oleh

Pandemi Bukan Alasan, Fellie Wijaya Kembali Berkarir di Bidang Modelling

BANDARLAMPUNG, PL— Fellie Wijaya kembali fokus berkiprah di bidang modelling. Bagi model berbakat Sang Bumi Ruwa Jurai, pandemi bukan pemupus cita-citanya, Jumat (7/5).

Sebagaimana diketahui, duta museum Lampung ini sempat menjajal peruntungan di dunia kuliner, pada tahun lalu. Fellie dan kekasihnya membuat dan menjual keripik bawang khas kota Padang. Mereka menjual kuliner produksi rumahan itu secara online. Pengirimannya pun menggunakan driver online.

Saat ini, dirinya kembali fokus berkarir di dunia modelling. Beberapa waktu lalu, perempuan keturunan Tionghoa itu mendapat job sebagai model Make Up dan Photoshoot.

Dirinya memang sudah lama beraktivitas di dunia model. Dia sudah tergabung ke dalam Make Up Artist (MUA). Selain itu, sering mengikuti ajang pemilihan Muli Mekhanai. Bahkan, Alumni Ilmu Komunikasi Universitas Bandar Lampung (UBL) itu menjadi Runner Up 1 Muli Pesawaran 2018. Dan sekarang, pada tahun 2020, Fellie didapuk sebagai Muli Kabupaten Tanggamus.

Beberapa hari lalu, Fellie disibukkan ajang peragaan busana bertema Ramadhan Fashion week. Di hotel Aston, pada 2 Mei kemarin, Duta Meseum Lampung dipercaya Brand Wiwid Yasmin.

Wiwid Yasmin adalah brand dari Desainer muda Lampung, Widyastuti Murniasih Ryantini. Perempuan kelahiran, 18 Juli 1995 tersebut adalah Desainer lulusan Fashion Design dan Pattern Drafting Esmod Jakarta.

“Menurut aku, modelling di Bandar Lampung sudah membaik. Terlebih saat memasuki tahun ke dua pendemi melanda. Sekarang udah banyak kok job-job model di kota ini,” ujar Fellie yang riang.

Pada acara bertajuk Ramadhan Fashion Week di hotel Aston, Fellie Menggunakan busana semi hijab rancangan Desainer asli Lampung, Widyastuti Murniasih Ryantini.

Pengamatan Pantau Lampung, busana dari Wiwid Yasmin cocok dikenakan model berwajah oriental perpaduan Tionghoa dan Indo serta berkulit kuning langsat tersebut. Pakaian perpaduan warna orange, hijau dan bermotif bunga yang dikenakan Fellie menampilkan ciri khas kemodernan perempuan religius.

(PL 03)