oleh

Belajar dan Berwisata di Umbul Helau

Oleh Muhammad Alfariezie

Bandarlampung adalah ibu kota dari Sang Bumi Ruwa Jurai Lampung. Kepadatan Kota Tapis Berseri mencapai 5.332/km2. Karena itu, wilayah yang terkenal dengan Tugu Adipura ini merupakan kota terpadat dan terbesar kedua di Sumatera setelah Medan. Selain itu, menjadi salah satu kota besar di Indonesia dan menjadi salah satu kota terpadat di luar pulau jawa.

Secara geografis, Bandarlampung merupakan gerbang utama pulau sumatera. Hingga tidak heran memiliki andil penting dalam jalur transportasi darat dalam aktivitas pendistribusian logistik dari Jawa menuju Sumatra maupun sebaliknya.

Saat ini, seiring perkembangan zaman dan kemajuan sumber daya manusia, Bandarlampung bisa dikatakan sebagai salah satu daerah penyedia berbagai destinasi wisata yang memadukan alam dan kemordenan. Terlebih, karena daerah ini berada di sekitar Bukit Barisan Selatan.

Salah satu tempat rekreasi keluarga yang berhadapan langsung atau berada di pinggir Taman Nasional Bukit Barisan Selatan adalah Umbul Helau. Umbul Helau terletak di Jalan Wan Abdulrahman, Kelurahan Kedaung, Kecamatan Kemiling, Bandarlampung, Provinsi Lampung. Dari sana, nampak perbukitan yang sangat hijau dan cukup menjulang. Pemandangannya masih sangat asri dan udaranya cukup segar. Jauh dari kebisingan kota. Cocok banget untuk yang sedang penat atau sumpek karena kegiatan yang padat khas mayarakat modern.

Umbul Helau menyediakan konsep wisata alam, wisata buatan dan wisata modern. Sudah benar jika pengunjung yang sangat menyukai taman atau bunga-bunga datang ke Umbul Helau. Di sini, ada berbagai jenis bunga.

Beberapa jenis bunga yang dominan adalah celosia dan miana. Bunga celosia sendiri berasal dari afrika. Dan di Indonesia, tanaman celosia disebut sebagai bunga jengger ayam. Sedangkan bunga miana adalah tanaman yang berasal dari India dan Thailand. Bunga ini, memiliki berbagai khasiat. Di antaranya bisa mengobati wasir hingga radang telinga.

Selain bunga, yang berkunjung ke sini bisa melihat tanaman organik berjenis sayur-sayuran. Seperti terong.

Umbul Helau memang membuka ruang bagi masyarakat yang ingin belajar cara menanam dan menjual tanaman hidroponik serta organik. Kalau tidak ada alat dan tidak tahu membeli di mana, pengunjung cukup membayar Rp 400.000. Pengelola akan membelikan alat-alat yang terbaik. Tapi, kalau sekadar ingin mencari ilmu perihal tanaman organanik dan Hidroponik maka langsung saja datang ke sini. Silahkan menghubungi pengelola. Namanya Hendro Irmawan.

Hendro Irmawan mengatakan, Umbul Helau membuka kerjasama bagi instansi. Tujuannya untuk memberi materi bagi karyawan yang memasuki masa pensiun. Yang memberi materi adalah langsung perwakilan dari kementerian pertanian. Materi pembejalarannya mulai dari perkenalan tanaman, cara menanam sampai ke tahap menjual tanaman hidroponik dan organik.

Umbul Helau pun membuka Field Trip. Anak-anak sekolah bisa datang langsung untuk mempelajari cara menanam sayuran organik dan hidroponik. Selain itu, mereka juga akan senang karena bisa mempelajari cara merawat hewan seperti kelinci. Yang memberi bukan hanya pengelola lho. Tapi, langsung dari kementerian pertanian.

Nah, bagaimana dengan pengunjung yang sudah membayar tiket masuk? Bagi pengunjung destinasi wisata Umbul Helau, tidak perlu khawatir. Cukup membayar tiket seharga Rp 10.000 dan biaya parkir tiga ribu rupiah maka dapat menikmati keindahan taman bunga celosia dan bermain dengan kelinci. Anak-anak senang lho bisa berinteraksi langsung dengan hewan yang menurut beberapa orang memiliki keimutan itu.

Keunikan Dunia Fiksi Umbul Helau


Siapa pun bisa bermain di Umbul Helau mulai dari pukul 08.00-17.30 Wib. Setelah lelah bermain di taman bunga, pengunjung bisa beristirahat di gajeboh dan tempat duduk yang disediakan. Semua fasiltas gratis. Kecuali makan dan minum. Kalau lapar dan tidak membawa makanan, pengelola sudah menyediakan kantin. Di sana, pengunjung bisa memesan mie, kopi, teh hingga air mineral.

Buat pengunjung yang suka berselfie guna meramaikan beranda media sosial tidak perlu khawatir. Umbul Helau adalah destinasi wisata yang menggabungkan ce konsep alam dan kecerdasan manusia. Di sini, selain taman bunga dan kelinci, ada juga spot foto.

Spot foto favoritnya adalah kincir angin khas negeri belanda. Kincir angin ini aman lho. Pengunjung bisa menaiki tembok yang berwarna seperti pelangi itu. Kalau sudah puas berfoto di kincir angin, pengunjung pun bisa berfoto di keunikan dunia fiksi. Yaitu, kampung hobbits.

Pengelola Hendro Irmawan mengaku, dia terinsiprasi dari film hobbits. Karena itu, dia membangun rumah hobbits dan rumah runcing di sekitar area taman bunga. Salah satu pembeda Rumah hobbits termasuk menjadi pembeda antara Umbul Helau dengan destinasi wisata lain. Lain dari itu adalah luasnya.

Meramaikan Geliat Pariwisata di Kota Bandarlampung

Umbul Helau memiliki luas 3 hektar. Namun, yang baru dikelola hanya setengah saja. Alasannya karena terkendala pandemi covid 19.

Tempat ini pertama sekali dibuka pada 1 maret tahun 2019. Sekitar dua puluh hari beroperasi, pandemi covid 19 melanda Indonesia. Bandarlampung pun menjadi salah satu daerah zona merah sehingga pemerintah memberlakukan PSBB. Destinasi wisata ini pun tidak menerima tamu. Dari situ, keuangan terkuras. Tidak ada pemasukan dari tiket untuk menutup modal dan membuka spot dan wahana baru. Pengelola pun mesti merogoh kantung pribadi untuk merawat tanaman sampai fasilitas yang ada. Belum lagi membayar karyawan dan perawatan bunga.

Seiring waktu, kebijakan pemerintah melonggar sehingga destinasi wisata boleh beroperasi asalkan mematuhi dan memenuhi prosedur protokol kesehatan. Umbul Helau tak mau ketinggalan untuk kembali meramaikan geliat wisata di Bandarlampung. Hendro Irmawan dan rekan-rekannya, malah semakin bersemangat. Konsep yang tidak sempat terealisasi pun dapat terwujud. Hasil dari kerja keras pengelola, pada Kamis 12 Maret 2021, Umbul Helau membuka permainan baru. Pengunjung bisa bermain Wahana ATV.

Harga untuk menjajal keasyikan bermain bersama keluarga di atas ATV lima belas ribu rupiah. Durasi waktunya untuk satu putaran. Jaraknya, Hendro mengaku belum mengukur. Tapi, menurut perkiraannya berkisar 300 meter.

Siapapun bisa menggunakan ATV. Anak usia 8 hingga 9 tahun pun tidak terkecuali. Orang yang beratnya 200 Kg pun bisa menggunakan. Asalkan terbiasa menggunakan motor. Kalau tidak, nanti bahaya bagi pengunjung sendiri.

Ada yang pernah menjajal. Sedangkan orang itu tidak pernah menggunakan motor. Akibatnya nyaris terjungkal saat memutar handle gas ATV. Tapi, dari segi standar keamanan, wahana bermain ATV Umbul Helau sudah teruji. Hendro dan tim telah melakukan pengujian selama satu bulan sebelum wahana ini diresmikan. Pengujiannya berlangsung dari jalur hingga kendaraan.

Kesimpulannya, pengunjung bisa bermain ATV di dalam track medium. Track medium bisa digunakan bagi yang masih belajar. Tapi, pengunjung bisa menemukan pengalaman bermain ATV di track ekstrem juga. Tepatnya, ketika musim hujan. Kecepatannya bisa sampai 60 Km/jam.

Selain itu, pengelola selalu mengedukasi pengunjung sebelum menggunakan ATV. Menurutnya, saat mengendarai ATV, kaki tidak boleh turun. Bahaya bagi pengendara. Kaki bisa terlindas. Karena itu, pengelola menyiapkan keamanan berkendara menggunakan ATV. Ia telah memasang Roll Bar. Tujuannya untuk meminimalisir cidera jika terjadi insiden terguling. Fungsi yang lain, untuk menjaga kaki pengendara jika terlalu keluar.

Edison yang jauh-jauh dari Bengkulu untuk berlibur ke Umbul Helau mengaku bahagia karena bisa bersenang-senang bersama keluarga. Dia berserta anak dan istrinya menyewa ATV di Umbul Helau. Di atas jalur tanah yang berlika-liku, Edison melepaskan tawa dan canda. Tak ketinggalan, ia juga merekam hasil liburannya di atas ATV 125 cc pada kamis sore menjelang maghrib.

Ide dan gagasan untuk membuat wahana bermain ATV berawal dari kebiasaan sehari-hari Hendro Irmawan. Menurutnya, ide itu didapat lantaran sering menggunakan ATV. Tepatnya, saat melihat kebun di kaki gunung.

Selain itu, dia juga melihat destinasi wisata di Lampung. Ternyata, beberapa tempat rekreasi keluarga sudah ada yang menyewakan jasa permainan ATV. Namun menurutnya, pengelolaannya belum baik. Karena itu, ia memberanikan untuk membuka wahana bermain baru di Umbul Helau. Hasilnya lumayan. Baru satu hari buka tapi yang membeli tiket ATV kurang lebih sudah 50 orang.

Menyulap Kebun Pisang menjadi Kampung Hobbits


Sejarah Umbul Helau pun tidak lepas dari pengamatan dan hobinya. Hendro bisa dikatakan sebagai seseorang yang tekun. Ketika dia sudah menemukan ide maka ia bergegas mewujudkannya sampai selesai.

Ceritanya, dia sempat melihat beberapa destinasi wisata di kota Metro. Destinasi wisata itu menyuguhkan taman bunga juga. Hanya saja sekadar taman bunga. Selain itu, tempatnya pun tidak luas. Berdasarkan analisanya, pengunjung yang datang berdesakkan sehingga kurang leluasa menikmati keindahan tempat rekreasi. Dari pengamatannya itulah, dia mulai menyulap kebun pisang menjadi lokasi destinasi wisata berkonsep hobbits, taman dan offroad.

Umbul Helau sendiri memiliki arti. Artinya dari kata umbul adalah perkampungan di tengah sawah atau kebun. Kata itu berasal dari bahasa Jawa dan Lampung. Sedangkan Helau diambil dari bahasa Lampung. Artinya bagus. Bisa dikatakan kalau Hendro Irmawan ingin mengangkat bahasa Lampung melalui destinasi wisata. Selain itu, tentu saja meningkatkan perekonomian masyarakatnya.

Hendro mengatakan, menjalankan destinasi wisata cukup menguntungkan dari pada hasil berkebun, terutama pisang. Menurutnya, harga standan pisang hanya dihargai sepuluh hingga lima belas ribu rupiah. Itu pun tidak setiap hari. Bahkan setiap saat. Sedangkan mengelola destinasi wisata. Kalau satu tiket saja 10.000 dan yang datang sehari minimal seratus orang maka bisa menghasilkan uang satu juta. Belum jika kita menghitung biaya parkir dan makanan serta minuman atau souvenir. Tapi, menurut Hendro, mengelola wisata tidak bisa instan atau asal jiplak.

Rahasia Kebangkitan Setelah terdampak Pandemi


Wisata yang asal jiplak tidak akan berlangsung lama. Viral sebentar tapi hanya hitungan hari langsung sepi. Itu semua karena pengelolanya tidak kreatif dan inovatif. Selain merawat spot dan wahana yang sudah ada, pengelola harus cerdik melihat kebutuhan masayarakat.

Menurut Hendro, masyarakat saat ini cenderung lebih suka berfoto. Untuk itu, selalulah berpikir untuk membuat inovasi pada spot foto yang disukai pengunjung. Apalagi yang namanya usaha pasti ada naik dan turun. Pengelola destinasi wisata harus siap berada dalam situasi apapun. Untuk itulah dibutuhkan pemikiran yang luwes agar destinasi wisatanya selalu menjadi tujuan berlibur.

Berdasarkan pengalamannya mengelola destinasi wisata, Hendro menyampaikan rahasianya kenapa Umbul Helau bisa bangkit kembali setelah terdampak pandemi covid 19. Hendro tidak hanya melihat dari satu kalangan. Dia melihat dari semua aspek. Umbul helau sengaja membuka taman bunga dan hidroponik serta tanaman organik untuk memenuhi kebutuhan perempuan. Sedangkan taman kelinci dan hobbits adalah untuk anak-anak. Lalu, wahana bermain ATV yang baru dibuka, semata-mata untuk memenuhi kebutuhan lelaki atau kaum bapak. Dari situ, Hendro memberikan paket lengkap berwisata keluarga.

Setelah semua unsur telah terpenuhi dan masyarakat merasakan manfaat dari konsep wisata itu maka pengelola harus merawat keindahan yang sudah tersedia. Salah satu contoh, Umbul Helau selalu mengganti tanaman tiap tiga bulan. Kesegaran dari bunga-bunga harus selalu terjaga karena sudah menjadi simbol dari destinasi wisata tersebut. Apalagi, Umbul Helau menyediakan tempat untuk camping berkeluarga. Suasana pagi yang cerah dan asri di sekitar perbukitan akan kurang lengkap jika taman bunga yang berwarna-warni tidak menampakkan kecantikkannya. Apalai sebabnya layu lantaran minim perawatan dari pengelola.

Selain Spot, ada lagi mesti terjaga. Yaitu kebersihan area wisata. Pengunjung tidak akan betah berlibur di tempat yang kotor dan tak terawat. Karena itu, Hendro Irwanan dan empat pekerjanya selalu bahu membahu untuk membersihkan area Umbul Helau setiap hari.