja meninggal,”saya sering mendapat nasihat bisnis dari Pak Eka Tjipta Widjaja. Dia sudah saya anggap sebagai mentor saya dalam dunia bisnis dan saya benar-benar merasakan kehilangan,” kata Sandiaga Uno.

Banyak pula pengusaha maupun tokoh nasional yang menyebut Eka Tjipta Widjaja sebagai sosok berjasa dalam kemajuan perekonomian nasional. Mantan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono bahkan menyebut Eka Tjipta Widjaja berperan besar dalam pembangunan perekonomian di Indonesia. Ia teruji dalam berbagai zaman yang pernah dilaluinya, dan terbukti Sinar Mas berhasil berkembang maju.

Hal ini pulalah yang kemudian membuat Eka Tjipta Widjaja amat identik dengan figur pantang menyerah dan selalu mengedepankan integritas serta kejujuran dalam semua hal.

Ketua Himpunan Kawasan Industri (HKI) yang juga Ketua Bidang Properti dan Kawasan Ekonomi Apindo, Sanny Iskandar menyebut sosok Eka Tjipta Widjaja adalah inspirasi bagi banyak pengusaha di Indonesia.

Sebagai seorang legenda di dunia bisnis, sikap dan sifat Eka Tjipta Widjaja tak pernah berubah, pun kepada generasi penerus bangsa.”Saya dan pengusaha lainnya sering mendapat nasihat dari Pak Eka Tjipta Widjaja bahwa dalam dunia usaha harus mengedepankan kejujuran, integritas serta selalu mengutamakan kemakmuran bagi bagsa dan negara sebagai prioritas utamanya,” terang Sanny Iskandar yang amat merasakan kehilangan ketika Eka Tjipta Widjaja mangkat.

Semangat Pantang Menyerah yang Tertanam sejak Dini

Semangat pantang menyerah dan tak pernah patah semangat menjadi prinsip utama Eka Tjipta Widjaja. Masa kecil sang inspirator ini sudah dipenuhi dengan perjuangan. Diusianya yang masih terbilang anak-anak, Eka Tjipta Widjaja sudah harus banting tulang untuk membantu menopang perekonomian keluarganya.

Terlahir dari keluarga yang hidup dalam keterbatasan ekonomi. Pada tahun 1938, Eka Tjipta Widjaja harus mengikuti sang ayah merantau dari Tiongkok ke Makassar tujuannya adalah untuk mengubah hidup keluarga.

Di usia sembilan tahun, Eka kecil mengarungi lautan luas selama tujuh hari tujuh malam bersama ibunya menyusul ayahnya yang sudah lebih dulu berada di Makassar.

Dalam perjalanan itu,  Eka Tjipta Widjaja bahkan harus tidur di bawah kelas dek karena tak punya uang.”Untuk berangkat ke Indonesia saja, kami terpaksa berhutang 150 dollar ke rentenir,” kenang Eka Tjipta Widjaja.

Di Makassar pun, Eka Tjipta Widjaja dan keluarganya terpaksa tinggal di rumah kecil yang terbuat dari bambu dan beratap rumbia. Ia juga harus membantu ayahnya menjalankan usaha toko kecil untuk menyambung hidup.

Ketika itulah jiwa bisnis Eka Tjipta Widjaja mulai terlihat dan terasah. Ia menggunakan strategi ‘jemput bola’ dengan menawarkan dagangannya secara langsung dari rumah ke rumah. Dengan sepeda, ia berkeliling Kota Makassar untuk menjajakan biskuit hingga permen.

Gigih, tekun dan tak pernah menyerah pada keadaan berhasil membuat Eka Tjipta Widjaja menyisihkan tabungan yang ia kumpulkan dari hasil berjualan untuk memperbaiki rumah orangtuanya.

Dari tabungan itu pula, Eka kecil bisa membeli becak untuk membawa dagangan yang lebih banyak lagi.

Pantang Menyerah Meski Usahanya Mengalami Pasang Surut

Sukses menjajakan dagangan dari rumah ke rumah, Eka yang mulai beranjak remaja membuka toko kelontong pada tahun 1949. Usaha yang bergerak dibidang grosir kelontong ini menjadi bisnisnya pertama kali.

Banyak pula usaha yang telah dijalani Eka Tjipta Widjaja. Ia bahkan pernah menjadi kontraktor kuburan hingga menjadi pedagang hasil bumi seperti tepung, kopra namun sempat mengalami jatuh bangun.

Tapi, dari situlah awal kesuksesan Eka Tjipta Widjaja yang tak pernah menyerah. Ia kemudian membangun CV. Sinar Mas di Surabaya sebagai cikal bakal gurita bisnisnya yang kemudian diikuti dengan pembangunan pabrik minyak goreng dan pabrik kertas.

Disini, tergambar jelas semangat pantang menyerah dari sosok Eka Tjipta Widjaja. Ia menjadikan kegagalan sebagai pengalaman untuk melangkah lebih maju. Ia bahkan tak mengenal kata patah semangat dalam hidupnya.

“Kesulitan apapun yang dihadapi, asal punya keinginan untuk berjuang, pasti semua kesulitan bisa diatasi.”

Kepak Sayap Bisnis Sinar Mas

Berawal dari semangat untuk tak pernah menyerah pada keadaan dan menjadikan hambatan sebagai tantangan membuat Eka Tjipta Widjaja berhasil mengembangkan Sinar Mas hingga besar seperti saat ini sebagai sebuah aset nasional kebanggaan bangsa.

Meski tak selalu menemui jalan yang mulus, namun dengan semangat pantang menyerah serta membangun pemahaman bersama tentang konsep Sinar Mas untuk Indonesia seutuhnya, Sinar Mas berhasil melewati berbagai masa dengan optimisme besar sebagaimana ciri sang pendiri.

Berkat kerja keras dan kerja cerdas Eka Tjipta Widjaja, geliat Sinar Mas dimulai pada tahun 1968 ketika ia mendirikan pabrik penyulingan minyak nabati dan kopra pertama di Sulawesi Utara dengan nama Bitung Manado Oil Limited.

Sebenarnya, di tahun 1962, Eka Tjipta Widjaja juga membangun PT. Maskapai Perkebunan Sumcama Padang Halaban yang menjadi cikal bakal Sinar Mas Agribusiness and Food melalui PT. Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (PT. Smart Tbk) yang menjadi salah satu pilar bisnis di bidang agribisnis dan pangan.

Sejak itu, ekspansi bisnis mulai dilakukan Eka Tjipta Widjaja. Melalui Sinar Mas, ia mengakuisisi pabrik soda kimia Tjiwi Kimia di tahun 1972 yang kemudian ia ubah menjadi pabrik kertas Sinar Mas.

Di tahun yang sama, kepak sayap Sinar Mas ia kembangkan dengan membangun pilar bisnis baru melalui PT. Duta Pertiwi Tbk sebagai perusahaan yang bergerak di bidang pengembang properti dan real estate.

Sepuluh tahun kemudian tepatnya tahun 1982, Sinar Mas merambah bisnis layanan keuangan melalui PT. Internas Artha Leasing yang saat itu menjadi sebuah perusahaan keuangan yang sudah terintegrasi.

Di tahun ini pula, Eka Tjipta Widjaja melakukan berbagai langkah visioner dengan mengakuisisi Bank Internasional Indonesia. Aset BII yang semula hanya Rp. 13 miliar, oleh Eka Tjipta Widjaja berhasil dikembangkan hingga asetnya menjadi Rp. 9,2 triliun!.

Kemudian, ia membeli perusahaan pulp dan kertas PT. Indah Kiat yang kini mampu memproduksi hingga 700 pulp dan 650 ribu kertas pertahunnya.

Kemudian di tahun 1986, Eka Tjipta Widjaja juga membangun Sinar Mas Forestry yang menjadi perusahaan pengelola hutan tanaman industri.

Selanjutnya, di tahun 1996, Sinar Mas kembali mendirikan PT. Dian Swastatika Sentosa yang bergerak dibidang energi untuk menyediakan pasokan listrik di wilayah pedalaman.

Ketika krisis ekonomi tengah terjadi di Indonesia tahun 1998, Sinar Mas justru mulai beroperasi secara komersial di berbagai bidang seperti; penyediaan energi, perdagangan dan infrastruktur telekomunikasi.

Hal ini menjadi bukti bahwa Eka Tjipta Widjaja mampu menjaga seluruh lini bisnis Sinar Mas agar tak hanya mampu bertahan dalam berbagai situasi ekonomi tapi juga mampu melangkah maju meski di tengah krisis.

Pilar bisnis Sinar Mas kembali dibangun pada tahun 2006 dengan merambah sektor telekomunikasi dengan mendirikan PT. Smart Telecom sebagai operator telekomunikasi yang lebih dikenal dengan nama Smartfren.

Semakin lama, pilar-pilar bisnis Sinar Mas kian mengepakkan sayap eksistensinya melalui berbagai ekspansi seperti Sinar Mas Land dan Eka Hospital.

Dan pada tahun 2014, Sinar Mas mulai menjajaki pilar bisnisnya di sektor digital melalui Sinar Mas Digital Venture untuk menyesuaikan perkembangan teknologi yang sedemikian pesat.

Selain itu, ada pula sejumlah perusahaan-perusahaan berkelas yang berhasil dibangun dan dikembangkan sang tokoh, seperti; PT Bumi Serpong Damai Tbk. (BSDE), PT Puridelta Lestari Tbk. (DMAS), PT Sinarmas Multiartha Tbk. (SMMA), PT Smart Tbk. (SMART), PT Indah Kiat Pulp & Paper (INKP), PT Golden Energy Mines Tbk. (GEMS), dan PT Bank Sinarmas Tbk. (BSIM)

Hingga di tahun 2020, Sinar Mas kian mengepakkan sayapnya tinggi di angkasa melalui tujuh pilar bisnis yang meliputi; pulp dan kertas, agribisnis dan pangan, layanan keuangan, pengembang properti dan real estate, energi dan infrastruktur, telekomunikasi, layanan kesehatan.

Kesemua pilar ini dikelola secara independen dan profesional sebagai perusahaan berskala internasional namun tetap berpijak pada kesamaan nilai dan histori dari sang pendiri Eka Tjipta Widjaja sehingga menjadi sebuah konglomerasi bisnis sebagai penunjang perekonomian bangsa yang dinamis.

Bisnis Berkembang, Beramal Jalan Terus

 

 

Di balik insting bisnisnya yang mumpuni, Eka Tjipta Widjaja tak pernah lupa darimana ia berasal dan bagaimana ia bisa hidup yang kemudian menjalankan bisnisnya selaras dengan berbagai aktivitas sosial dan kemanusiaan seperti membentuk Yayasan Dharma Eka Tjipta, lembaga pendidikan Sinar Mas World Academy. Eka Tjipta Widjaja tak ingin generasi Indonesia seperti dirinya yang hanya bisa tamat sekolah dasar.

Selain itu, ada pula Eka Tjipta Foundation sebuah yayasan filantropi terbesar yang fokus pada pengembangan pendidikan, sosial dan keberpihakan terhadap usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) hingga pada lingkungan. Karena, Eka Tjipta Widjaja ingin membaktikan kiprah Sinar Mas untuk Indonesia.

Di bidang keagamaan dan harmoni kerukunan beragama,  Eka Tjipta Widjaja juga mendirikan Yayasan Sinar Muslim Sinar Mas yang menjadi wujud dari toleransi beragama khususnya di lingkungan karyawan Sinar Mas yang terdiri dari berbagai latar belakang keyakinan yang diwujudkan melalui visi Sinar Mas dan Keberagaman dengan terus berbagi dan beramal kepada yang lebih membutuhkan.

Bahkan, ketika sang inspirator meninggal dunia, mantan Managing Director Sinar Mas, Gandi Sulistiyanto menghimbau kepada seluruh masyarakat yang berduka untuk tidak mengirimkan karangan bunga tapi mengalihkannya untuk donasi kepada korban bencana di Lombok, Palu dan Banten yang lebih layak menerima bantuan.

“Karena sebaiknya semua ucapan atau tali kasih nantinya akan disumbangkan kepada saudara-saudara kita yang terkena bencana. Ini jauh lebih bermanfaat dan sesuai dengan jiwa sosial Pak Eka,”kata Gandi Sulistiyanto yang kini menjadi Duta Besar Korea Selatan.

Hal ini sesuai dengan nilai-nilai kebajikan yang terus ditanamkan Eka Tjipta Widjaja, bahwa hidup memang harus hemat tapi urusan beramal haruslah sebesar-besarnya.

 “Hidup harus hemat, tapi beramallah sebesar-besarnya.”

Sinar Mas Agribusiness and Food Cermin Enam Landasan Nilai Eka Tjipta Widjaja

 

 

Seperti diketahui, Sinar Mas Agribusiness and Food (Inclusive Close Loop atau GAP (Good Agriculture Practices)) menjadi salah satu pilar bisnis Sinar Mas di bidang agribisnis dan pangan yang keberadaannya bahkan sudah mengiringi kiprah bisnis Eka Tjipta Widjaja dalam skala besar untuk pertama kalinya.

Awalnya, Sinar Mas Agribusiness and Food dirintis oleh Eka Tjipta Widjaja melalui perusahaan yang masih bernama PT. Maskapai Perkebunan Sumcama Padang Halaban pada tahun 1962.

Sinar Mas Agribusiness and Food menjadi merek dagang dari perusahaan Golden Agri-Resources yang memiliki anak perusahaan yakni; PT. Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (PT. Smart Tbk).

Sinar Mas Agribusiness and Food menjadi salah satu pilar bisnis Sinar Mas yang memberikan kiprah besar dalam ketersediaan bahan pokok khususnya minyak goreng, margarin dan lemak nabati yang berkualitas.

Board Member Sinar Mas Franky Oesman Widjaja yang juga putra sang inspirator, mengisahkan bagaimana sosok Eka Tjipta Widjaja berhasil melakukan inovasi dengan mengurangi susut kopra hingga menjadi 3%, sementara kopra milik pedagang lainnya hanya bisa di 8%.

Di saat banyak pedagang kopra lebih memilih bersantai, Eka Tjipta Widjaja justru tekun menemani kuli angkutnya dan gigih mencari peluang tanpa pantang menyerah dan terlena pada keadaan.

Franky Widjaja juga mengisahkan bagaimana ketika di masa-masa sulit Eka Tjipta Widjaja tanpa patah semangat menempuh berbagai rintangan yang ia hadapi.“Bahkan, ada cerita saat musim hujan dan jalanan becek dan banjir, bukan Pak Eka yang menaiki sepeda, tetapi sepeda yang menaiki Pak Eka,” kenang Franky.

“Kami senantiasa bersyukur kepada pendiri Sinar Mas, ayah kami tercinta Bapak Eka Tjipta Widjaja, yang telah menanamkan landasan yang kuat dan filosofi kehidupan sebagai navigator bagi seluruh keluarga besar Sinar Mas untuk dapat terus berkarya dan berkontribusi. Beliau tidak bosan-bosan mengingatkan kita semua untuk selalu menjaga integritas, beberapa pun sulitnya kondisi kita jangan pernah meninggalkan. Kepercayaan dan nama baik adalah modal terpenting bahkan melebihi nyawanya,” terang Franky.

Melalui enam landasan nilai yang ditanamkan Eka Tjipta Widjaja, mencakup; integritas, sikap positif, inovatif, dan komitmen, perbaikan berkelanjutan dan loyal menjadi fondasi sekaligus navigasi bagi Sinar Mas untuk berkontribusi dan berkarya sebagai bagian dari bangsa melalui sektor perekonomian sebagai wujud dari Sinar Mas untuk Indonesia.

“Kesulitan apapun yang dihadapi, asal punya keinginan untuk berjuang, pasti semua kesulitan bisa diatasi.”

Sekilas Tentang Sinar Mas Agribusiness and Food

 

 

Sinar Mas Agribusiness and Food adalah merek usaha dari Golden Agri-Resources (GAR), induk perusahaan PT. Smart Tbk, yang dikenal sebagai salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit terbesar di dunia.

Aktivitas Sinar Mas Agribusiness and Food memang tergambarkan melalui PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (PT. Smart Tbk) yang menjadi perusahaan agribisnis raksasa dengan kegiatan usaha dari tahapan benih hingga produk akhir di etalase (seed-to-shelf) terdepan di dunia.

Bersama petani, PT. Smart Tbk membudidayakan kelapa sawit dan menghasilkan bahan pangan serta bahan bakar untuk kebutuhan saat ini dan di masa depan, dengan keberlanjutan sebagai inti kegiatannya.

Kegiatan operasional berskala besar dan terintegrasi secara vertikal menjamin efisiensi, kualitas, dan keberlanjutan di keseluruhan rantai pasok.

Perkebunan kelapa sawit PT. Smart Tbk mencakup sekitar 137.100 hektar (termasuk plasma) dengan mengoperasikan 16 pabrik kelapa sawit, 4 pabrik pengolahan inti sawit dan 4 pabrik rafinasi di Indonesia.

Aktivitas utamanya terdiri dari penanaman dan pemanenan pohon kelapa sawit, pengolahan tandan buah segar (TBS) menjadi minyak sawit (CPO) dan inti sawit (PK), hingga memprosesnya menjadi produk industri dan konsumen seperti minyak goreng, margarin, shortening, biodiesel dan oleokimia, serta perdagangan produk berbasis kelapa sawit ke seluruh dunia.

Berkat fokus dan investasi di bidang penelitian dan pengembangan, perusahaan ini menempati garda depan di bidang agronomi dan teknologi. Di bisnis hilir, fasilitas pemrosesannya mampu memproduksi produk berkualitas tinggi untuk memasok pasar internasional atas agronomi, bahan pangan, oleokimia dan bio-energi.

Selain minyak curah dan minyak industri, produk turunan Smart juga dipasarkan dengan berbagai merek, seperti Filma dan Kunci Mas. Saat ini, merek-merek tersebut diakui kualitasnya dan memiliki pangsa pasar yang signifikan di segmennya masing-masing di Indonesia.

Berkomitmen untuk Pertumbuhan Berkelanjutan

 

 

Dalam kegiatannya, perusahaan ini terus berinovasi dan dipandu oleh keberlanjutan, untuk memastikan agar perusahaan tetap menjadi pemimpin dalam produksi minyak kelapa sawit berkelanjutan dunia, dan selalu menjadi mitra untuk seluruh masyarakat Indonesia.

Kebijakan Sosial dan Lingkungan GAR (KSLG) merupakan panduan yang diterapkan untuk mencapai dua sasaran kembar, yaitu meraih pertumbuhan berkelanjutan sekaligus menjadi yang terdepan dalam industri minyak kelapa sawit berkelanjutan.

Komitmen untuk pertumbuhan berkelanjutan ini terlihat dari upaya Sinar Mas untuk terus menanamkan keberlanjutan di semua lini operasi, dan memberdayakan masyarakat serta komunitas.

Dengan mengadopsi perbaikan kebijakan keberlanjutan ini untuk membantu mencapai tujuan melalui seluruh rantai pasok. Selain itu, berkomitmen penuh untuk menaati Prinsip dan Kriteria Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) untuk produksi minyak sawit berkelanjutan.

Sebagai perusahaan agribisnis bertanggung jawab, kunci utama dari pendekatan terhadap keberlanjutan adalah Kebijakan Sosial dan Lingkungan GAR atau dikenal dengan KSLG. Diluncurkan pada 2015 oleh Golden-Agri Resources (GAR), KSLG menggabungkan dan memperbarui kebijakan terkait Konservasi Hutan, Keterlibatan Sosial dan Komunitas, dan Peningkatan Hasil.

Keberlanjutan selalu menjadi semangat yang mengiringi operasional dan telah dijalankan selama lebih dari dua puluh tahun sejak menjadi perusahaan kelapa sawit pertama di Indonesia yang menerapkan Kebijakan Tanpa Bakar pada 1997.

Perkebunan kelapa sawit dengan luas sekitar 138 ribu hektar di Indonesia adalah rumah bagi banyak komunitas dan keanekaragaman hayati. Upaya dalam memastikan penerapan praktik keberlanjutan yang adil, melestarikan hutan, melindungi satwa liar, dan menerapkan kemamputelusuran dalam rantai pasok di mana kami beroperasi merupakan prioritas utamanya.

Dengan didukung oleh tim yang beranggotakan lebih dari 300 karyawan di Jakarta dan di lapangan, KSLG mewujudkan keyakinan bahwa kemajuan sosial dan pelestarian lingkungan dapat dan harus berjalan beriringan. Memenuhi komitmen KSLG telah menempatkan perusahaan ini sebagai pemimpin pasar di industri kelapa sawit yang diproduksi secara berkelanjutan.

KSLG menjadi pedoman yang menuntun langkah seluruh lini dalam mengelola dengan baik permintaan minyak kelapa sawit yang terus meningkat. Rincian upaya keberlanjutan itu terlihat dengan berbagai upaya-upaya serius yang mengarah pada kelestarian lingkungan.

Pada bulan Februari 2011, PT. Smart Tbk menerbitkan Kebijakan Konservasi Hutan (KKH), yang merupakan komitmen kami untuk memutus hubungan produksi minyak sawit dengan deforestasi.

Kemudian, pada November 2011, perusahaan memberlakukan Kebijakan Sosial dan Keberperanan Komunitas (KSKK) untuk memandu dan mengarahkan pengambilan keputusan yang terkait dengan masyarakat.

Kebijakan tersebut menyangkut Persetujuan Atas Dasar Informasi Awal Tanpa Paksaan (Padiatapa) dari masyarakat adat dan komunitas lokal, penanganan keluhan, penyelesaian konflik, dan penghormatan hak asasi manusia (HAM).

Di awal tahun 2012, perusahaan ini juga menetapkan Kebijakan Peningkatan Produktivitas yang bertujuan untuk meningkatkan hasil produksi, sehingga mengurangi dampak terhadap lingkungan.

Kemudian, pada Juni 2012 juga menerapkan Kebijakan Perlindungan Satwa Liar yang Langka dan Terancam Punah.

Pada bulan Maret 2013, mengumumkan pelaksanaan proyek percontohan konservasi hutan dengan Stok Karbon Tinggi (SKT) di Kalimantan Barat, Indonesia. Dalam proyek ini melibatkan pemangku kepentingan dari masyarakat, pemerintah Indonesia, organisasi masyarakat sipil, dan kalangan industri.

Tujuannya adalah untuk membangun kerangka kerja untuk menyukseskan konservasi hutan SKT untuk industri minyak sawit secara keseluruhan.

 

 

Acuan Pengelolaan Lingkungan dan Keberperanan Sosial Berstandar Tinggi

Dalam hal acuan pengelolaan lingkungan dan keberperanan sosial, Golden Agri-Resources (GAR) selalu mengedepankan keberlanjutan sebagai wujud keberpihakan terhadap kelangsungan lingkungan hidup sekaligus menghormati dan mengakui hak-hak adat dari masyarakat adat, lokal, dan komunitas yang bermukim di hutan yang sudah ada sejak dahulu pada tanah adat dan tanah ulayat mereka.

Pengelolaan Lingkungan

Dalam pengelolaan lingkungan, Golden Agri-Resources amat mengedepankan delapan prinsip seperti berikut;

  1. Tidak membangun di hutan dengan Stok Karbon Tinggi dan melakukan konservasi di hutan Stok Karbon Tinggi
  2. Tidak membangun di area ber-Nilai Konservasi Tinggi dan melakukan konservasi di area Nilai Konservasi Tinggi
  3. Tidak membangun di lahan gambut dan melakukan konservasi serta pengelolaan di lahan gambut berapa pun kedalamannya
  4. Tidak melakukan pembakaran untuk membuka lahan baru, penanaman kembali, atau pengembangan lainnya
  5. Peningkatan produktivitas secara berkelanjutan untuk mengurangi tekanan pengembangan lahan baru tanpa intensifikasi pemakaian pestisida dan pupuk kimia
  6. Melaporkan dan mengurangi emisi gas rumah kaca
  7. Meningkatkan pengelolaan Limbah
  8. Meningkatkan penghematan energi

Keberperanan Sosial dan Komunitas

Sedangkan dalam upaya keberperanan sosial dan komunitas, Golden Agri-Resources senantiasa mengedepankan hak-hak masyarakat dengan mengacu Persetujuan Atas Dasar Informasi Awal Tanpa Paksaan (Padiatapa), melalui implementasi secara langsung dengan tetap menghormati hak Padiatapa masyarakat adat dan komunitas lokal serta pembangunan ekonomi, sosial dan komunitas yang positif.

Selain itu, dalam bentuk tanggung jawab sosial, kiprah Sinar Mas Agribusiness and Food menyentuh hampir seluruh sendi-sendi kehidupan baik di bidang ekonomi, pemberdayaan UMKM, sosial, kemasyarakatan, keagamaan pendidikan dan infrastruktur yang bisa dirasakan langsung untuk kesejahteraan masyarakat dalam upaya membangun nilai luhur Eka Tjipta Widjaja.

Melalui yayasan filantropi Eka Tjipta Foundation dan Yayasan Muslim Sinar Mas, yang menjadi ‘rumah besar’ bagi kiprah sosial Sinar Mas Group, filosofi dan nilai luhur warisan Eka Tjipta Widjaja terus dilestarikan oleh generasi penerusnya secara konsisten melalui Sinar Mas dan Keberagaman sebagai bagian dari kerangka besar semangat nasionalisme, Sinar Mas untuk Indonesia.

“Kebahagiaan karena melakukan sesuatu untuk masyarakat merupakan kepuasan yang tidak ada tandingannya”

100 Tahun Eka Tjipta Widjaja yang Begitu Menginspirasi

 

 

Eka Tjipta Widjaja berpulang pada 26 Januari 2019 dalam usia 98 tahun. Namun, semangat dan filosofinya terus hidup sampai hari ini dan nanti.

Ia menjadi inspirasi banyak orang. Kiprahnya terhadap pembangunan sektor perekonomian nasional di Indonesia diakui telah membawa banyak perubahan ke arah kemajuan bagi Indonesia secara umum di mata dunia.

Kegigihan dan semangat pantang menyerahnya menjadi motivasi bagi 400 ribu karyawan Sinar Mas Group untuk optimis menatap masa depan.

Di lingkungan karyawan, Eka Tjipta Widjaja dikenal sebagai pribadi yang sederhana dan amat mengayomi karyawannya. Ia bisa amat tegas terhadap karyawannya, tapi bisa juga menjadi orang tua yang lembut.

Kisah tentang Bu Eli yang menjadi sekretaris Eka Tjipta Widjaja selama 60 tahun adalah salah satu contohnya. Meski sudah berusia lanjut, Bu Eli tetap dipekerjakan dan tidak boleh dipensiunkan atas permintaan Eka Tjipta Widjaja langsung. Hal ini merupakan bentuk penghargaan Eka Tjipta Widjaja terhadap loyalitas karyawan yang ikut berjuang bersama di masa sulit.

100 tahun Eka Tjipta Widjaja seolah membangkitkan kembali memori siapapun tentang sosok dermawan yang rendah hati yang nama dan kebaikannya terus diingat dan dikenang sebagai tokoh perekonomian yang telah memberikan begitu banyak kontribusi perekonomian bagi bangsa Indonesia.

Terima kasih Pak Eka…