PANTAU LAMPUNG– Relawan pasangan calon nomor urut 2, Nanda-Anton, melaporkan perusakan puluhan banner kecil dan besar di sejumlah lokasi di Desa Gebang, Kecamatan Teluk Pandan, oleh orang tidak dikenal. Laporan resmi tersebut disampaikan ke Panwascam Teluk Pandan pada Kamis, 10 Oktober 2024, dengan didampingi oleh Ketua Tim Pemenangan Koalisi Untuk Rakyat (KUR), Muzakar.
“Pada hari ini, kami telah resmi melaporkan kejadian ini dan laporan kami diterima oleh Panwascam Teluk Pandan,” ujar Hendrik Putra Jaya, akrab disapa Bayong, kepada wartawan di kantor Panwaslu Kecamatan Teluk Pandan.
Bayong menjelaskan bahwa perusakan banner terjadi pada Rabu, sekitar pukul 16.17 WIB, di Dusun Gebang Induk dan Dusun Seribu. Ia menyebutkan bahwa pihak Panwascam Teluk Pandan telah melakukan pengambilan keterangan dari saksi-saksi yang ada di lokasi kejadian.
“Laporan ini telah dicatat dalam berita acara dan kami juga telah memberikan berbagai bukti untuk ditindaklanjuti,” imbuh Bayong.
Sementara itu, Muzakar menjelaskan bahwa setelah perusakan banner pasangan Nanda-Anton, pihaknya segera berkomunikasi dengan tim pemenangan untuk melaporkan kejadian tersebut ke Panwascam. “Alhamdulillah, laporan kami diterima dengan baik, dan mereka berjanji akan menindaklanjutinya. Namun, saya juga mengajak seluruh tim pemenangan untuk tetap berfokus pada kesuksesan Pilkada,” katanya.
Ia menambahkan, “Kami harus bersosialisasi dengan cara yang santun agar tidak timbul ketegangan yang tidak diinginkan. Hal ini penting untuk ditanamkan kepada seluruh anggota tim pemenangan di Kecamatan Teluk Pandan.”
Ketua Panwascam Teluk Pandan, Mukhlis Sholihin, mengonfirmasi bahwa laporan dari Ketua Tim Pemenangan paslon Nanda-Anton dan relawan Hendrik Bayong telah diterima. “Kami akan menindaklanjuti laporan ini dengan berkoordinasi langsung dengan Pimpinan Bawaslu Kabupaten Pesawaran untuk menentukan apakah ini memenuhi unsur pelanggaran atau tidak,” jelas Mukhlis di Sekretariat Panwascam Teluk Pandan.***












