• Redaksi
  • Tentang Kami
Kamis, Januari 15, 2026
Pantau Lampung
  • Beranda
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Pojok Lampung
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ruwa Jurai
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Pesisir Barat
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Lifestyle
    • Entertainment
    • Hiburan
    • Fashion
  • Network
  • Indeks
  • ePAPER
No Result
View All Result
Pantau Lampung
  • Beranda
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Pojok Lampung
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ruwa Jurai
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Pesisir Barat
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Lifestyle
    • Entertainment
    • Hiburan
    • Fashion
  • Network
  • Indeks
  • ePAPER
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Pantau Lampung
  • Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Opini
  • Pendidikan
  • Hiburan
Home Berita

Bedah Buku Kota Kelabu: Fitria Novita Rahma Hadirkan Puisi Penuh Ketabahan

MeldaEditorMelda
Jan 15, 2026
A A
Bedah Buku Kota Kelabu: Fitria Novita Rahma Hadirkan Puisi Penuh Ketabahan
ADVERTISEMENT

PANTAU LAMPUNG- Suasana Teater Tertutup Taman Budaya Lampung berubah menjadi hening penuh perasaan saat penyair muda asal Desa Palas Jaya, Fitria Novita Rahma, melantunkan puisi pembuka dalam acara Bedah Buku Kota Kelabu, Kamis (15/1/2026). Dengan suara tenang namun menghunjam, Fitria menghadirkan puisi yang bukan sekadar rangkaian kata, melainkan kesaksian hidup tentang luka, ketabahan, dan harapan yang bangkit dari keterbatasan.

Penampilan Fitria menjadi salah satu momen paling emosional dalam agenda sastra tersebut, sekaligus menegaskan bahwa sastra Lampung terus melahirkan suara-suara baru yang autentik dan menggugah.

Puisi sebagai Suara Kehidupan dari Palas Jaya

Berasal dari Desa Palas Jaya, Lampung Selatan, Fitria Novita Rahma tumbuh jauh dari hiruk-pikuk pusat kesenian. Namun, keterbatasan geografis tak membatasi kedalaman batinnya dalam meresapi kehidupan.

BeritaTerkait

Dari Ayah ke Anak: Isbedy Stiawan ZS Wariskan Api Sastra di Lampung

Dengan Puisi Hikayat Sinar yang Disangkal, Muhammad Alfariezie Hadirkan Liris Kontemplatif yang Mendalam

Puisi yang ia bacakan pada Bedah Buku Kota Kelabu menggambarkan perjalanan manusia menghadapi kehilangan, keterasingan, dan upaya berdamai dengan keadaan. Penonton larut dalam suasana, menyimak setiap bait yang terasa jujur dan personal.

Banyak hadirin menilai, kekuatan puisi Fitria terletak pada kejujuran pengalaman hidup yang ia sampaikan tanpa berlebihan, tetapi tepat mengenai rasa.

ADVERTISEMENT

Luka, Kecelakaan, dan Jalan Sunyi Menuju Sastra

Di balik penampilannya yang tenang di atas panggung, Fitria menyimpan kisah hidup yang tidak ringan. Sebuah kecelakaan besar pernah mengubah jalan hidupnya secara drastis. Peristiwa itu memaksanya berhadapan dengan kenyataan baru yang penuh keterbatasan, sekaligus ujian mental dan emosional.

Dalam kondisi itulah, puisi hadir sebagai ruang penyembuhan. Kata-kata menjadi tempat Fitria menumpahkan rasa sakit, ketakutan, hingga harapan yang perlahan ia bangun kembali.

“Puisi membuat saya bisa berbicara tanpa harus menjelaskan segalanya,” ungkap Fitria usai tampil.

Peran Pendamping: Pemulihan yang Menyentuh Batin

Proses bangkit Fitria tidak berjalan sendiri. Ia didampingi Mardiah Ningsih, seorang praktisi kesehatan yang berperan penting dalam pemulihan fisik dan mentalnya. Pendampingan tersebut bukan sekadar hubungan profesional, tetapi berkembang menjadi ikatan empati dan kepercayaan.

Mardiah memastikan Fitria tidak hanya pulih secara medis, tetapi juga kembali percaya pada dirinya sendiri dan pada mimpi-mimpinya.

“Pemulihan itu bukan hanya soal tubuh, tetapi soal keyakinan bahwa hidup tetap bermakna,” kata Mardiah.

Bedah Buku Kota Kelabu dan Ruang Aman bagi Penyair Muda

Acara Bedah Buku Kota Kelabu menjadi ruang aman bagi para penulis dan penyair muda Lampung untuk menyuarakan pengalaman hidup mereka. Forum ini tidak hanya membedah karya secara akademis, tetapi juga merayakan proses kreatif yang lahir dari pergulatan personal.

Kehadiran Fitria Novita Rahma memperkaya diskusi, menunjukkan bahwa sastra mampu menjembatani pengalaman individu dengan kesadaran kolektif.

Sastra sebagai Jalan Hidup dan Perlawanan Sunyi

Bagi Fitria, puisi bukan sekadar karya seni, melainkan jalan hidup. Melalui sastra, ia memperjuangkan hak untuk bersuara, untuk dilihat, dan untuk diakui sebagai manusia seutuhnya.

Dari Palas Jaya hingga panggung Taman Budaya Lampung, perjalanan Fitria menjadi bukti bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berkarya. Justru dari luka itulah lahir puisi yang jujur, kuat, dan menggetarkan.***

Source: ALFARIEZIE
Tags: * Bedah Buku Kota Kelabu* Puisi dan KetabahanFitria Novita RahmaPenyair Muda LampungRegenerasi SastraSastra LampungTaman Budaya Lampung
ShareTweetSendShare
Previous Post

Dari Ayah ke Anak: Isbedy Stiawan ZS Wariskan Api Sastra di Lampung

Related Posts

Dari Ayah ke Anak: Isbedy Stiawan ZS Wariskan Api Sastra di Lampung
Berita

Dari Ayah ke Anak: Isbedy Stiawan ZS Wariskan Api Sastra di Lampung

Jan 15, 2026
Edwin Apriandi Resmi Nahkodai PWI Lampung Selatan, Fokus Profesionalisme Wartawan
Berita

Edwin Apriandi Resmi Nahkodai PWI Lampung Selatan, Fokus Profesionalisme Wartawan

Jan 15, 2026
PWI Lampung Percayakan Dewan Kehormatan kepada Adi Kurniawan
Bandar Lampung

PWI Lampung Percayakan Dewan Kehormatan kepada Adi Kurniawan

Jan 15, 2026
BK DPRD Bandar Lampung Tegur Heti Friskatati atas Pelanggaran Etik Wakil Rakyat
Bandar Lampung

BK DPRD Bandar Lampung Tegur Heti Friskatati atas Pelanggaran Etik Wakil Rakyat

Jan 15, 2026
Di Konferkab IX PWI, Bupati Lampung Selatan Soroti Peran Pers Lawan Hoaks
Berita

Di Konferkab IX PWI, Bupati Lampung Selatan Soroti Peran Pers Lawan Hoaks

Jan 15, 2026
Perkuat Kepastian Hukum Aset, 90 Sertipikat Hak Pakai Diserahkan ke Pemda Pringsewu
Berita

Perkuat Kepastian Hukum Aset, 90 Sertipikat Hak Pakai Diserahkan ke Pemda Pringsewu

Jan 15, 2026
banner 300250

Berita Terkini

  • Bedah Buku Kota Kelabu: Fitria Novita Rahma Hadirkan Puisi Penuh Ketabahan
  • Dari Ayah ke Anak: Isbedy Stiawan ZS Wariskan Api Sastra di Lampung
  • Edwin Apriandi Resmi Nahkodai PWI Lampung Selatan, Fokus Profesionalisme Wartawan
  • PWI Lampung Percayakan Dewan Kehormatan kepada Adi Kurniawan
  • BK DPRD Bandar Lampung Tegur Heti Friskatati atas Pelanggaran Etik Wakil Rakyat
Pantau Lampung

Selamat datang di Pantau Lampung, portal berita yang mengabarkan secara cermat dan tepat tentang berbagai peristiwa dan perkembangan terkini di Provinsi Lampung. Kami hadir untuk menjadi sumber informasi terpercaya bagi masyarakat Lampung dan pembaca di seluruh Indonesia.

  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 Pantaulampung.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Pojok Lampung
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ruwa Jurai
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Pesisir Barat
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Lifestyle
    • Entertainment
    • Hiburan
    • Fashion
  • Network
  • Indeks
  • ePAPER

© 2024 Pantaulampung.com - All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In