oleh

Baca Puisi dan Bernyanyi Peringati Hari Air juga Hari Puisi Sedunia

BANDAR LAMPUNG, PL– Sejumlah seniman Lampung dan pedulia alam akan memperingati Hari Air dan Hari Puisi Sedunia, Sabtu (26/03/2022) pukul 17.00.

Acara yang dikemas baca puisi dan menyanyi itu ditaja Forum CSR Lampung dan Ruang Isbedy Stiawan ZS itu berlangsung di Point of View Café, Jl. P. Tirtayasa No. 200, Sukabumi Indah, Sukabumi, Bandar Lampung.

Ketua Forum CSR Lampung, Saptarini, mengajak masyarakat peduli pada alam, khususnya air. “Lewat untaian puisi tentang air yang dibacakan penyair atau pembaca puisi serta dendang, dapat menggugah kesadaran menjaga lingkungan,” kata Sapta.

Dalam undangan dikemas sederhana, baris-baris puisi yang ditulis Paus Sastra Lampung, Isbedy Stiawan ZS, demikian:

bumi ini ada karena air dan tanah
Indonesia disebut negara 
sebab punya tanah air
manusia tanpa air, tak 
‘kan lama bertahan

“Dengan  secangkir kopi bayar sendiri, baca puisi dan tarikan nada, suara hati makin memaknai berartinya air dan alam yang lestari untuk generasi kini dan nanti,” ucap Saptarini.

Ia juga berharap kegiatan ini diramaikan juga para akademisi. Untuk itu ia mengundang bisa hadir bersama memperingati Hari Air. “Semoga ada waktu sesi diskusi,” katanya, Kamis (24/03/2022).

Terpisah, Isbedy mengatakan bahwa perbandingan air dan tanah (daratan) di bumi adalah 2/3 dan 1/3. “Saya pernah membaca kalau di Alqura, perbandingannya adalah 71 dan 29 persen,” kata Isbedy.

Tapi, kini apakah perbandingan itu masih tetap. “Jangan-jangan seperti dikatakan Tuhan dalam Alquran, kini telah tampak kerusakan di bumi ini karena ulah tangan manusia,” lanjutnya.

Sejumlah seniman yang siap hadir dan baca puisi serta bermusik, di antaranya Isbedy Stiawan ZS, Paus Sastra Lampung; Saptarini, Ketua Forum CSR Lampung; Agusri Junaidi, penyair; Muhammad Alfariezie, penyair; Erika Novalia Sani, pembaca puisi; Devin Nodestyo, penyair dari Kober; Gufran Ars, penyair dan dosen UTI Lampung; Torro Biyas, aktor/pembaca puisi; Yulizar Fadli, aktor KoBer/cerpenis; Rahmat Widianto/musisi.

Penampil bisa bertambah saat kegiatan berlangsung. “Peserta yang hadir boleh ungkapkan perasaannya tentang air,” tutup Isbedy.