Dari Banjir hingga Semangka: Simbol Rakyat dalam Puisi Muhammad Alfariezie

PANTAU LAMPUNG- Puisi-puisi Muhammad Alfariezie memperlihatkan ciri kuat yang dapat disebut sebagai Gaya Kritik Lampung, yakni kritik sosial-politik yang disampaikan melalui percampuran fakta lokal, humor sinis, kemustahilan, dan bahasa rakyat sehari-hari. Wali Kota Ngemil Cahaya Di bulan tidak ada awan dan bunga mustahil bermekar tapi wali kota ingin kita terbang tinggalkan taman dan sungai-sungai, berbekal… Lanjutkan membaca Dari Banjir hingga Semangka: Simbol Rakyat dalam Puisi Muhammad Alfariezie

Pekan Kebudayaan Daerah Lampung Resmi Digelar, Isbedy dan Dzafira Tampil Memukau di Hari Terakhir

PANTAU LAMPUNG — Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) Lampung resmi dibuka hari ini, Senin 29 Oktober 2025, oleh UPT Taman Budaya Lampung, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung. Acara yang berlangsung hingga Sabtu, 25 Oktober 2025, dijadwalkan menampilkan rangkaian kegiatan seni dan budaya dari seniman serta komunitas lokal, termasuk seminar seni, pementasan teater, dan pertunjukan puisi yang… Lanjutkan membaca Pekan Kebudayaan Daerah Lampung Resmi Digelar, Isbedy dan Dzafira Tampil Memukau di Hari Terakhir

Bahasa Lampung di Ujung Tanduk: Puisi Terjemahan Jadi Senjata Melawan Kepunahan

PANTAU LAMPUNG- Bahasa Lampung kini menghadapi ancaman serius kepunahan. Minimnya generasi muda yang aktif menggunakan bahasa ibu ini membuat eksistensinya kian memudar di tengah arus globalisasi. Namun, ada secercah harapan lahir dari upaya kreatif melalui karya sastra, khususnya puisi terjemahan ke dalam bahasa Lampung. Langkah ini digaungkan Djuhardi Basri, dosen bahasa dan sastra Indonesia Universitas… Lanjutkan membaca Bahasa Lampung di Ujung Tanduk: Puisi Terjemahan Jadi Senjata Melawan Kepunahan