oleh

Bandar Lampung Menuju Kota yang Ramah untuk Anak dan Penyandang Disabilitas

Bandar Lampung – Suara riang anak-anak yang bermain di Taman Kalpataru itu langsung terdengar bahkan hingga ke pintu masuk taman yang ada di Jalan Teuku Cik Di Tiro, Kelurahan Beringin Raya, Kemiling itu.

Semakin masuk ke dalam taman, terlihat sejumlah anak yang tengah menikmati berbagai wahana permainan yang ada di taman ini. Beberapa anak lainnya juga terlihat tengah serius berlatih karate, sementara sejumlah orang tua terlihat santai menikmati suasana Taman Kalpataru di sore hari yang terasa sejuk diantara rimbunnya pepohonan hijau yang tumbuh subur di Taman Kalpataru.

Suasana Taman Kalpataru. foto: ist

Taman seluas 8.000 meter persegi ini menjadi alternatif tempat rekreasi tak hanya bagi warga yang tinggal di seputaran Kecamatan Kemiling saja tapi juga warga yang berasal dari daerah lain di Bandar Lampung, seperti Rajabasa maupun warga Tanjungkarang Barat.

Taman ini memenuhi sejumlah syarat baik sebagai sarana olahraga, maupun lokasi rekreasi keluarga yang representatif, terlebih lagi siapapun bisa mengakses taman ini dan menikmati berbagai fasilitas penunjangnya secara gratis.

Bahkan Taman Kalpataru ini juga telah ditetapkan sebagai Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) tingkat nasional oleh Tim Audit Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak sejak tahun 2019 lalu dengan perolehan skor tertinggi tingkat nasional.

Oleh karenanya, Walikota Bandar Lampung, Eva Dwiana terus berupaya meningkatkan sarana rekreasi maupun ruang terbuka hijau yang ada di Bandar Lampung salah satunya adalah Taman Kalpataru ini.

Walikota Bandar Lampung, Eva Dwiana sedang berbincang dengan Kepala Dinas PU Kota Bandar Lampung terkait perkembangan kota. foto: ist

Hal ini sesuai dengan program pembangunan yang telah ia lakukan setahun belakangan ini khususnya dalam hal pemenuhan kota ramah anak yang ideal bagi masyarakat Bandar Lampung khususnya dalam ketersediaan area bermain yang ramah untuk anak-anak.

Terlebih lagi, Kota Bandar Lampung kembali meraih predikat bergengsi sebagai Kota Layak Anak untuk kategori Madya, penghargaan ini juga yang terus dikejar untuk lebih ditingkatkan oleh Eva Dwiana selaku Walikota Bandar Lampung mengingat penghargaan untuk kategori ini tak semua kota bisa memperolehnya.

Karenanya, Eva Dwiana juga akan berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait mulai dari pihak swasta hingga seluruh komponen masyarakat untuk membangun kesadaran akan pentingnya hak anak serta membangun fasilitas-fasilitas publik yang lebih ramah untuk anak-anak sejak dari proses desain pembuatan hingga membuat aturan khusus tentang pentingnya pemenuhan kebutuhan hak anak di Kota Bandar Lampung.

Satgas Kota Layak Anak dan Duta Anak

Upaya membangun kota layak anak ini juga dilakukan Walikota Eva Dwiana dengan mengintensifkan kinerja Satgas Kota Layak Anak yang akan menjadi ujung tombak sekaligus kepanjangan tangan dari Pemerintah Kota Bandar Lampung dalam memprioritaskan anak dalam berbagai program di setiap organisasi perangkat daerah (OPD) hingga perangkat di tingkat paling bawah, agar tujuan membangun Kota Bandar Lampung sebagai kota ramah anak benar-benar bisa optimal.

Tak hanya itu saja, Eva Dwiana juga membuat terobosan baru dalam hal sosialisasi kota ramah anak dengan membuat program khusus yakni; Program Duta Anak yang akan menjadi pelopor sekaligus contoh bagi masyarakat dalam hal ini keluarga untuk meningkatkan kepedulian terhadap permasalahan anak.

 “Bunda akan mengadakan kegiatan Duta Anak supaya nanti mereka bisa mengimbau kepada masyarakat, terutama keluarganya sendiri tentang pentingnya protokol kesehatan bagi masyarakat,” kata Walikota Bandar Lampung, Eva Dwiana beberapa waktu yang lalu.

Eva Dwiana yakin, program terobosan Duta Anak ini akan berhasil mencapai tujuan dan cita-cita bersama untuk mewujudkan Kota Bandar Lampung yang lebih humanis dan ramah terhadap anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.

Meski demikian, ia menilai program yang ia gencarkan ini tak akan pernah berhasil jika tidak didukung oleh seluruh lapisan masyarakat Bandar Lampung khususnya peran orang tua.

 “Karena orang tua adalah kunci utama untuk anak-anaknya. Anak-anak itu butuh pendampingan dari orang tua. Jadi kita berharap dukungan orang tua agar program yang kita jalankan ini bisa maksimal,” harap Walikota Bandar Lampung yang kerap dipanggil dengan Bunda Eva ini lagi.

Puskesmas Ramah Anak (Pusra)

Walikota Bandar Lampung, Eva Dwiana melihat langsung seorang anak yang diduga dibuang oleh orang tuanya. foto: ist

Tak hanya pengembangan ruang terbuka hijau, Walikota Bandar Lampung juga terus memaksimalkan fungsi layanan kesehatan yang ada di Kota Bandar Lampung melalui program Puskesmas Ramah Anak (Pusra) yang tersebar di 24 puskesmas yang ada di Kota Bandar Lampung.

Program yang telah berjalan di bidang kesehatan ini bahkan memiliki tingkat capaian keberhasilan yang tinggi khususnya memberikan layanan yang maksimal kepada anak-anak yang meliputi ketersediaan tempat bermain anak, pelayanan gizi hingga pelayanan tenaga medis yang melayani anak dengan ramah.

Tak hanya di bidang kesehatan, program yang terkait langsung dengan kota ramah anak yang terus dilakukan oleh Pemerintah Kota Bandar Lampung juga sudah dilakukan hingga ke sarana pendidikan khususnya sekolah maupun mall-mall yang ada di Kota Bandar Lampung untuk menyediakan arena bermain khusus untuk anak-anak.

Keberpihakan Terhadap Penyandang Disabilitas

Selain membangun kota ramah anak melalui berbagai program yang menyentuh langsung ke masyarakat, Walikota Eva Dwiana juga memberikan perhatian yang tak kalah besar khususnya keberpihakan terhadap penyandang disabilitas yang ada di Kota Bandar Lampung ini.

Banyak upaya yang telah dilakukan Eva Dwiana dalam memfasilitasi para penyandang disabilitas di Kota Bandar Lampung khususnya dalam kemudahan layanan administrasi yang menjangkau langsung penyandang disabilitas.

Layanan yang dilakukan secara door to door ini bahkan sudah digencarkan oleh Eva Dwiana sejak pertama kali ia menjabat sebagai Walikota Bandar Lampung.

Kemudahan Akses bagi Penyandang Disabilitas

Melalui layanan door to door ini pula, Eva berharap para penyandang disabilitas bisa dilayani semaksimal mungkin, ia bahkan menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk melaporkan kepada jajarannya jika di sekitar lingkungannya terdapat penyandang disabilitas.

“Saya pastikan para penyandang disabilitas akan terlayani dengan baik di Kota Bandar Lampung ini, tanpa terkecuali, karena mereka juga adalah bagian dari masyarakat Bandar Lampung yang memiliki hak yang sama,” tegas Walikota Eva Dwiana.

Bentuk kemudahan akses itu, lanjut Eva Dwiana lagi, meliputi berbagai akses pelayanan publik yang menjangkau langsung dengan mendatangi rumah para penyandang disabilitas untuk melakukan berbagai pelayanan mulai dari administrasi hingga kesehatan.

Eva Dwiana bahkan memberikan banyak kemudahan khususnya bagi warga yang hendak menyampaikan informasi, saran maupun masukan termasuk dalam hal pelayanan kepada penyandang disabilitas di Kota Bandar Lampung melalui berbagai cara termasuk memanfaatkan media sosial.

Instagram resmi Walikota Bandar Lampung, Eva Dwiana yang digagas melalui program Walikota Menyapa ini bahkan menjadi komunikasi aktif sang walikota untuk berdialog maupun menyampaikan programnya kepada masyarakat sehingga efektif menghapus kesan maupun jarak antara Bunda Eva dan masyarakat Kota Bandar Lampung.

Pembangunan Infrastruktur Khusus untuk Penyandang Disabilitas

Sejak tahun 2021 lalu, Walikota Bandar Lampung bahkan telah menyiapkan desain trotoar yang lebih ramah tak hanya untuk anak-anak tapi juga bagi penyandang disabilitas.

Program yang diinisiasi langsung oleh Bunda Eva yang diimplementasikan melalui kegiatan Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Bandar Lampung ini menargetkan sejumlah ruas jalan utama Kota Bandar Lampung seperti di Jalan R.A Kartini, Jalan Raden Intan dan sejumlah ruas jalan lainnya akan lebih ramah untuk anak-anak dan penyandang disabilitas untuk bisa merasakan pula kemajuan pembangunan di Kota Bandar Lampung.

Melalui berbagai program pembangunan untuk anak dan penyandang disabilitas yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kota Bandar Lampung ini, Bunda Eva Dwiana berharap terbangun kesetaraan antar seluruh lapisan masyarakat tanpa membeda-bedakan status maupun keadaannya.

“Melalui program-program ini, kami berupaya untuk lebih maksimal lagi dalam memberikan perhatian, empati hingga kasih sayang kepada anak-anak dan para penyandang disabilitas yang ada di Bandar Lampung ini,” kata Bunda Eva. (Aditya Akbarsyah)