oleh

Percepatan Investasi di Kabupaten Lampung Selatan, dari Garansi Bupati hingga Pembenahan Perizinan Berbasis Teknologi Terintegrasi

Pelabuhan Bakauheni. foto: ist

Lampung Selatan – Kabupaten Lampung Selatan seolah tak pernah berhenti dalam melakukan berbagai inovasi yang terkait erat dengan upaya peningkatan investasi daerah baik dari luar maupun dalam negeri.

Ditunjang dengan strategisnya wilayah, Kabupaten Lampung Selatan yang dikenal sebagai “Pintu Gerbang Pulau Sumatera” itu terus memacu peningkatan investasi untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) sekaligus sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui ketersediaan lapangan pekerjaan.

Dengan ditunjang letak geografis yang potensial itu pulalah, Bupati Lampung Selatan, Nanang Ermanto jeli melihat peluang tersebut khususnya pada sektor investasi dengan melakukan berbagai inovasi baik di bidang teknologi hingga jaminan keamanan terhadap para investor di seluruh wilayah Kabupaten Lampung Selatan.

Kini, sejak beberapa tahun terakhir, iklim investasi di Kabupaten Lampung Selatan terus menunjukkan trend peningkatan, dengan laju pertumbuhan investasi rata-rata hingga 20 persen tiap tahunnya, Kabupaten Lampung Selatan kini lebih optimis menatap masa depan daerah yang lebih maju dan mampu bersaing tak hanya dengan kabupaten lain yang ada di Provinsi Lampung tapi juga kabupaten lain yang ada di Indonesia.

Kabupaten Lampung Selatan sebagai Daerah Potensi Investasi Tinggi di Indonesia

Seperti diketahui, Kabupaten Lampung Selatan masuk dalam bagian dari 57 kabupaten di Indonesia yang memiliki tingkat investasi tinggi di Indonesia berdasarkan keputusan langsung dari pemerintah pusat.

Penetapan dari pemerintah pusat ini tentu amat strategis, karena dari total 514 kabupaten/kota yang ada di Indonesia, tak semuanya atau hanya sekitar 10 persen kabupaten/kota yang masuk dalam kategori tingkat investasi tinggi yang potensial dan amat direkomendasikan sebagai daerah yang paling utama di Indonesia sebagai sasaran investasi baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri.

Di sisi lain kerja keras Bupati Lampung Selatan, Nanang Ermanto dalam memimpin kabupaten ini juga cukup diacungi jempol, banyak pembenahan yang ia lakukan khususnya dalam hal memberikan jaminan dan kemudahan berinvestasi di Lampung Selatan (Lamsel).

Bupati Nanang Ermanto bahkan kerap terjun langsung dalam banyak kesempatan termasuk rutin melakukan sidak sekaligus mengawasi tiap satuan kerjanya khususnya yang terkait dengan proses perizinan usaha maupun investasi dalam hal ini Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPPTSP).

Pembenahan Wilayah Kecamatan di Lamsel sebagai Pusat Investasi Nasional

Tak hanya pembenahan dalam hal kemudahan proses perizinan, Bupati Nanang Ermanto juga secara khusus melakukan pemetaan 8 kecamatan dari total 17 kecamatan yang ada di Kabupaten Lamsel yang dianggap ideal sebagai wilayah yang memiliki potensi investasi tinggi.

Delapan kecamatan itu, meliputi; Kecamatan Penengahan, Kecamatan Bakauheni, Kecamatan Kalianda, Sidomulyo, Katibung, Tanjungbintang, Natar dan Kecamatan Jatimulyo. Kecamatan-kecamatan ini bahkan jauh sebelum ditetapkan sebagai potensi investasi tinggi sudah sejak lama diminati oleh kalangan investor.

Kecamatan Tanjungbintang misalnya, daerah ini sudah sejak lama dikenal sebagai kawasan industri terintegrasi dan menjadi kawasan paling ideal sebagai kawasan investasi yang potensial baik untuk investasi dalam negeri maupun luar negeri.

Terlebih lagi, akses dari Kecamatan Tanjungbintang menuju pelabuhan internasional Panjang yang terbilang dekat kian menjadikan daerah ini begitu strategis untuk menunjang distribusi import maupun eksport barang.

Demikian halnya dengan Kecamatan Natar. Kecamatan ini juga mulai banyak bermunculan industri-industri berskala nasional dengan nilai investasi yang sangat besar. Daya dukung daerah ini adalah keberadaan bandar udara (bandara) internasional Radin Inten II yang menjadi bandara utama Provinsi Lampung yang juga terletak di Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan.

Bakauheni Harbour City

Rancangan pembangunan Bakauheni Harbour City (BHC). foto: ist

Tak hanya itu saja, Kecamatan Bakauheni yang menjadi akses utama arus distribusi barang melalui jalur penyeberangan laut lintasan Bakauheni – Merak juga tak kalah potensialnya. Nilai ekonomis lainnya dari wilayah kecamatan ini adalah keberadaan pintu tol utama Jalan Tol Trans Sumatera yang saling terkoneksi dengan wilayah maupun provinsi lain di Pulau Sumatera.

Selain itu, saat ini PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) juga tengah serius menggarap Bakauheni Harbour City (BHC) yang akan dijadikan sebagai kawasan obyek wisata terpadu dengan ikon utamanya Menara Siger.

Proyek strategis nasional dengan nilai investasi dalam negeri yang sangat besar ini bahkan didukung langsung oleh tiga menteri sekaligus, yakni; Menteri BUMN, Menteri Perhubungan dan Menparekraf.

BHC yang mulai melakukan ground breaking pada 27 Oktober 2021 itu, nantinya akan dilengkapi berbagai fasilitas publik seperti masjid, area khusus untuk UMKM, creative hub dan housing development and entrepreneurship center BHC serta taman budaya, yakni; Krakatau Park.

BHC yang dibangun di atas lahan seluas 214 hektare ini disebut bakal menjadi waterfront city terbesar dan bertaraf internasional sebagai kawasan wisata tepi laut yang saling terkoneksi.

Dirut PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero), Ira Puspadewi bahkan meyakini selain akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Lamsel khususnya, keberadaan BHC juga akan meningkatkan arus pergerakan angkutan penyeberangan terlebih dengan keberadaan Jalan Tol Trans Sumatera yang sudah terkoneksi dengan Pelabuhan Bakauheni.

Jaminan Investasi yang Mudah, Cepat dan Aman

Untuk lebih meningkatkan minat investasi di delapan kecamatan ini, pembenahan infrastruktur hingga jaminan keamanan di tiap wilayah yang masuk dalam Kabupaten Lampung Selatan juga terus dioptimalkan.

Sehingga, dengan berbagai posisinya yang amat strategis ini pulalah yang menempatkan Kabupaten Lampung Selatan sebagai kawasan dengan peluang investasi tinggi di Indonesia.

Dalam berbagai forum investasi baik di tingkat nasional maupun daerah, Bupati Lamsel, Nanang Ermanto selalu memberikan jaminan kemudahan proses berbagai perizinan di Kabupaten Lampung Selatan.

Garansi Bupati Lampung Selatan

Bupati Lamsel, Nanang Ermanto ketika berdiskusi dengan para pelaku usaha di Kabupaten Lamsel. foto: ist

Bupati Nanang Ermanto juga dengan tangan terbuka menyambut dan memberikan jaminan proses investasi bagi para investor secara mudah, cepat dan aman. Ia bahkan menjadikan dirinya sebagai garansi bagi para pelaku usaha yang ingin berinvestasi di Lamsel termasuk melaporkan kepadanya jika ada oknum yang melakukan pungutan tidak resmi (pungli).

“Saya selaku Bupati Lamsel dan jajaran Pemkab Lamsel akan memberikan jaminan keamanan sekaligus kenyamanan berinvestasi disini. Dan, jika ada oknum yang bermain, segera laporkan kepada saya. Siapapun bisa mengakses dan menghubungi nomor handphone saya, untuk melaporkan jika ada pegawai kami yang nakal,” tegas Nanang Ermanto.

Pemberian jaminan bagi dunia usaha di Lamsel ini, diakui Nanang Ermanto memiliki dampak positif bagi kemajuan daerah tak hanya untuk pembangunan Lamsel tapi juga peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui ketersediaan lapangan pekerjaan.

Bahkan, keberadaan para pelaku usaha di Lamsel juga memiliki peran penting khususnya dalam hal tanggung jawab sosial perusahaan yakni; CSR yang banyak membantu berbagai program pembangunan di Lamsel.

“Saya sebagai Bupati Lampung Selatan akan memberikan garansi kepada investor yang menanamkan investasinya disini. Jika ada oknum yang melakukan pungli atau sengaja mempersulit investor di Lampung Selatan, saya yang akan menindaknya secara langsung!,” tegas Nanang Ermanto.

Inovasi Investasi Berbasis Teknologi Digital yang Terintegrasi

Sebagai wujud keseriusan Pemkab Lampung Selatan khususnya dalam menyesuaikan perkembangan teknologi, sejak awal tahun 2019 lalu, Bupati Nanang Ermanto menginstruksikan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPPTSP) untuk mengembangkan aplikasi khusus yang terintegrasi yakni; aplikasi Online Single Submission (OSS).

Aplikasi canggih yang dikembangkan secara khusus untuk para investor yang berniat menanamkan modalnya di Lampung Selatan ini bahkan sudah terintegrasi secara langsung dengan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Dengan aplikasi OSS ini pula, beragam perizinan bisa dengan mudah dan cepat dibuat oleh para pelaku usaha baik Usaha Mikro, Kecil dan Menengah tapi juga pelaku usaha berskala besar dalam hal ini investor yang ingin menanamkan modalnya di Lampung Selatan.

Alur Mekanisme OSS untuk Memperoleh NIB bagi Investor

Secara teknis alur kerja aplikasi digital OSS adalah upaya untuk investor memperoleh Nomor Induk Berusaha (NIB) sebagai akses untuk membuat perizinan usaha lainnya yang saling terkait.

Mekanismenya, pelaku usaha mengakses aplikasi OSS kemudian mengisi data terkait pembangunan perusahaan, seperti data perusahaan, pemegang saham, kepemilikan modal, rencana penggunaan tenaga kerja hingga rencana fasilitas perpajakan dan kepabeanan.

Kemudian, OSS akan melakukan validasi data termasuk memeriksa kemungkinan jenis investasi masuk dalam Daftar Negatif Investasi (DNI), selanjutnya OSS akan menerbitkan Nomor Induk Berusaha kepada investor secara langsung. Selain untuk mengurus perizinan terkait lainnya, NIB juga sudah berfungsi sebagai TDP, API hingga akses kepabeanan.

Melihat efektifitas aplikasi ini pula, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan bahkan mensosialisasikan keberadaan aplikasi ini tak hanya kepada para investor, pelaku usaha tapi juga masyarakat.

Selain itu, keberadaan aplikasi ini juga sudah menjangkau hingga ke tingkat kecamatan yang ada di seluruh wilayah Kabupaten Lamsel, dengan memberikan input secara langsung kepada staf yang ada di tiap kecamatan ketika ada investor yang tertarik menanamkan modalnya di kecamatan masing-masing.

Keberhasilan Aplikasi OSS Terhadap Iklim Investasi di Kabupaten Lampung Selatan

Sejak aplikasi ini diluncurkan di Kabupaten Lamsel, terbukti iklim investasi mengalami pertumbuhan yang sangat signifikan bahkan hingga 20 persen dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Beberapa investor yang menanamkan modalnya di Lampung Selatan melalui aplikasi ini diantaranya seperti jaringan hotel berbintang lima hingga investasi di bidang pengembangan kawasan wisata terpadu di kawasan Bakauheni, Lamsel dengan nilai investasi yang sangat signifikan.

Keberadaan aplikasi ini juga secara langsung berdampak pada meningkatnya potensi pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Lampung Selatan bahkan hingga ratusan persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Selain itu, Kabupaten Lampung Selatan juga berhasil lepas dari kategori kabupaten miskin di Lampung melalui optimalisasi peluang investasi melalui berbagai jaminan hingga pengembangan proses perizinan berbasis teknologi.

Aplikasi OSS Lamsel Memperoleh Apresiasi Khusus dari Ombudsman RI

Keberadaan aplikasi OSS yang dikelola oleh Kabupaten Lampung Selatan ini pula mendapat apresiasi secara khusus oleh Ombudsman Republik Indonesia karena memiliki dampak sekaligus terobosan yang positif untuk kian meningkatkan iklim investasi di Lampung Selatan.

Kini, Kabupaten Lampung Selatan optimis menatap masa depan melalui berbagai peluang investasi yang strategis baik dari dalam negeri maupun luar negeri demi kemajuan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Lampung Selatan secara keseluruhan. Aditya Akbarsyah