• Redaksi
  • Tentang Kami
Senin, Februari 9, 2026
Pantau Lampung
  • Beranda
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Pojok Lampung
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ruwa Jurai
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Pesisir Barat
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Lifestyle
    • Entertainment
    • Hiburan
    • Fashion
  • Network
  • Indeks
  • ePAPER
No Result
View All Result
Pantau Lampung
  • Beranda
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Pojok Lampung
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ruwa Jurai
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Pesisir Barat
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Lifestyle
    • Entertainment
    • Hiburan
    • Fashion
  • Network
  • Indeks
  • ePAPER
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Pantau Lampung
  • Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Opini
  • Pendidikan
  • Hiburan
Home Ruwa Jurai Bandar Lampung

Birokrasi Makan Anggaran Kesehatan, DPRD Minta Evaluasi Total

MeldaEditorMelda
Jan 21, 2026
A A
Birokrasi Makan Anggaran Kesehatan, DPRD Minta Evaluasi Total
ADVERTISEMENT

PANTAU LAMPUNG- Anggaran Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung tahun 2026 yang mencapai Rp315,6 miliar kembali menjadi sorotan publik. Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung menilai mayoritas alokasi anggaran masih tersedot untuk birokrasi dan operasional internal, sementara belanja yang menyentuh layanan masyarakat relatif minim.

Belanja Penunjang Masih Mendominasi

Hasil pemantauan Komisi IV menunjukkan anggaran penunjang seperti administrasi, gaji, dan pengelolaan BLUD menguasai lebih dari 60 persen total anggaran. Sementara itu, dana untuk kegiatan promotif dan preventif, termasuk upaya kesehatan masyarakat melalui UKM dan UKP, masih sangat kecil.

Ketua Komisi IV DPRD Bandar Lampung, Asroni Paslah, mengatakan, “Kalau belanja penunjang terus mendominasi, sementara dampak ke layanan dasar tidak terasa, ini harus dievaluasi. Anggaran kesehatan seharusnya berbasis kebutuhan dan outcome, bukan sekadar habis terserap.”

BeritaTerkait

Diduga Gunakan APBD, Wisata Rohani Pensiunan ASN Pemkot Bandar Lampung Menuai Kritik Publik

Saat Air Mata Tak Lagi Dipercaya: Polemik SMA Siger Mengguncang Bandar Lampung

Pengadaan Alkes dan Fasilitas Minim Transparansi

Program pemenuhan UKM dan UKP mengalokasikan sekitar Rp103,1 miliar, namun sejumlah pengadaan dinilai tidak jelas. Contohnya, alat kesehatan senilai Rp1,15 miliar hanya tercantum “1 unit” tanpa penjelasan detail, lokasi puskesmas penerima, atau dampaknya terhadap layanan. Hal serupa terjadi pada cold storage Rp542 juta dan IPAL Rp607 juta.

“Kami tidak ingin pengadaan hanya formalitas di atas kertas. Tanpa audit kebutuhan puskesmas, pengadaan berisiko tidak tepat sasaran dan manfaatnya tidak dirasakan masyarakat,” tegas Asroni.

ADVERTISEMENT

Baca Juga: DPRD Ungkap Anggaran Kesehatan Rp50 Miliar, Data Dinas–BPJS–Puskesmas Tak Kunjung Terbuka

Pengadaan Obat dan Bahan Medis Perlu Kaitkan Target Strategis

Pengadaan obat dengan anggaran Rp9,4 miliar secara administratif sesuai ketentuan, tapi dari sisi kebijakan, belanja ini lemah karena tidak jelas kaitannya dengan target strategis seperti penurunan stunting. Distribusi obat antar puskesmas juga tidak transparan sehingga efektivitas dan pemerataannya sulit diukur.

Dana BOK Rawan Potensi Kebocoran

Sorotan utama mengarah pada Dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK). Anggaran Rp3,94 miliar untuk operasional puskesmas dan Rp14,53 miliar untuk fasilitas kesehatan lainnya tersebar di berbagai sub-kegiatan tanpa indikator kinerja lapangan yang jelas. Ketiadaan standar pembagian dana berpotensi menimbulkan pemotongan internal.

“Kami mendorong adanya formula pembagian BOK yang jelas dan wajib dipublikasikan per puskesmas. Tanpa itu, potensi kebocoran akan terus terjadi,” kata Asroni.

Audit dan Transparansi Jadi Kunci

Data menunjukkan Program Penunjang mencapai Rp209 miliar ditambah belanja BLUD Rp70,8 miliar. Artinya lebih dari 60 persen anggaran kesehatan terserap untuk birokrasi dan operasional internal. Komisi IV menekankan perlunya audit kebutuhan puskesmas, transparansi dana BOK, serta pelaporan realisasi berbasis kegiatan lapangan.

“Asroni menegaskan, uang rakyat harus kembali ke rakyat dalam bentuk layanan kesehatan yang nyata. Itu yang akan terus kami kawal.”

Tags: anggaran dinkes bandar lampungaudit puskesmasbelanja kesehatandana BOKKomisi IV DPRDTransparansi Anggaran
ShareTweetSendShare
Previous Post

The Best Online Slots Offers: A Comprehensive Review

Next Post

Parkir Bus Itu Ejekan, Mourinho Menyebutnya Strategi Bertahan Hidup

Related Posts

Alumni UNPAD Lampung Siap Berkolaborasi Dukung Pembangunan Provinsi
Berita

Alumni UNPAD Lampung Siap Berkolaborasi Dukung Pembangunan Provinsi

Feb 9, 2026
Iuran Semen Per KK, Warga Dusun IV Sendangbaru Wujudkan Jalan Rabat Beton
Berita

Iuran Semen Per KK, Warga Dusun IV Sendangbaru Wujudkan Jalan Rabat Beton

Feb 9, 2026
Al Ishlah Pringsewu Gelar Sedekah Akbar, Warga Antusias Donasi Beras
Berita

Al Ishlah Pringsewu Gelar Sedekah Akbar, Warga Antusias Donasi Beras

Feb 9, 2026
Residivis Kembali Berulah, Sopir di Pringsewu Curi ATM Majikan dan Tarik Rp76 Juta
Berita

Residivis Kembali Berulah, Sopir di Pringsewu Curi ATM Majikan dan Tarik Rp76 Juta

Feb 9, 2026
Mayoritas Pengendara Motor Melanggar, Polres Pringsewu Catat 1.075 Pelanggaran
Berita

Mayoritas Pengendara Motor Melanggar, Polres Pringsewu Catat 1.075 Pelanggaran

Feb 9, 2026
Bandar Lampung

Apeksi Dikabarkan Menguras Dana Darurat Pemkot Bandar Lampung, Warga Khawatir Saat Bencana

Feb 7, 2026
Next Post
Parkir Bus Itu Ejekan, Mourinho Menyebutnya Strategi Bertahan Hidup

Parkir Bus Itu Ejekan, Mourinho Menyebutnya Strategi Bertahan Hidup

Lapas Kalianda Dorong WBP Melek Huruf Demi Masa Depan Lebih Baik

Lapas Kalianda Dorong WBP Melek Huruf Demi Masa Depan Lebih Baik

Perkara Forkopimda Masuk MK, LSM PRO RAKYAT Soroti Potensi Intervensi Aparat di Daerah

Perkara Forkopimda Masuk MK, LSM PRO RAKYAT Soroti Potensi Intervensi Aparat di Daerah

Praktisi Luka dan Peran Keluarga dalam Menyelamatkan Remaja dari Luka Dekubitus

Praktisi Luka dan Peran Keluarga dalam Menyelamatkan Remaja dari Luka Dekubitus

banner 300250

Berita Terkini

  • Alumni UNPAD Lampung Siap Berkolaborasi Dukung Pembangunan Provinsi
  • Iuran Semen Per KK, Warga Dusun IV Sendangbaru Wujudkan Jalan Rabat Beton
  • Al Ishlah Pringsewu Gelar Sedekah Akbar, Warga Antusias Donasi Beras
  • Residivis Kembali Berulah, Sopir di Pringsewu Curi ATM Majikan dan Tarik Rp76 Juta
  • Mayoritas Pengendara Motor Melanggar, Polres Pringsewu Catat 1.075 Pelanggaran
Pantau Lampung

Selamat datang di Pantau Lampung, portal berita yang mengabarkan secara cermat dan tepat tentang berbagai peristiwa dan perkembangan terkini di Provinsi Lampung. Kami hadir untuk menjadi sumber informasi terpercaya bagi masyarakat Lampung dan pembaca di seluruh Indonesia.

  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 Pantaulampung.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Pojok Lampung
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ruwa Jurai
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Pesisir Barat
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Lifestyle
    • Entertainment
    • Hiburan
    • Fashion
  • Network
  • Indeks
  • ePAPER

© 2024 Pantaulampung.com - All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In