• Redaksi
  • Tentang Kami
Rabu, Februari 11, 2026
Pantau Lampung
  • Beranda
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Pojok Lampung
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ruwa Jurai
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Pesisir Barat
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Lifestyle
    • Entertainment
    • Hiburan
    • Fashion
  • Network
  • Indeks
  • ePAPER
No Result
View All Result
Pantau Lampung
  • Beranda
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Pojok Lampung
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ruwa Jurai
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Pesisir Barat
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Lifestyle
    • Entertainment
    • Hiburan
    • Fashion
  • Network
  • Indeks
  • ePAPER
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Pantau Lampung
  • Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Opini
  • Pendidikan
  • Hiburan
Home Ruwa Jurai Bandar Lampung

Puisi Alfariezie Baca Hukum sebagai Kerja Ideologi Sunyi

MeldaEditorMelda
Des 28, 2025
A A
Dengan Puisi Hikayat Sinar yang Disangkal, Muhammad Alfariezie Hadirkan Liris Kontemplatif yang Mendalam
ADVERTISEMENT

PANTAU LAMPUNG- Puisi “Jalan Gelap Undang-Undang” karya Muhammad Alfariezie dapat dibaca sebagai kritik ideologis terhadap cara negara bekerja melalui hukum. Dengan pendekatan pemikiran Louis Althusser, puisi ini menempatkan undang-undang bukan sebagai teks netral, melainkan sebagai aparatus ideologis negara yang membentuk kepatuhan warga secara halus, senyap, dan nyaris tak disadari. Melalui bahasa sederhana dan citra keseharian, Alfariezie menghadirkan potret bagaimana hukum hadir dalam hidup rakyat kecil tanpa pernah benar-benar menerangi mereka.

Pendekatan Althusserian melihat ideologi bekerja lewat interpelasi, yakni proses ketika individu “dipanggil” dan secara sukarela menjadi subjek yang patuh. Hal ini tampak sejak larik pembuka, “Bukan maksud kami mengganggu / kerja-kerja kalian”. Kalimat ini memperlihatkan subjek yang sudah lebih dulu tunduk, merasa perlu meminta izin bahkan sebelum menyampaikan kegelisahan. Kekuasaan tidak hadir dalam bentuk pemaksaan, melainkan melalui bahasa sopan, etika, dan rasa bersalah—ciri khas kerja aparatus ideologis.

Larik “tapi ini jalan / undang-undang” memperjelas posisi hukum sebagai penunjuk arah tunggal. Jalan itu gelap, namun tetap diterima sebagai satu-satunya rute yang sah. Dalam kerangka Althusser, ideologi tidak bertugas menerangi realitas, melainkan menormalisasi kondisi yang timpang agar terasa wajar. Kegelapan hukum tidak dipersoalkan karena subjek telah diyakinkan bahwa tidak ada jalan lain selain mematuhinya.

BeritaTerkait

Kota yang Tajam dan Berkarat: Makna Puisi Kaleng Bir Karya Muhammad Alfariezie

Jalan Edeilweis dan Etika Menempuh Ketidakpastian

Puisi ini juga menghadirkan aparatus ideologis non-negara melalui simbol religius “bulan / sesaat setelah adzan”. Alih-alih menjadi penanda harapan, simbol tersebut justru menegaskan bahwa “hujan tak akan datang”. Agama, dalam konteks ini, berfungsi sebagai penenang moral yang tidak menyentuh persoalan material. Ia memberi ketenangan simbolik, tetapi gagal mengintervensi ketimpangan struktural—sebuah kritik halus terhadap ideologi yang meredam, bukan membebaskan.

Puncak kritik ideologis hadir pada figur penjual mi tek-tek dan bandrek. Mereka tetap bekerja dan “rezekinya masih tergarap” meski berada di luar perlindungan hukum. Di sinilah logika Althusser bekerja: relasi produksi terus direproduksi bukan karena keadilan sistem, melainkan karena kelas pekerja menerima kondisi itu sebagai keniscayaan hidup. Seperti dikatakan Althusser, ideologi membuat individu “menjalani” perannya tanpa merasa dipaksa.

ADVERTISEMENT

Melalui bahasa yang sederhana, puisi ini justru membongkar bahasa hukum yang elitis dan berjarak. Ia tidak menawarkan solusi, tetapi membuka kesadaran bahwa kegelapan hukum adalah konstruksi ideologis, bukan takdir. “Undang-undang bekerja bukan dengan suara keras, tetapi dengan kebiasaan yang diterima,” demikian kritik yang mengendap dalam puisi ini. Dengan begitu, karya Alfariezie menempatkan sastra sebagai alat kritik: bukan untuk meruntuhkan ideologi secara langsung, melainkan untuk membuatnya terlihat.***

Source: ALFARIEZIE
Tags: #muhammad alfariezieanalisis puisiideologi hukumideologi negaraisa althusserkajian althussermarxismesastra kritik
ShareTweetSendShare
Previous Post

Ngupi Pai Puakhi, Sentuhan Humanis Polisi di Nataru Bakauheni

Next Post

Ruletka Darmowa Gra Aplikacja – Jak grać i wygrywać w ruletkę online?

Related Posts

Peringati HPN 2026 dan HUT PWI ke-80, Donor Darah Jadi Wujud Kepedulian Sosial
Berita

Peringati HPN 2026 dan HUT PWI ke-80, Donor Darah Jadi Wujud Kepedulian Sosial

Feb 11, 2026
Dugaan Korupsi Rekrutmen Honorer Metro, Status Naik Penyidikan Tapi Belum Ada Tersangka
Bandar Lampung

Dugaan Korupsi Rekrutmen Honorer Metro, Status Naik Penyidikan Tapi Belum Ada Tersangka

Feb 11, 2026
MPP Pringsewu Dipantau Langsung, Bupati Tekankan Layanan Transparan
Berita

MPP Pringsewu Dipantau Langsung, Bupati Tekankan Layanan Transparan

Feb 11, 2026
Sukoharjo Jadi Titik Awal Penguatan RKPD Pringsewu Tahun 2027
Berita

Sukoharjo Jadi Titik Awal Penguatan RKPD Pringsewu Tahun 2027

Feb 11, 2026
Hippi dan Cik Tien Kolaborasi, Dorong UMKM Naik Kelas di Lampung Selatan
Berita

Hippi dan Cik Tien Kolaborasi, Dorong UMKM Naik Kelas di Lampung Selatan

Feb 11, 2026
Lampung Cetak Sejarah, Pesawat Tempur TNI AU Uji Pendaratan di Tol
Bandar Lampung

Lampung Cetak Sejarah, Pesawat Tempur TNI AU Uji Pendaratan di Tol

Feb 11, 2026
Next Post

Ruletka Darmowa Gra Aplikacja - Jak grać i wygrywać w ruletkę online?

Roulette gratis tipps: Alles, was Sie wissen müssen, um erfolgreich zu spielen

Estratégias de Roleta Melhor Bônus: Dicas de Um Especialista

Casino Piattaforma Soldi Veri: Recensione Esperta

Casino live płatności kryptowalutami - recenzja ekspercka

banner 300250

Berita Terkini

  • Roulette Bonuses Australia for PC: Everything You Need to Know
  • European Roulette Online Australia Trusted: A Comprehensive Guide
  • Roulette No Deposit Australia for Mac: A Comprehensive Guide
  • Expert Article: GG Bet Polska – Informacje i Porady od Doświadczonego Gracza
  • Peringati HPN 2026 dan HUT PWI ke-80, Donor Darah Jadi Wujud Kepedulian Sosial
Pantau Lampung

Selamat datang di Pantau Lampung, portal berita yang mengabarkan secara cermat dan tepat tentang berbagai peristiwa dan perkembangan terkini di Provinsi Lampung. Kami hadir untuk menjadi sumber informasi terpercaya bagi masyarakat Lampung dan pembaca di seluruh Indonesia.

  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 Pantaulampung.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Pojok Lampung
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ruwa Jurai
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Pesisir Barat
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Lifestyle
    • Entertainment
    • Hiburan
    • Fashion
  • Network
  • Indeks
  • ePAPER

© 2024 Pantaulampung.com - All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In