oleh

Pameran Mata Air dan Peluncuran Buku Jejak Lukisan Anshori Djausal

BANDAR LAMPUNG, PL– KOLCAI Chapter Lampung bareng Komite Seni Rupa DKL bareng menaja Pameran lukisan Cat Air bertajuk “Mata Air”.

Pameran yang dihelat di Taman Kupu – Kupu Gita Persada, Kemiling, Bandar Lampung, Minggu (12/12) akan berlangsung 9 Januari 2022 mendatang.

Dalam pameran yang dibuka Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung Sulpakar juga menghadirkan mantan Wakil Gubernur Lampung Bahtiar Basri, budayawan Lampung, seniman Lampung dan tamu undangan.

Ketua Pelaksana Pameran “Mata Air”, Lila Ayu Arini, menyampaikan, kegiatan pameran ini dihelat untuk menandai diresmikan berdirinya KOLCAI (Komunitas Lukis Cat Air Indonesia) Chapter Lampung.

Kegiatan pameran perdana ini menaja 58 karya lukis diikuti 24 pelukis cat air yaitu; Anshori Djausal , Ari Susiwa Manangisi, Alia Larasati, Solahudin, Drajat Kuncoro, Cupa Firstyadi, Yudhistira, Eko Martoyo, Adi Putra, Airyara , Salih Alghifari, Ranu Denali Barsalino, Nur Salim, Lila Ayu Arini, Koliman, Ch. Sapto Wibowo, Wira Alamanda, Raihana, Ariel, Sisna Ningsih, Dhea Putri Utami, Ruli Yinpo, Novi, Kiara Anaphalis.

“Pada kesempatan ini, selain pameran juga diluncurkan buku bertajuk “Jejak Lukisan Anshori Djausal” yang merupakan rekam jejak Bang Ans dalam menggeluti dunia lukis cat air,” ujar Lila.

Sementara sesepuh KOLCAI Chapter Lampung Anshori Djausal mengatakan, sebenarnya setiap orang dapat melukis, setidaknya waktu sekolah pernah melukis. Harapannya, tentunya KOLCAI akan menjadi ajang berkumpul siapa saja yang ingin mengembangkan diri dalam melukis.

“Di KOLCAI Chapter Lampung siapa pun bisa s aling belajar dan mengembangkan diri. Kegiatan melukis melatih banyak hal, terutama sensitivitas, kreativitas , kesungguhan dan rasa senang,” ujar Bang Ans panggilan karib Anshori Djausal yang juga konservator Kupu Kupu.

Kadisdikbud Provinsi Lampung Drs Sulpakar, MM dalam sambutannya, menggapresiasi gelaran pameran yang diselenggarakan oleh KOLCAI(Komunitas Lukis Cat Air Indonesia) Chapter Lampung dan yang baru saja resmi terbentuk kerja bareng Komite Seni Rupa DKL. Apalagi, lanjutnya, pada kesepatan ini juga digelar acara Peluncuran Buku “Jejak Lukisan Cat Air Anshori Djausal” yang memperkaya dunia literasi Lampung utamanya dalam bidang seni rupa yang masih langka.

Sulpakar menambahkan, menariknya pemilihan lokasi pameran dilaksanakan di kawasan tempat wisata Taman Kupu-Kupu. Ide sebuah ide kreatif yang patut diapresiasi.

Pergelaran, pentas seni, dan paeran tak harus di dala gedung tertutup, tetapi juga bisa dilakukan di ruang-ruang terbuka; di ruang publik, seperti halnya di tempat wisata alam Taman Kupu-kupu ini. “Jadi selain gelar apresiasi juga bisa memberi dampak positif kepada dunia pariwisata sekaligus juga mengedukasi anak-anak dan masyarakat bagaimana tentang konservasi kupu-kupu,” ujar Sulpakar.

Kadisdikbub berharap kegiatan yang memberi ruang seniman untuk kreatif dan ruang apresiasi masyarakat ini terus bertumbuhkembang. Harapannya, ke depan setelah pandemi Covid 19 berlalu, makin meningkat dan juga bermanfaat bagi masyarakat.

Pada kesempatan ini, ujar, Sulpakar juga mengucapkan selamat kepada Ketua Akademi Lampung Anshori Djausal yang belakangan ini menggeluti dunia lukis dan produktif yang kiprahnya terekam dalam buku “Jejak Lukisan Anshori Djausal” yang akan diluncurkan hari ini.

“Pameran lukisan cat air oleh KOLCAI Chapter Lampung secara resmi saya nyatakan dibuka dan buku “Jejak Lukisan Anshori Djausal” diluncurkan,” ujar Sulpakar.

Pada kesempatan itu diserahkan buku buku “Jejak Lukisan Anshori Djausal” dari Bang Ans kepada Kadisdikbud Sulpakar, Ahmad Yulden Erwin (Budayawan), Dana E Rachmat (Seniman ) dan Kiara Anaphalis (Pelukis Termuda).

Juga digelar perfoming art pembacaan puisi bertajuk : “Sai Bumi Ruwai Jurai” karya Rini Intama oleh penyair Jauza “Noengky” Imani yang diiringi petikan gitar klasik Adam dari UKMBS Universitas Lampung yang kemudian direspon perupa Ari Susiwa Manangisi melukis prasasti peresmian.

(*)