oleh

Terbit, ‘Burung tak Bersayap’ Dalem Tehang

Semangat dari bilik rutan

BANDAR LAMPUNG, PL– Sebuah buku kumpulan prosa (cerita pendek) yang ditulis dari bilik rumah tahanan (rutan) beredar Maret 2022.

Buku prosa karya Dalem Tehang ini dieditori Isbedy Stiawan ZS dan diterbitkan oleh Siger Publisher, Januari 2022. Gambar sampul karya lukisan Bachtiar Basri, mantan Wakil Gubernur Lampung. Desain dan layout Ulil Amri.

Prosa-prosa dalam buku ini pernah tayang di inilampung.com, dikirim langsung oleh penulisnya dari rumah tahanan.

Sedangkan penerbitan buku ini didukung penuh Himawan Ali Imron, politisi Golkar di DPRD Provinsi Lampung.

“Karena prosa-prosa Dalem Tehang terbit di inilampung dan menarik, saya dukung penerbitan buku ini supaya beredar luas,” kata Imron, panggilan akrab anggota DPRD Lampung itu.

Imron juga menoreh pengantar dalam buku ini. Ia katakan, inilah semangat seorang Dalem ditunjukkan dari bilik rutan.

Imron dan Dalem Tehang sudah berteman lama, semasa sama-sama menjadi pewarta.

Lama tak saling bertemu sejak Tehang bergelut di dunia politik, Imron dapat kiriman prosa dari bilik rutan.

“Pertama kali menerima kiriman prosa dari Dalem Tehang—nama pena dari seorang kawan semasa di media massa—saya berpikir lain; apakah ia bisa sempat menulis dari bilik tahanan?” pertanyaan itu ditoreh dalam pengantar buku ini.

Namun, terus dia, segera pikiran itu saya hapus.

“Bukankah kreasi tak akan pernah mati? Bukankah imajinasi akan tetap hidup walau di pengasingan?”

Itulah pengantar di awal buku “Burung tak Bersayap” karya Dalem Tehang, seorang penulis yang orangnya masih dirahasiakan.

Isbedy Stiawan ZS sepakat dengan Himawan Ali Imron. Dia teringat biografi seniman Sade (Marquis de Sade).

“Di dalam tahanan justru, kreativitasnya membuncah,” ujar Isbedy.

Ia juga mengakui bahwa prosa dalam buku ini, sangat baik. Cerita-cerita yang tak ada hubungan dalam tahanan namun ditulis dari salah satu kamar di sana, berbicara ihwal kehidupan ini.

“Dalem Tehang meramu dengan kreatif, sehingga menarik dan enak dinikmati,” ujar Isbedy yang mengeditori prosa di buku ini.

Selain ia, Edwin Febriansyah juga turut mengumpulkan tulisan Dalem Tehang dari inilampung.

Isbedy mengatakan, bagi yang berminat buku karya Dalem Tehang ini dijual seharga Rp70 ribu.

Bisa dipesan atau diambil di Komunitas Gedung Meneng (KGM), Jalan Z.A. Pagaralam Gg. Kedelai No.1, Gedung Meneng, Bandarlampung.

(PL 02)