• Redaksi
  • Tentang Kami
Kamis, Januari 15, 2026
Pantau Lampung
  • Beranda
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Pojok Lampung
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ruwa Jurai
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Pesisir Barat
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Lifestyle
    • Entertainment
    • Hiburan
    • Fashion
  • Network
  • Indeks
  • ePAPER
No Result
View All Result
Pantau Lampung
  • Beranda
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Pojok Lampung
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ruwa Jurai
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Pesisir Barat
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Lifestyle
    • Entertainment
    • Hiburan
    • Fashion
  • Network
  • Indeks
  • ePAPER
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Pantau Lampung
  • Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Opini
  • Pendidikan
  • Hiburan
Home Ruang Sastra Prosa

Tanaman Didera Kemarau

Redaksi 03EditorRedaksi 03
Nov 7, 2021
A A
Tanaman Didera Kemarau
ADVERTISEMENT

Rintik hujan bernyanyi di sore muram, seakan sepi di keheningan hutan. Kuakui, ini bukan pertama mendengar kinanti sedih di antara hitamnya belukar. Tapi dulu aku berkasih. Angin ribut yang suaranya mengalahkan derit roda pengangkut batu bara pun tak sanggup mengusik tenangku. Kekasihku paling bisa membuatku tersenyum meski kadang perasaannya sebagaimana tanaman didera kemarau panjang. Orang yang paling kusayang selalu datang dari arah belakang lalu menutup kedua mataku seraya bertanya tentang kepada perempuan mana cintaku tertuju—itu terjadi ketika aku melamunkan berbagai pelik.

Gerimis belum juga merinai sedangkan tanah telah tergenang. Mata hatiku mencari yang tercantik di pucuk bunga asoka dan pada segarnya warna buah belimbing mungil bermandi hujan.

Kureguk kopi yang hangatnya mulai menyerah, kunyalakan rokok terakhir sekadar meredakan sesak percintaan. Tapi awan hitam masih juga selaik nenek yang membenci cucunya dan kilat seolah ingin membelah kepala.

BeritaTerkait

Tersangka Baru Korupsi Proyek Gerbang Rumah Jabatan Bupati Lamtim Terungkap, Alur Korupsi Makin Jelas

DELAPAN KEPALA RUMAH TANGGA NANGIS KARENA PECANDU SABU

Petuah mengatakan, cinta lebih indah dari pada taman. Pabila taman memberi kita riang dengan segala kecerahannya maka rasa dari yang bentuknya seperti dataran bulan itu sanggup membuat kita tersenyum sendiri di kamar mandi atau di depan cermin yang agak retak.

Pujangga juga menjelaskan, cinta adalah vodka atau ganja yang candunya begitu nikmat karena sanggup membuat kita seolah tanpa prahara. Tapi lama kelamaan akan membuat kita tak berdaya di tengah kemajuan dunia.

ADVERTISEMENT

Kureguk lagi kopi yang hangatnya benar-benar kalah. Bintang atau bulan tak akan datang. Sudah tiba waktuku

2021

Tags: #pantau lampung#prosa muhammad alfariezie#tanaman didera kemarau
ShareTweetSendShare
Previous Post

Gema Puan Bergerak, Puan Maharani Rawat Pancasila Untuk Indonesia

Next Post

Malam Nanti, Lamban Sastra-Nuwo Kebun Rayakan Hari Pahlawan

Related Posts

Uncategorized

Как открыть и начать играть

Jan 15, 2026
Uncategorized

The Rise of Live Dealer Games in Online Casinos

Jan 15, 2026
Uncategorized

Rulet Canlı Krupiye Taktikleri: Kazanma Yolları ve Stratejileri

Jan 15, 2026
Uncategorized

Der Aufstieg mobiler Casinos: Trends und Zukunftsaussichten

Jan 14, 2026
Uncategorized

Free Live Roulette Game: A Comprehensive Overview

Jan 13, 2026
Uncategorized

non gamstop casinos reopen account

Jan 13, 2026
Next Post
Malam Nanti, Lamban Sastra-Nuwo Kebun Rayakan Hari Pahlawan

Malam Nanti, Lamban Sastra-Nuwo Kebun Rayakan Hari Pahlawan

Seniman, Pejabat, Politisi Mengenang Pahlawan

Seniman, Pejabat, Politisi Mengenang Pahlawan

Isbedy Baca Puisi Hari Pahlawan di TVRI Lampung

Isbedy Baca Puisi Hari Pahlawan di TVRI Lampung

Mengharap Cinta di Nuwo Kebun Pattimura

Mengharap Cinta di Nuwo Kebun Pattimura

Galeri Nasional Gandeng Taman Budaya Lampung

Galeri Nasional Gandeng Taman Budaya Lampung

banner 300250

Berita Terkini

  • Bedah Buku Kota Kelabu: Fitria Novita Rahma Hadirkan Puisi Penuh Ketabahan
  • Dari Ayah ke Anak: Isbedy Stiawan ZS Wariskan Api Sastra di Lampung
  • Edwin Apriandi Resmi Nahkodai PWI Lampung Selatan, Fokus Profesionalisme Wartawan
  • PWI Lampung Percayakan Dewan Kehormatan kepada Adi Kurniawan
  • BK DPRD Bandar Lampung Tegur Heti Friskatati atas Pelanggaran Etik Wakil Rakyat
Pantau Lampung

Selamat datang di Pantau Lampung, portal berita yang mengabarkan secara cermat dan tepat tentang berbagai peristiwa dan perkembangan terkini di Provinsi Lampung. Kami hadir untuk menjadi sumber informasi terpercaya bagi masyarakat Lampung dan pembaca di seluruh Indonesia.

  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 Pantaulampung.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Pojok Lampung
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ruwa Jurai
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Pesisir Barat
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Lifestyle
    • Entertainment
    • Hiburan
    • Fashion
  • Network
  • Indeks
  • ePAPER

© 2024 Pantaulampung.com - All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In