• Redaksi
  • Tentang Kami
Selasa, Mei 5, 2026
Pantau Lampung
  • Beranda
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Pojok Lampung
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ruwa Jurai
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Pesisir Barat
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Lifestyle
    • Entertainment
    • Hiburan
    • Fashion
  • Network
  • Indeks
  • ePAPER
No Result
View All Result
Pantau Lampung
  • Beranda
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Pojok Lampung
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ruwa Jurai
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Pesisir Barat
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Lifestyle
    • Entertainment
    • Hiburan
    • Fashion
  • Network
  • Indeks
  • ePAPER
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Pantau Lampung
  • Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Opini
  • Pendidikan
  • Hiburan
Home Ruwa Jurai Bandar Lampung

Antologi Puisi ‘Minyak Goreng Memanggil’, Cara Penyair Bersuara

djadinEditordjadin
Apr 24, 2022
A A
Antologi Puisi ‘Minyak Goreng Memanggil’, Cara Penyair Bersuara
ADVERTISEMENT

BANDAR LAMPUNG, PL– Langka dan mahalnya (harga) minyak goreng sebulan lalu, menggerakkan sebagian penyair menyuarakan dalam puisi. Sebuah antologi puisi “Minyak Goreng Memanggil” diluncurkan April 2022.

Buku ini dikuratori dua sastrawan Indonesia, Mustafa Ismail dan Isbedy Stiawan ZS, menampung 54 penyair dan diterbitkan Siger Publisher Lampung.

Sejumlah nama penyair kesohor, di antaranya D. Zawawi Imron, Nanang R. Supriyatin, Acep Syahril, Eddy Pranata PNP, Bambang Widiatmoko, Ariani Isnamurti, Dedi Tarhedi, Agusri Junaidi, Hendy Pratama, Yuliani Kumudaswari.

BeritaTerkait

DPRD Lamteng Temukan Indikasi Maladministrasi Jabatan di Pemkab

286 Jemaah Haji Lampung Selatan Siap Menuju Mekkah, Dilepas di Masjid Agung Kalianda

Dalam antologi ini juga ada nama-nama yang baru berkiprah dalam ranah kepenyairan Indonesia. Seperti Asep Perdiansyah, Andi Widiono, Ghufrani An’ars, Fitri Angraini, Sulastri, dan lainnya.

Dalam pengantar bertajuk “Ironi Minyak Goreng”, kurator mengatakan,

ADVERTISEMENT

Ini adalah ironi lain yang diperlihatkan pemerintah. Di tengah lumbung sawit, kita harus membeli harga minyak goreng yang menyesuaikan dengan harga dunia. Lama-lama, barangkali kita juga harus membeli beras, bawang merah, cabe keriting, hingga ikan tongkol dengan harga dunia. Seolah kita tidak punya kemandirian pangan untuk menetapkan harga sendiri. Ini mirip kisah tikus yang mati di lumbung padi.

Tapi tentu saja rakyat tidak bodoh. Mereka dengan mudah memeriksa data, fakta, dan informasi yang benar di sumber-sumber resmi dan terpercaya lalu membedah serta menafsirkannya. Pada akhirnya ironi-ironi dan cacat logika itu akan menjadi “ludah yang memercik ke muka kekuasaan itu sendiri”.

Dengan kata lain, lanjut kurator buku ini, yang mereka pertontonkan sejatinya adalah kekonyolan. Pada gilirannya rakyat akan tahu mana yang benar-benar kerja dan mana yang pencitraan belaka.

Memang kita, rakyat, tidak punya kuasa untuk menghukum penguasa. Tapi hukuman paling nyata adalah ketidakpercayaan. Selebihnya, kita hanya bersuara dengan cara kita masing-masing. Nah, puisi-puisi dalam kumpulan ini adalah bagian dari potret keresahan itu, yang mendedahkan berbagai persoalan hingga ironi-ironi yang terjadi di sekeliling kita, dalam hal ini menyangkut minyak goreng. Sebab, seperti kita pahami di atas, persoalan ini “aneh tapi nyata”.

Memang tidak mudah menghadirkan puisi dengan tema ini, apalagi menghasilkan karya yang layak secara estetika, misalnya lolos kurasi media massa. Kami, yang membaca dan mengkurasi karya-karya para penulis, pun sangat menyadari hal itu.

Dalam proses kurasi yang utama kami timbang bukan persoalan estetika, tapi ketepatan tema. Sejak awal kami tidak pernah bercita-cita kumpulan ini menjadi karya luar biasa.

Dalam konteks ini, kita ak jarang kita gamang memposisikan diri. Seolah penulis hanya berada di luar realitas. Tidak menyentuh bumi.

Banyak orang tidak punya cukup ruang untuk bersuara. Maka puisi-puisi dalam kumpulan ini menjadi semacam ruang untuk bersuara, yang syukur-syukur bisa menjangkau banyak pembaca.

PL 03

ShareTweetSendShare
Previous Post

Satupena Sumatera Utara Dikukuhkan Bulan Depan

Next Post

Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan, Almuzzammil: Masyarakat Keluhkan Harga Minyak dan BBM

Related Posts

Latihan Baris-Berbaris hingga Operasi Air, Pemuda Tridharma Ditempa di Bumi Marinir
Bandar Lampung

Latihan Baris-Berbaris hingga Operasi Air, Pemuda Tridharma Ditempa di Bumi Marinir

Mei 5, 2026
Merak–Bakauheni Padat, ASDP Pastikan Layanan Tetap Terkendali
Bandar Lampung

Merak–Bakauheni Padat, ASDP Pastikan Layanan Tetap Terkendali

Mei 5, 2026
Wamenkop Dorong Koperasi Lampung Timur Akses Modal Murah LPDB
Bandar Lampung

Wamenkop Dorong Koperasi Lampung Timur Akses Modal Murah LPDB

Mei 5, 2026
Dari Lampung ke Jakarta: Tapis dan Persit Menganyam Identitas di Panggung Nasional
Bandar Lampung

Dari Lampung ke Jakarta: Tapis dan Persit Menganyam Identitas di Panggung Nasional

Mei 4, 2026
Masa Depan Siswa Dipertaruhkan, Hardiknas Jadi Alarm Pendidikan di Bandar Lampung
Bandar Lampung

Masa Depan Siswa Dipertaruhkan, Hardiknas Jadi Alarm Pendidikan di Bandar Lampung

Mei 3, 2026
Gubernur Lampung Soroti Pentingnya Peran Kader Parpol di Sektor Pangan
Bandar Lampung

Gubernur Lampung Soroti Pentingnya Peran Kader Parpol di Sektor Pangan

Mei 3, 2026
Next Post
Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan, Almuzzammil: Masyarakat Keluhkan Harga Minyak dan BBM

Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan, Almuzzammil: Masyarakat Keluhkan Harga Minyak dan BBM

APDESI Kabupaten Tanggamus dan Perangkat Pekon Tuntut Pembayaran ADP dan ADD

APDESI Kabupaten Tanggamus dan Perangkat Pekon Tuntut Pembayaran ADP dan ADD

Walikota Hadiri Pembagian Sembako di Yayasan Buddhayana Vidyalaya dan Vihara Buddha Bhaisajyaguru

Walikota Hadiri Pembagian Sembako di Yayasan Buddhayana Vidyalaya dan Vihara Buddha Bhaisajyaguru

Kisah Kebangkitan UMKM di Bandar Lampung, Dari Taman UMKM Bung Karno hingga Pemberian Pinjaman Non Bunga

Kisah Kebangkitan UMKM di Bandar Lampung, Dari Taman UMKM Bung Karno hingga Pemberian Pinjaman Non Bunga

Bupati Tanggamus Salurkan Dana Hibah Jutaan Rupiah untuk Masjid dan Mushola

Bupati Tanggamus Salurkan Dana Hibah Jutaan Rupiah untuk Masjid dan Mushola

banner 300250

Berita Terkini

  • DPRD Lamteng Temukan Indikasi Maladministrasi Jabatan di Pemkab
  • 286 Jemaah Haji Lampung Selatan Siap Menuju Mekkah, Dilepas di Masjid Agung Kalianda
  • Percepatan Pantura Jawa, ATR/BPN Dorong Integrasi Tata Ruang Nasional dan Daerah
  • Bobol Rumah Tengah Malam, Pelaku Curanmor di Lampung Selatan Akhirnya Tertangkap
  • Polisi Selidiki Kasus Bocah Tenggelam di Kolam Ikan Adiluwih Pringsewu
Pantau Lampung

Selamat datang di Pantau Lampung, portal berita yang mengabarkan secara cermat dan tepat tentang berbagai peristiwa dan perkembangan terkini di Provinsi Lampung. Kami hadir untuk menjadi sumber informasi terpercaya bagi masyarakat Lampung dan pembaca di seluruh Indonesia.

  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 Pantaulampung.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Pojok Lampung
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ruwa Jurai
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Pesisir Barat
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Lifestyle
    • Entertainment
    • Hiburan
    • Fashion
  • Network
  • Indeks
  • ePAPER

© 2024 Pantaulampung.com - All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In