PANTAU LAMPUNG- Karya-karya puisi Muhammad Alfariezie dekat dengan postcritical theory dan public humanities yang berkembang kuat pada dekade 2020-an melalui pemikiran Rita Felski. Membaca puisinya dari pendekatan teori tersebut, karya-karya di bawah ini menarik karena tidak berusaha menyembunyikan posisi ideologis penyair di balik metafora yang rumit. Dalam kerangka Felski, sastra tidak hanya dibaca sebagai objek… Lanjutkan membaca Muhammad Alfariezie dan Sastra yang Tak Lagi Bersembunyi di Balik Metafora
Tag: #SastraIndonesia
Dari Banjir hingga Semangka: Simbol Rakyat dalam Puisi Muhammad Alfariezie
PANTAU LAMPUNG- Puisi-puisi Muhammad Alfariezie memperlihatkan ciri kuat yang dapat disebut sebagai Gaya Kritik Lampung, yakni kritik sosial-politik yang disampaikan melalui percampuran fakta lokal, humor sinis, kemustahilan, dan bahasa rakyat sehari-hari. Wali Kota Ngemil Cahaya Di bulan tidak ada awan dan bunga mustahil bermekar tapi wali kota ingin kita terbang tinggalkan taman dan sungai-sungai, berbekal… Lanjutkan membaca Dari Banjir hingga Semangka: Simbol Rakyat dalam Puisi Muhammad Alfariezie
Penyair Muda Indonesia Angkat Kemarahan Sosial Lewat Puisi Satire Politik
PANTAU LAMPUNG- Di tengah maraknya puisi-puisi media sosial yang cenderung ringan dan romantik, hadir sebuah karya dengan nada keras, liar, dan penuh gugatan sosial berjudul “Kebijakan Gila Tanpa Kompromi”. Puisi karya seorang penyair berbakat Indonesia ini memperlihatkan bagaimana sastra masih memiliki fungsi penting sebagai alat kritik terhadap kekuasaan, penyimpangan moral, dan praktik politik yang dianggap… Lanjutkan membaca Penyair Muda Indonesia Angkat Kemarahan Sosial Lewat Puisi Satire Politik
Humor Kasar dan Kritik Sosial Melebur dalam Puisi Karya Muhammad Alfariezie
PANTAU LAMPUNG- Di tengah kecenderungan puisi modern yang sering tenggelam dalam metafora rumit dan bahasa simbolik yang terlalu abstrak, hadir sebuah puisi jenaka namun menyengat berjudul “Bandar Lampung Enggak Sanggung Jajan Bening Klinik”. Puisi karya seorang penyair berbakat Indonesia generasi baru bernama Muhammad Alfariezie ini tampil nyeleneh, vulgar, sekaligus cerdas dalam menyampaikan kritik sosial terhadap… Lanjutkan membaca Humor Kasar dan Kritik Sosial Melebur dalam Puisi Karya Muhammad Alfariezie
Kritik Sastra Postmodern Puisi “Mati Dalam Sunyi (2025)” Karya Muhammad Alfariezie: Dekonstruksi Cinta, Sunyi, dan Keterasingan di Era Pascamodern
PANTAU LAMPUNG- Puisi “Mati Dalam Sunyi” karya Muhammad Alfariezie, penulis asal Bandar Lampung, menghadirkan kisah tragis sepasang kekasih yang memilih hidup terisolasi dari masyarakat dan keluarga, meyakini bahwa cinta mereka cukup untuk menegakkan dunia pribadi. Namun, keputusan itu justru berujung pada kehancuran, kesunyian, dan kematian. Karya ini, meski singkat, menyuguhkan dimensi postmodernisme yang kaya, menolak… Lanjutkan membaca Kritik Sastra Postmodern Puisi “Mati Dalam Sunyi (2025)” Karya Muhammad Alfariezie: Dekonstruksi Cinta, Sunyi, dan Keterasingan di Era Pascamodern
26 Juli Ditetapkan Sebagai Hari Puisi Indonesia, Fadli Zon: Perpuisian Harus Majukan Bangsa
PANTAU LAMPUNG— Malam Sabtu, 26 Juli 2025, menjadi momen bersejarah bagi dunia sastra Tanah Air. Dalam suasana khidmat di Plaza Teater Besar Taman Ismail Marzuki (TIM), Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, secara resmi menetapkan tanggal 26 Juli sebagai Hari Puisi Indonesia (HPI). Penetapan ini diumumkan langsung oleh Fadli Zon dalam rangkaian perayaan HPI ke-13,… Lanjutkan membaca 26 Juli Ditetapkan Sebagai Hari Puisi Indonesia, Fadli Zon: Perpuisian Harus Majukan Bangsa
‘Menungguku Tiba’ Siap Dibedah di Pusat Budaya Sunda UNPAD, Isbedy: Undangan Ini Spesial
PANTAU LAMPUNG- Setelah diluncurkan pada Juni 2025 oleh Lampung Literature, buku puisi Menungguku Tiba karya Isbedy Stiawan ZS akan dibedah di Pusat Budaya Sunda Universitas Padjadjaran (UNPAD) pada Senin, 18 Agustus 2025 pukul 14.00 WIB. Isbedy, yang oleh HB Jassin dijuluki “Paus Sastra Lampung”, menyebut agenda ini sebagai sebuah “undangan spesial” dari Prof. Dr. Ir.… Lanjutkan membaca ‘Menungguku Tiba’ Siap Dibedah di Pusat Budaya Sunda UNPAD, Isbedy: Undangan Ini Spesial
“Menungguku Tiba”: Buku Puisi Terbaru Isbedy Stiawan ZS Mulai Dipesan, Siapa yang Pertama?
PANTAU LAMPUNG- Kabar gembira bagi para pencinta sastra. Buku puisi terbaru karya Isbedy Stiawan ZS bertajuk Menungguku Tiba resmi mulai diedarkan sejak awal Juli 2025. Diterbitkan oleh Lampung Literature, buku ini menjadi persembahan ketiga sang penyair dalam tahun yang sama. “Tepatnya saya baru menerima buku ini sore ini dari percetakan,” ungkap Isbedy pada Jumat, 4… Lanjutkan membaca “Menungguku Tiba”: Buku Puisi Terbaru Isbedy Stiawan ZS Mulai Dipesan, Siapa yang Pertama?
Isbedy Stiawan ZS Menang di Sabah: Satu Puisi, Satu Tanah Air, Satu Suara dari Indonesia
PANTAU LAMPUNG– Satu bait puisi bisa jadi suara dari bangsa. Dan itulah yang dibuktikan oleh Isbedy Stiawan ZS, penyair asal Lampung yang kembali membanggakan Indonesia di pentas sastra dunia. Melalui puisi esainya yang berjudul “Wadas, Apakah Kita Masih Satu Tanah Air?”, Isbedy berhasil meraih Juara II dalam ajang Sayembara Puisi Esai Antarabangsa ke-4 yang diselenggarakan… Lanjutkan membaca Isbedy Stiawan ZS Menang di Sabah: Satu Puisi, Satu Tanah Air, Satu Suara dari Indonesia
Lamban Sastra Resmi Punya Sekretariat di Perpusip Lampung, Wadah Baru Untuk Pengembangan Sastra
PANTAU LAMPUNG – Komunitas literasi Lamban Sastra yang dipimpin oleh sastrawan terkemuka Isbedy Stiawan ZS kini resmi memiliki sekretariat di lantai 2 Gedung Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung (Perpusip). Surat peminjaman ruang telah diterima pada Jumat, 11 April 2025, di hadapan Sekretaris Dinas Perpusip Mulyansyah dan Kabid Pelayanan Peri Darmawan. “Dengan adanya sekretariat ini, kami… Lanjutkan membaca Lamban Sastra Resmi Punya Sekretariat di Perpusip Lampung, Wadah Baru Untuk Pengembangan Sastra