Aksi Perubahan Tanggap Banawa: Relokasi Kapal Banawa Sekaligus Optimalisasi Pelabuhan Teluk Betung
PANTAU LAMPUNG – Dalam rangka mendukung penuh rencana relokasi basis operasional KM Banawa Nusantara 57 dan KM Banawa Nusantara 124 ke Pelabuhan Teluk Betung, Dinas Perhubungan Provinsi Lampung melalui Seksi Fasilitas dan Kepelabuhan melaksanakan koordinasi dengan KSOP Panjang.
Pelaksanaan Aksi Perubahan Kinerja Organisasi Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan I Tahun 2026 dengan judul “TANGGAP – BANAWA” (Tata Kelola Angkutan Kepulauan yang Terintegrasi melalui Relokasi Kapal Banawa dan Optimalisasi Pelabuhan Teluk Betung).
Dimana UPTD Kepelabuhan Dinas Perhubungan Provinsi Lampung merencanakan relokasi pangkalan sandar operasional KM Banawa Nusantara 57 dan KM Banawa Nusantara 124 dari Dermaga Wisata Mutun (pihak ketiga) ke Pelabuhan Teluk Betung (Gudang Agen) yang merupakan aset Barang Milik Daerah (BMD) Pemerintah Provinsi Lampung.
Melalui Kepala Seksi (Kasi) Fasilitas dan Kepelabuhan Dishub Lampung, Helmi Ady, SIP., ST., MIP, menjelaskan tujuan
koordinasi tersebut untuk mengonsultasikan rencana alih basis sandar fisik KM Banawa 57 dan KM Banawa 124 ke Pelabuhan Teluk Betung serta membahas skema perizinan kesyahbandaran, kelaiklautan kapal, serta kelayakan teknis alur dan fasilitas sandar.
“Selain itu juga untuk membangun sinergi kelembagaan dan pembagian peran antara UPTD Kepelabuhan Dishub Provinsi Lampung dengan KSOP Kelas I Panjang demi menjamin keselamatan pelayaran (zero accident),” kata Helmy, Jumat, 2 Oktober 2026.
Selain itu juga, lanjut Helmy, poin-poin hasil koordinasi dan pembahasan teknis yakni menguraikan urgensi relokasi kapal untuk efisiensi anggaran sewa tambat APBD sebesar Rp24.000.000,-/tahun serta optimalisasi aset Pelabuhan Teluk Betung yang saat ini idle.
“Dan juga memaparkan kesiapan Tim Efektif (Tim Pokja Operasional & Relokasi serta Pokja Digitalisasi & IT),” ujarnya.
“Kami juga menyampaikan rancangan alur pelayanan terpadu dan uji coba Pilot Project Sistem Manifest Kepelabuhanan untuk penumpang dan logistik sembako/gas/air warga Pulau Legundi,” tambahnya.
Sementara itu, kata Helmy, tanggapan dan masukan teknis dari KSOP Kelas 1 Panjang, mendukung penuh langkah inovasi optimalisasi aset Pemprov dan relokasi operasional Kapal Banawa Nusantara.
“Pihak KSOP menegaskan pentingnya pelaksanaan survei kelayakan teknis lapangan bersama (joint inspection) untuk menguji kedalaman alur, struktur dermaga Gudang Agen Teluk Betung, dan daya dukung fasilitas fender/bolder,” kata Helmy.
Terkait perizinan kesyahbandaran, lanjut Helmy, KSOP menyarankan agar UPTD Kepelabuhan segera menyusun dan mengintegrasikan Draft SOP Operasional Terpadu yang mencakup standar keselamatan pelayaran, penanganan kedaruratan, serta manifest digital sebelum peluncuran resmi operasional.
“Jadi kesimpulannya, pertama, KSOP Kelas I Panjang menyetujui dan mendukung penuh rencana relokasi basis operasional KM Banawa Nusantara 57 dan KM Banawa Nusantara 124 ke Pelabuhan Teluk Betung,” kata dia.
“Kedua, prosedur perizinan kesyahbandaran dan penetapan kelayakan sandar akan ditindaklanjuti melalui mekanisme peninjauan teknis lapangan dan penyempurnaan SOP Terpadu,” lanjut Helmy lagi.
Selain membahas Relokasi Kapal Banawa, lanjut Helmy, pihaknya juga melakukan Pengawasan Operasional Pelayanan KM Banawa Nusantara dari Dermaga Teluk Betung – Pulau Legundi (PP).
“Kami juga sudah melaksanakan perjalanan dinas dalam rangka Pengawasan Operasional Pelayanan KM Banawa Nusantara dari Dermaga Teluk Betung – Pulau Legundi (PP) Pelayanan KM Banawa Nusantara kepada Masyarakat Pulau Legundi dan sekitarnya diberikan sebulan sekali setiap Hari Selasa pada Minggu keempat,” bebernya.
Untuk rute yang dilayani KM Banawa Nusantara yaitu berangkat dari Dermaga Teluk Betung Pukul 04.00 WIB menjemput penumpang di Desa Siuncal Pulau Legundi, Desa Labuhan Agung Pulau Legundi, Desa Selesung Pulau Legundi dan Desa Keramat Pulau Legundi. Setelah penumpang dijemput semua, kapal menuju Pelabuhan Teluk Betung dan tiba kurang lebih Pukul 10.00 WIB, Selanjutnya penumpang belanja kebutuhan pokok di Bandar Lampung.
Pukul 13.30 WIB penumpang sudah berkumpul kembali di Pelabuhan Teluk Betung dan Pukul 14.00 WIB Kapal KM Banawa Nusantara siap berangkat mengantar pemumpang menuju Pulau Legundi.
‘Disela-sela aktifitas menjemput penumpang di Desa Selesung Pulau Legundi, Kami menyempatkan bersilaturahmi dan memberikan laporan terkait operasional KM Banawa Nusantara kepada Bapak Kepala Desa Pulau Legundi,” kata dia.
Pada prinsipnya masyarakat Pulau Legundi sangat senang dan menyambut baik dengan upaya relokasi Kapal Banawa, Dimana dengan naik dan turunnya (loading-unloding) di Pelabuhan Teluk Betung sangat menguntungkan bagi masyarakat, dan juga jarak tempuh untuk berbelanja lebih dekat dan pulangnya pun tidak perlu tergesa-gesa.
Namun demikian kendala saat ini adalah terhadap pasang surut air, dimana bila kondisi disaat surut berpotensi menghambat laju pemberangkatan atau kepulangan, hal ini juga dikarenakan factor indikasi sendimentasi yang disebabkan oleh lumpur disekitaran Pelabuhan Teluk Betung.
“Harapan dari masyarakat kiranya pelayanan gratis Kapal Banawa dapat dilaksakan 1 bulan 4 kali dan kendala dari potensi sendimentasi dapat diatasi oleh pemerintah daerah,” ungkapnya lagi.***
