• Redaksi
  • Tentang Kami
Selasa, Januari 20, 2026
Pantau Lampung
  • Beranda
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Pojok Lampung
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ruwa Jurai
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Pesisir Barat
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Lifestyle
    • Entertainment
    • Hiburan
    • Fashion
  • Network
  • Indeks
  • ePAPER
No Result
View All Result
Pantau Lampung
  • Beranda
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Pojok Lampung
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ruwa Jurai
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Pesisir Barat
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Lifestyle
    • Entertainment
    • Hiburan
    • Fashion
  • Network
  • Indeks
  • ePAPER
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Pantau Lampung
  • Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Opini
  • Pendidikan
  • Hiburan
Home Ruwa Jurai Bandar Lampung

Banjir Maut di Sumatera Tewaskan 800 Jiwa: Benarkah Alarm Kerusakan Lingkungan Sudah Lama Diabaikan?

MeldaEditorMelda
Des 8, 2025
A A
Banjir Maut di Sumatera Tewaskan 800 Jiwa: Benarkah Alarm Kerusakan Lingkungan Sudah Lama Diabaikan?
ADVERTISEMENT

PANTAU LAMPUNG— Indonesia kembali diguncang bencana besar. Banjir dan longsor yang menghantam Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat tidak hanya memutus akses jalan, menenggelamkan ribuan rumah, serta merusak fasilitas umum, tetapi juga merenggut nyawa lebih dari 800 orang. Hingga kini, sekitar 500 warga masih dinyatakan hilang, meninggalkan duka mendalam dan tanda tanya besar mengenai penyebab di balik tragedi ekologis berskala nasional ini.

Dalam sepekan terakhir, lebih dari 50 kabupaten lumpuh total. Jalur logistik terputus, pelayanan kesehatan kesulitan menjangkau lokasi terdampak, dan ribuan keluarga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman. Kondisi diperparah dengan terbatasnya alat berat, akses internet yang terputus, serta cuaca ekstrem yang membuat proses evakuasi berjalan lambat.

Di balik kehancuran ini, para pemerhati lingkungan kembali mengingatkan bahwa bencana besar di Sumatera bukan hanya ulah cuaca ekstrem akibat Siklon Tropis Senyar. Mereka menilai kerusakan ekologis — yang sudah lama terjadi — turut memperbesar skala dampak yang kini dirasakan masyarakat.

BeritaTerkait

Pemprov Lampung Tegas Tutup 20 Tambang Ilegal untuk Lindungi Lingkungan

Fokus Menteri Kehutanan di Tengah Bencana Hutan Sumatera

Edy Karizal, Direktur Lembaga Konservasi 21 (LK-21), mengungkapkan bahwa struktur ekosistem di banyak kawasan hulu sudah tidak lagi mampu menahan curah hujan besar. “Curah hujan ekstrem memang menjadi pemicu, tapi ekosistem yang rusak membuat banjir dan longsor menjadi jauh lebih destruktif,” ujarnya.

Menurut Edy, hutan-hutan yang selama ini menjadi benteng alami telah menyusut drastis akibat alih fungsi lahan dan lemahnya pengawasan tata ruang. Berdasarkan data LK-21, sejak beberapa periode kepemimpinan kementerian kehutanan hingga saat ini, sekitar 1,64 juta hektare hutan hilang karena konversi menjadi Area Peruntukan Lain (APL). Rinciannya mencakup Aceh ±70.000 ha, Sumatera Utara ±150.000 ha, Riau ±600.000 ha, Jambi ±120.000 ha, Kalimantan Barat ±60.000 ha, Kalimantan Tengah ±350.000 ha, Kalimantan Timur ±250.000 ha, dan wilayah lain ±50.000 ha.

ADVERTISEMENT

“Hilangnya tutupan hutan membuat tanah tidak lagi stabil. Longsor membawa gelondongan kayu, lumpur, hingga batu besar ke permukiman,” jelasnya. Ia menyebut kondisi ini sebagai kombinasi mematikan antara bencana alam dan kerusakan lingkungan yang berlangsung lama.

Edy juga menyoroti regulasi yang menurutnya berpotensi memperlemah perlindungan kawasan konservasi, seperti Permen LHK Nomor 14 Tahun 2023. Ia menilai perlunya evaluasi mendalam agar pembangunan tidak mengorbankan daya dukung lingkungan.

Selain memicu banjir besar, perubahan tutupan hutan disebut berdampak serius pada habitat satwa liar seperti harimau sumatra, gajah, badak, dan orangutan. Dalam satu dekade terakhir, konflik satwa–manusia meningkat tajam akibat hilangnya ruang hidup alami. Perubahan tata guna lahan turut membuat lanskap kehilangan kemampuan menyerap air dalam jumlah besar, sehingga banjir bandang semakin mudah terjadi.

Edy menegaskan perlunya langkah cepat dan tegas: rehabilitasi kawasan hulu, audit perizinan, peninjauan kembali tata ruang, hingga penegakan hukum bagi pelanggar lingkungan. Ia menekankan pentingnya evaluasi kebijakan yang berbasis data dan mengikuti mekanisme audit yang transparan. “Hutan alam tidak bisa diperlakukan seperti perkebunan monokultur. Fungsinya jauh lebih kompleks,” katanya.

Di sisi lain, pemerintah pusat menyatakan fokus utama tetap pada penyelamatan korban. Tim SAR gabungan masih menyisir lokasi-lokasi terparah, sementara kementerian terkait mempersiapkan langkah rehabilitasi jangka panjang. Namun para ahli menilai, penanganan darurat tidak boleh melupakan akar masalah yang telah lama diabaikan.

Tragedi ini menjadi alarm keras bahwa tata kelola hutan, penataan ruang, dan kebijakan lingkungan di Indonesia membutuhkan pembenahan besar-besaran. Tanpa perbaikan sistemik, bencana serupa bukan hanya mungkin terjadi lagi — tetapi dapat jauh lebih parah.***

Source: WAHYUDIN
Tags: banjir sumatera 2025bencana ekologis sumaterakerusakan hutan indonesiakrisis ekologis indonesiaLingkungan HidupLK 21longsor aceh sumut sumbarsiklon tropis senyartata ruang sumatera
ShareTweetSendShare
Previous Post

Pringsewu Ngebut Sertifikasi Aset Daerah! 1.481 Sudah Kantongi Legalitas, Ratusan Lainnya Segera Menyusul

Next Post

LSM PRO RAKYAT Gugat Integritas BPK Lampung, Desak Copot Kepala Perwakilan dan Mutasi Total Pejabat Pemeriksa

Related Posts

Kodam XXI/Radin Inten Dorong Pertanian Modern di Lampung Timur Lewat Tanam Serentak
Bandar Lampung

Kodam XXI/Radin Inten Dorong Pertanian Modern di Lampung Timur Lewat Tanam Serentak

Jan 20, 2026
Judi Online Jadi Sorotan, Polisi Edukasi Pelajar SMPN 18 Pesawaran
Bandar Lampung

Judi Online Jadi Sorotan, Polisi Edukasi Pelajar SMPN 18 Pesawaran

Jan 20, 2026
Rumah Daswati, Jejak Lahirnya Provinsi Lampung yang Kini Diperjuangkan Relawan
Bandar Lampung

Rumah Daswati, Jejak Lahirnya Provinsi Lampung yang Kini Diperjuangkan Relawan

Jan 20, 2026
Inacraft 2026, Momentum Lampung Perkuat Ekonomi Kreatif dan UMKM Daerah
Bandar Lampung

Inacraft 2026, Momentum Lampung Perkuat Ekonomi Kreatif dan UMKM Daerah

Jan 20, 2026
Gotong Royong Pramuka Lampung, Dana Kemanusiaan Rp250 Juta untuk Sumatera
Berita

Gotong Royong Pramuka Lampung, Dana Kemanusiaan Rp250 Juta untuk Sumatera

Jan 20, 2026
Dari Desa sampai Kota, Pemprov Lampung Perkuat Sistem Pajak Daerah
Bandar Lampung

Dari Desa sampai Kota, Pemprov Lampung Perkuat Sistem Pajak Daerah

Jan 20, 2026
Next Post
LSM PRO RAKYAT Gugat Integritas BPK Lampung, Desak Copot Kepala Perwakilan dan Mutasi Total Pejabat Pemeriksa

LSM PRO RAKYAT Gugat Integritas BPK Lampung, Desak Copot Kepala Perwakilan dan Mutasi Total Pejabat Pemeriksa

Sidang Keempat Prapid Dirut PT LEB Terancam Memanas: Kejati Lampung Belum Lengkapi Berkas, Pengacara Siap Layangkan Keberatan

Kejati Lampung Menang Sidang Pra Peradilan PT LEB, Penetapan Tersangka M. Hermawan Eriadi Sah Secara Hukum

Bencana Hutan Sumatra Bukan Salah Reforma Agraria, Tapi DPR dan Korporasi!

Bencana Hutan Sumatra Bukan Salah Reforma Agraria, Tapi DPR dan Korporasi!

Roulette Strategien Mobil: Maximieren Sie Ihre Gewinnchancen unterwegs

Bikin Heboh! Tanggul Kali Bego Jebol, Banjir Rendam Rumah Warga Kapuran Tanggamus

Bikin Heboh! Tanggul Kali Bego Jebol, Banjir Rendam Rumah Warga Kapuran Tanggamus

banner 300250

Berita Terkini

  • Kodam XXI/Radin Inten Dorong Pertanian Modern di Lampung Timur Lewat Tanam Serentak
  • Judi Online Jadi Sorotan, Polisi Edukasi Pelajar SMPN 18 Pesawaran
  • Rumah Daswati, Jejak Lahirnya Provinsi Lampung yang Kini Diperjuangkan Relawan
  • Inacraft 2026, Momentum Lampung Perkuat Ekonomi Kreatif dan UMKM Daerah
  • Gotong Royong Pramuka Lampung, Dana Kemanusiaan Rp250 Juta untuk Sumatera
Pantau Lampung

Selamat datang di Pantau Lampung, portal berita yang mengabarkan secara cermat dan tepat tentang berbagai peristiwa dan perkembangan terkini di Provinsi Lampung. Kami hadir untuk menjadi sumber informasi terpercaya bagi masyarakat Lampung dan pembaca di seluruh Indonesia.

  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 Pantaulampung.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Pojok Lampung
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ruwa Jurai
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Pesisir Barat
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Lifestyle
    • Entertainment
    • Hiburan
    • Fashion
  • Network
  • Indeks
  • ePAPER

© 2024 Pantaulampung.com - All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In