oleh

Malam Puisi Minyak Goreng, Kenangan Kaum Ibu Berjubal di Retail Modern

Antologi Puisi Minyak Goreng Memanggil akan diluncurkan, Selasa (31/05/2022) pukul 20.00-22.00 WIB. Acara yang diberi tajuk “Malam Puisi Minyak Goreng” ini digelar melalui aplikasi google meet.

Mustafa Ismail, penggagas penerbitan buku puisi ini sekaligus ketua pelaksana peluncuran menjelaskan, acara ini baru bisa digelar akhiŕ Mei 2022 karena terkendalan memeroleh ISBN dari Perpustakaan Nasional RI.

“Selain hari libur nasional cukup panjang Idul Fitri,” kata Mustafa yang juga dikenal penyair Indonesia dan redaktur sastra di media Jakarta.

Malam Puisi Minyak Goreng selain pembacaan puisi dari para penyair dalam buku tersebut, juga obrolan santai seputar sastra.

“Kita harapkan acara ini gayeng dan menyenangkan,” ungkap MI, sapaan Mustafa.

Peluncuran buku ini akan dipandu oleh Isbedy Stiawan ZS dan Mustafa Ismail. Keduanya adalah editor buku yang menghimpun 58 penyair Indonesia.

Untuk diketahui, persoalan minyak goreng sempat menghebohkan di tanah air belum lama ini. Khusus para ibu memburu minyak goreng dengan harga melambung.

Banyak menduga ada permainan di dunia bisnis minyak goreng. Mengingat kebun sawit hampir menguasai lahan di Indonesia.

“Dugaan itu terbukti. Ada yang dijerat hukum sebagai pemain. Justru dari kalangan pemerintah,” ujar Isbedy.

Sastrawan Lampung itu bahkan telah menulis puisi tema minyak goreng dalam beberapa bagian, dan telah dipublikaskan di media. “Saya terpanggil untuk menulis. Bagian dari sense of human,” katanya.

Para penyair Indonesia yang terlibat dalam buku ini di antaranya Nanang R. Supriyatin, Bambang Widiatmoko, Acep Syahril, Wanto Tirta, Fahmi Wahid, Vito Prasetyo, Tarmizi Rumahitam, Dedy Tarhedi, D. Zawawi Imron, Riki Utomi, Wawan Hamzah Arfan, Riani Isnamurti, Agusri Junaidi, Eddy Pranata PNP, Yin Ude, Sapto Wardoyo, Yuliani Kumudaswari, Wawan Kondo, Fitri Angraini, Piet Yuliakhansa, Dewi Rachmawati, Asep Perdiansyah, Denting Kemuning.

PL – 05