• Redaksi
  • Tentang Kami
Rabu, Januari 21, 2026
Pantau Lampung
  • Beranda
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Pojok Lampung
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ruwa Jurai
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Pesisir Barat
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Lifestyle
    • Entertainment
    • Hiburan
    • Fashion
  • Network
  • Indeks
  • ePAPER
No Result
View All Result
Pantau Lampung
  • Beranda
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Pojok Lampung
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ruwa Jurai
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Pesisir Barat
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Lifestyle
    • Entertainment
    • Hiburan
    • Fashion
  • Network
  • Indeks
  • ePAPER
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Pantau Lampung
  • Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Opini
  • Pendidikan
  • Hiburan
Home Olahraga

Parkir Bus Itu Ejekan, Mourinho Menyebutnya Strategi Bertahan Hidup

MeldaEditorMelda
Jan 21, 2026
A A
Parkir Bus Itu Ejekan, Mourinho Menyebutnya Strategi Bertahan Hidup
ADVERTISEMENT

PANTAU LAMPUNG- José Mourinho hari ini sering dijadikan bahan olok-olok. Ia dicap usang, defensif, bahkan dianggap tak relevan dengan sepak bola modern. Namun ada satu paradoks yang jarang dibicarakan secara jujur: jika Mourinho memang seburuk itu, mengapa begitu banyak pelatih ingin menjadi dirinya?

Masalahnya bukan pada Mourinho. Masalahnya pada mereka yang ingin hasil ala Mourinho, tapi menolak membayar harga yang selalu menyertainya.

Kesalahpahaman Bernama “Parkir Bus”

Mourinho kerap disederhanakan sebagai pelatih parkir bus. Padahal, istilah itu lebih sering dipakai sebagai ejekan ketimbang analisis. Apa yang dilakukan Mourinho sejatinya adalah manajemen risiko ekstrem.

BeritaTerkait

Jose Mourinho di Benfica: Musim Krusial dan Tekanan Publik

Stadion Cahaya Jadi Saksi Perjuangan Jose Mourinho dan Benfica di Liga Champions

Ia memahami sepak bola sebagai permainan probabilitas, bukan lomba estetika. Menang 1–0 dengan disiplin total dianggap lebih masuk akal daripada kalah 3–2 demi tepuk tangan media sosial. Mourinho tidak pernah meminta maaf atas pilihan itu, karena baginya kemenangan adalah tujuan, bukan bonus.

Mourinho Tidak Mengajar Indah, Ia Mengajar Bertahan Hidup

Banyak pelatih mengajarkan pola menyerang. Mourinho mengajarkan cara bertahan ketika segalanya runtuh. Ia membentuk tim dengan mental bertahan hidup.

ADVERTISEMENT

Ketika media menyerang, timnya justru dirapatkan. Saat publik meragukan, keraguan itu dijadikan bahan bakar. Ketika dianggap remeh, jawabannya selalu sama: hasil.

Itulah mengapa banyak pemainnya rela habis-habisan. Bukan karena taktiknya memesona, tetapi karena Mourinho selalu berdiri paling depan ketika tekanan datang. Ia menyerap kritik agar ruang ganti tetap utuh.

Media Membenci Mourinho Karena Ia Mengerti Cara Memakainya

Bagi banyak pelatih, konferensi pers adalah ruang defensif. Bagi Mourinho, itu medan perang. Ia tahu kapan harus menyindir wasit tanpa menyebut nama, kapan menyerang sistem tanpa melanggar aturan, dan kapan menciptakan musuh imajiner demi solidaritas tim.

Mourinho paham satu hal penting: tekanan harus dialihkan. Media bukan tempat klarifikasi, melainkan alat distribusi tekanan. Itulah sebabnya ia sering dibenci. Dan justru di situlah efektivitasnya bekerja.

Harga yang Tak Semua Orang Siap Bayar

Banyak pelatih mengaku ingin seperti Mourinho. Tapi sedikit yang siap dengan konsekuensinya. Menjadi Mourinho berarti siap kehilangan simpati publik, siap konflik dengan manajemen, dan siap dipecat lebih cepat dari pelatih lain.

Mourinho bukan arsitek proyek jangka panjang. Ia adalah pemadam kebakaran elit. Datang saat klub kacau, menegakkan disiplin, lalu pergi sebelum euforia berubah jadi kebakaran baru. Klub yang menginginkan stabilitas tapi mempekerjakan Mourinho sering kali tidak paham apa yang mereka beli.

Mengapa Mourinho Masih Relevan

Di tengah sepak bola modern yang dipenuhi jargon progresif, Mourinho mengingatkan satu hal mendasar: menang tetap mata uang utama.

Ia bukan anti-modern. Ia hanya menolak berpura-pura. Di dunia sepak bola yang semakin gemar mengemas kekalahan dengan narasi indah, kejujuran Mourinho terasa ofensif. Bukan karena ia salah, tapi karena ia mengingatkan sesuatu yang tak nyaman.

Mourinho tidak gagal beradaptasi dengan zaman. Justru zaman yang kerap lupa bahwa hasil adalah segalanya. Maka ketika pelatih muda berkata ingin menjadi Mourinho, pertanyaannya bukan soal taktik atau formasi.

Pertanyaannya sederhana: siapkah ia dibenci, demi menang?***

 

Source: ALFARIEZIE
Tags: Jose Mourinhomanajemen risiko sepak bolaopini sepak bolapelatih elitsepak bola moderntaktik Mourinho
ShareTweetSendShare
Previous Post

Birokrasi Makan Anggaran Kesehatan, DPRD Minta Evaluasi Total

Next Post

Lapas Kalianda Dorong WBP Melek Huruf Demi Masa Depan Lebih Baik

Related Posts

Peran Winger Zaman Now: Bukan Pelari, Tapi Game Changer
Olahraga

Peran Winger Zaman Now: Bukan Pelari, Tapi Game Changer

Jan 21, 2026
Herdman Datang, Romantisme Garuda Era Shin Dipertanyakan
Olahraga

Herdman Datang, Romantisme Garuda Era Shin Dipertanyakan

Des 30, 2025
Persebaya Diprediksi Menang Tipis 2-1 dari Arema, Sejarah-Jalannya Derbi Panas Jawa Timur
Olahraga

Persebaya Diprediksi Menang Tipis 2-1 dari Arema, Sejarah-Jalannya Derbi Panas Jawa Timur

Nov 21, 2025
Persija vs Persik Kediri: Prediksi Skor, Analisis Kekuatan, dan Strategi Jelang Laga Panas 20 November 2025
Bandar Lampung

Persija vs Persik Kediri: Prediksi Skor, Analisis Kekuatan, dan Strategi Jelang Laga Panas 20 November 2025

Nov 14, 2025
Atlet Muda Lampung Fellix Fathul Ruzain Raih Prestasi Internasional dan Diundang ke Rakernas Porserosi
Olahraga

Atlet Muda Lampung Fellix Fathul Ruzain Raih Prestasi Internasional dan Diundang ke Rakernas Porserosi

Agu 25, 2025
Bernardo Tavares Nilai Klub Indonesia Sulit Main Atraktif Ala Guardiola, Faktor Finansial Jadi Penghambat
Bandar Lampung

Bernardo Tavares Nilai Klub Indonesia Sulit Main Atraktif Ala Guardiola, Faktor Finansial Jadi Penghambat

Agu 18, 2025
Next Post
Lapas Kalianda Dorong WBP Melek Huruf Demi Masa Depan Lebih Baik

Lapas Kalianda Dorong WBP Melek Huruf Demi Masa Depan Lebih Baik

banner 300250

Berita Terkini

  • Lapas Kalianda Dorong WBP Melek Huruf Demi Masa Depan Lebih Baik
  • Parkir Bus Itu Ejekan, Mourinho Menyebutnya Strategi Bertahan Hidup
  • Birokrasi Makan Anggaran Kesehatan, DPRD Minta Evaluasi Total
  • The Best Online Slots Offers: A Comprehensive Review
  • The Ultimate Fire Joker Demo Review
Pantau Lampung

Selamat datang di Pantau Lampung, portal berita yang mengabarkan secara cermat dan tepat tentang berbagai peristiwa dan perkembangan terkini di Provinsi Lampung. Kami hadir untuk menjadi sumber informasi terpercaya bagi masyarakat Lampung dan pembaca di seluruh Indonesia.

  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 Pantaulampung.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Pojok Lampung
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ruwa Jurai
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Pesisir Barat
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Lifestyle
    • Entertainment
    • Hiburan
    • Fashion
  • Network
  • Indeks
  • ePAPER

© 2024 Pantaulampung.com - All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In