oleh

KSM Penala Tirta Mengubah Halaman Rumah Menjadi Ruang Sanitasi

BANDAR LAMPUNG, PL— Kreativitas serta gotong royong masyarakat Kelurahan Kupang Teba Kecamatan Teluk Betung Utara menuai hasil yang cukup optimal. Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Penala Tirta berhasil mengubah halaman rumah sebagai ruang sanitasi dan bersantai, Kamis (20/5).

KSM Penala Tirta bersama Dinas PUPR Kota Bandar Lampung berhasil membangun toilet umum dan IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah). Tujuan sanitasi KSM Penala Tirta berlatar belakang sungai dan WC umum di beberapa rumah warga.

“Saya sendiri melihat di lingkungan tempat saya tinggal ini, masih ada rumah-rumah yang berdempet-dempet. Warga yang bertempat tinggal di sana hanya memiliki satu Kamar mandi. Kamar mandinya pun belum bisa disebut layak,” ungkap Ketua KSM Penala Tirta Indah Fitriyana atau yang akrab dipanggil Pipit, Rabu (19/5).

Selain melihat kondisi lingkungannya sendiri, latar belakang pembangunan tempat ini, menurut Pipit. Berdasar penglihatannya di suatu daerah.Tempatnya masih di Teluk Betung. Di sana, ia melihat ada WC umum. Namun, tidak terkonsep sehingga unsur-unsur estetik masyarakat modern belum terlihat. Fungsi tempat yang ia lihat sebelum pembangunan WC umum dan IPAL KSM Penala Tirta, hanya sekadar tempat mandi hingga buang air.

Pembangunan ruang Sanitasi KSM Penala Tirta sendiri dimulai sejak tahun 2020. Proses administrasi dan yang lain terlaksana sejak awal Indonesia mengalami penyebaran Virus Korona. Namun, KSM Penala Tirta bersama Dinas PUPR Kota Bandar Lampung tetap bersemangat membangun kebaikan bersama.

Sekarang, atas suksesnya pembangunan Toilet Umum tersebut, masyarakat yang ingin mandi atau buang air kecil di ruang sanitasi berkonsep ilusi 3 D tersebut, tidak sekali pun dipungut biaya. Tempat ini pun difungsikan selama 24 jam. Ketika malam, masyarakat tidak perlu takut untuk menggunakan.

“Untuk menjaga ketertiban, kita sudah menyiapkan penjaga malam yang bersedia menjaga dan mengawasi tempat. Kebetulan juga, tiap malam di lingkungan kita ini ada yang meronda,” kata Pipit saat wawancara bersama Pantau Lampung.

Untuk menjaga kebersihan Toilet Umum, KSM Penala Tirta bersama masyarakat sudah membuat jadwal bergotong royong. Salah satu RT di kelurahan tersebut mendapat jadwal gotong royong setiap hari Jumat.

Toilet Umum KSM Penala Tirta pun memiliki fungsi lain dari sekadar tempat bersantai dan buang air atau mandi. Seperti yang Pantau Lampung jelaskan di atas. Toilet umum ini memiliki IPAL. IPAL yang ada di sini memiliki sistem yang konsepnya untuk kebersihan dan kesehatan lingkungan.

“Pembangunan IPAL sendiri memang diperuntukkan agar pembuangan akhir dari tiap WC di rumah warga tidak mencemari lingkungan. Ada 20 WC yang tersalur ke dalam IPAL KSM Penala Tirta,” kata Pipit di ruang baca KSM Penala Tirta.

“IPAL ini memiliki semacam sistem daur ulang. Jadi, air pembuangan dari WC terlebih dulu diproses ke dalam IPAL. Setelah bersih, baru airnya mengalir ke sungai,” kata Pipit, Rabu (19/5).

Kreativitas masyarakat modern memang tidak berbatas ruang. KSM Penala Tirta tidak sekadar membangun sanitasi. Gerakan sadar lingkungan KSM Penala Tirta memanfaatkan ruang sanitasi sebagai tempat berkumpul, membaca juga berkreativitas. Di antaranya, sebagai taman baca dan tempat untuk podcast. Namun, hal itu belum terlihat Pantau Lampung dikarenakan waktu. Podcast dan taman baca di ruang sanitasi KSM Penala Tirta memiliki jadwal yang belum dapat disesuaikan dengan Pantau Lampung.

“Nama komunitas Budaya Membaca kita adalah Oase. Oase sendiri didirikan sejak tahun 2007. Tempat kami berkegiatan, ya masih di lingkungan ini. Alhamdulilah, sekarang kami sudah memiliki tempat yang lebih indah dan menggugah. Mudah-mudahan, di tempat ini, anak-anak Kupang Teba kian termotivasi untuk membaca, ” Ujar Pipit selaku Pendiri Taman Baca Oase.

Pipit pun berharap. Di kemudian hari, tempat ini tidak sekadar bermanfaat bagi kebersihan dan kesehatan masyarakat serta Budaya Membaca. Tapi, berfungsi sebagai tempat yang meningkatkan ekonomi beberapa warga di kelurahan Kupang Teba.