• Redaksi
  • Tentang Kami
Selasa, Juni 9, 2026
Pantau Lampung
  • Beranda
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Pojok Lampung
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ruwa Jurai
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Pesisir Barat
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Lifestyle
    • Entertainment
    • Hiburan
    • Fashion
  • Network
  • Indeks
  • ePAPER
No Result
View All Result
Pantau Lampung
  • Beranda
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Pojok Lampung
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ruwa Jurai
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Pesisir Barat
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Lifestyle
    • Entertainment
    • Hiburan
    • Fashion
  • Network
  • Indeks
  • ePAPER
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Pantau Lampung
  • Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Opini
  • Pendidikan
  • Hiburan
Home Berita

Jalur Warga Terisolasi Bertahun-Tahun, Polres Pringsewu Dorong Pembangunan 5 Jembatan Gantung: Banjarrejo Jadi Titik Paling Kritis

MeldaEditorMelda
Des 4, 2025
A A
Jalur Warga Terisolasi Bertahun-Tahun, Polres Pringsewu Dorong Pembangunan 5 Jembatan Gantung: Banjarrejo Jadi Titik Paling Kritis
ADVERTISEMENT

PANTAU LAMPUNG- Polres Pringsewu kembali menyoroti problem akses dasar yang dialami ribuan warga di berbagai pekon di Kabupaten Pringsewu. Melalui proses identifikasi dan pengecekan lapangan, kepolisian setempat mengusulkan pembangunan lima jembatan gantung kepada Satgasus Darurat Jembatan. Usulan ini menjadi harapan baru bagi wilayah yang selama bertahun-tahun terpaksa menggantungkan aktivitas harian pada rakit sederhana hanya untuk menyeberangi sungai.

Kapolres Pringsewu, AKBP M. Yunnus Saputra, memimpin langsung peninjauan ke lima titik yang diusulkan. Hasil dari pengecekan itu menunjukkan kondisi yang memprihatinkan: akses antarpekon yang seharusnya menjadi jalur vital justru terputus total karena tidak adanya jembatan penghubung.

Lima titik jembatan gantung yang diusulkan tersebut meliputi:

BeritaTerkait

Dua Kurir Sabu Dibekuk di Pringsewu, Polisi Sita Barang Bukti Puluhan Gram Narkotika

Program PLN Masuk Desa Dipercepat, Lampung Targetkan Semua Desa Teraliri Listrik

1. Penghubung Pekon Sukoharjo 4 Kecamatan Sukoharjo – Pekon Podomoro Kecamatan Pringsewu
2. Pekon Madaraya Kecamatan Pagelaran Utara – Pekon Sukajadi
3. Pekon Banjarrejo Kecamatan Banyumas – Pekon Bumiarum Kecamatan Pringsewu
4. Pekon Margodadi Kecamatan Ambarawa – Pekon Waluyojati Kecamatan Pringsewu
5. Pekon Ambarawa Kecamatan Ambarawa – Waykhilau Kabupaten Pesawaran

Menurut AKBP Yunnus, lima lokasi tersebut dipilih berdasarkan urgensinya dan banyaknya warga yang menggantungkan mobilitas pada jalur tersebut. Tidak adanya jembatan menyebabkan anak sekolah harus menyeberang dengan rakit, ibu rumah tangga kesulitan menuju pasar, mahasiswa terhambat berangkat kuliah, dan aktivitas ekonomi warga tersendat.

ADVERTISEMENT

“Ini bukan sekadar usulan pembangunan, tetapi kebutuhan yang sangat mendesak. Lima lokasi ini kami nilai paling urgen karena merupakan jalur perlintasan padat yang dipakai semua kalangan,” tegas Yunnus.

Ia menambahkan bahwa langkah ini sejalan dengan program nasional Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan pembangunan 300.000 jembatan di seluruh Indonesia untuk meningkatkan konektivitas masyarakat. Dengan adanya program tersebut, peluang realisasi pembangunan jembatan gantung semakin besar.

Dari kelima titik itu, satu lokasi disebut paling kritis dan kemudian diprioritaskan: Pekon Banjarrejo Kecamatan Banyumas. Kondisi di titik ini paling memprihatinkan karena warga harus menyeberang menggunakan rakit setiap hari, sementara arus sungai bisa berubah drastis saat musim hujan.

“Banjarrejo kami jadikan prioritas utama karena risikonya paling tinggi dan volume aktivitas warga sangat besar. Kami berharap pemerintah segera menindaklanjuti,” ujar Yunnus.

Keluhan tentang akses tersebut turut disampaikan warga setempat. Isma, salah satu warga Pekon Banjarrejo, menggambarkan bagaimana sulitnya kehidupan tanpa jembatan. Setiap hari ia harus membayar Rp5.000 sekali seberang untuk pulang pergi melalui rakit yang tidak selalu aman.

“Ini adalah akses terdekat menuju pusat kota Pringsewu. Kalau tidak naik rakit, harus memutar jauh dan itu memakan waktu serta biaya. Kalau banjir, kami paling takut. Banyak orang yang hampir hanyut karena arus tiba-tiba deras,” ujarnya.

Selama bertahun-tahun, warga Banjarrejo dan sekitarnya menjalani rutinitas penuh risiko. Ketika debit air sungai meningkat, rakit yang digunakan sering tak mampu menahan arus, memaksa warga bergantung pada bantuan gotong royong untuk mengevakuasi penyeberang.

Gambaran ini menunjukkan betapa krusialnya jembatan gantung bagi keselamatan dan perkembangan ekonomi lokal. Tanpa infrastruktur memadai, kegiatan perdagangan terhambat, pelajar terpaksa mengambil risiko besar, dan aktivitas masyarakat tidak berjalan optimal.

Kini warga berharap agar usulan Polres Pringsewu tidak hanya berhenti pada tataran administrasi, tetapi dapat segera direalisasikan oleh pemerintah daerah maupun pusat. Jembatan gantung yang mereka nantikan bukan sekadar bangunan fisik, melainkan harapan untuk kehidupan yang lebih layak, aman, dan sejahtera.

Dengan pengajuan usulan ini, tekanan publik untuk memperbaiki infrastruktur dasar di wilayah Pringsewu semakin kuat. Masyarakat kini hanya menunggu tindak lanjut dari pemerintah: apakah mereka akan merespons kebutuhan mendesak ini, atau kembali membiarkan ribuan warga memilih antara risiko dan kebutuhan setiap kali menyeberangi sungai.***

Source: WAHYU WIDODO
Tags: #Polres Pringsewuakses warga terisolasiberita pringsewuInfrastruktur Lampungjembatan gantung pringsewukonektivitas desapekon banjarrejopembangunan jembatanPrabowo Subiantosatgasus darurat jembatan
ShareTweetSendShare
Previous Post

Banjir Sepaha Rendam Kapuran dan Pancawarna Kota Agung, Warga Tuntut Pemerintah dan Pemilik Sawah Bertanggung Jawab

Next Post

Hari Bakti PU ke-80 di Lampung: Bongkar Arah Baru Infrastruktur Berkeadilan untuk Indonesia Emas 2045

Related Posts

Peserta PKN Tingkat II Sumsel Pelajari Inovasi dan Ketahanan Daerah di Lampung
Bandar Lampung

Peserta PKN Tingkat II Sumsel Pelajari Inovasi dan Ketahanan Daerah di Lampung

Jun 9, 2026
Bandarlampung dan Lampung Timur Masuk Daftar Daerah dengan Inflasi Terendah di Sumatera
Bandar Lampung

Bandarlampung dan Lampung Timur Masuk Daftar Daerah dengan Inflasi Terendah di Sumatera

Jun 9, 2026
Dari Kebun Karet ke Ruang Sidang, Mbah Mujiran Masih Menanti Kebebasan
Berita

Dari Kebun Karet ke Ruang Sidang, Mbah Mujiran Masih Menanti Kebebasan

Jun 9, 2026
Pancasila di Era Digital Jadi Sorotan dalam Sosialisasi Kesbangpol Pringsewu
Berita

Pancasila di Era Digital Jadi Sorotan dalam Sosialisasi Kesbangpol Pringsewu

Jun 9, 2026
Mengapa Rumah Sekarang Lebih Panas? Ini Penjelasan Ketua Himperra Lampung
Bandar Lampung

Mengapa Rumah Sekarang Lebih Panas? Ini Penjelasan Ketua Himperra Lampung

Jun 9, 2026
Himperra Lampung Perkuat Komitmen Dukung Program 3 Juta Rumah di Rakerda Bali
Bandar Lampung

Himperra Lampung Perkuat Komitmen Dukung Program 3 Juta Rumah di Rakerda Bali

Jun 9, 2026
Next Post
Hari Bakti PU ke-80 di Lampung: Bongkar Arah Baru Infrastruktur Berkeadilan untuk Indonesia Emas 2045

Hari Bakti PU ke-80 di Lampung: Bongkar Arah Baru Infrastruktur Berkeadilan untuk Indonesia Emas 2045

Panen Pakcoy dari Balik Jeruji: Program Hidroponik Lapas Kalianda Jadi Sorotan, Warga Binaan Tuai Harapan Baru

Panen Pakcoy dari Balik Jeruji: Program Hidroponik Lapas Kalianda Jadi Sorotan, Warga Binaan Tuai Harapan Baru

Kabupaten Tanggamus Lahirkan Gugus Literasi Baru: Bupati Asnawi Serukan Revolusi Pengetahuan dari Pekon Hingga Kabupaten

Kabupaten Tanggamus Lahirkan Gugus Literasi Baru: Bupati Asnawi Serukan Revolusi Pengetahuan dari Pekon Hingga Kabupaten

Ahli UI Bongkar Drama Penyidikan Kasus PT LEB, Bukti dan Prosedur Dituding Cacat

Kontroversi Penetapan Tersangka PT LEB: Kuasa Hukum Tuding Kejaksaan Tak Punya Bukti Sah dan Cacat Prosedur

UNAIR Dorong Pringsewu Jadi Lumbung Kambing dan Domba, Peternak Sambut Antusias

UNAIR Dorong Pringsewu Jadi Lumbung Kambing dan Domba, Peternak Sambut Antusias

banner 300250

Berita Terkini

  • Peserta PKN Tingkat II Sumsel Pelajari Inovasi dan Ketahanan Daerah di Lampung
  • Bandarlampung dan Lampung Timur Masuk Daftar Daerah dengan Inflasi Terendah di Sumatera
  • Dari Kebun Karet ke Ruang Sidang, Mbah Mujiran Masih Menanti Kebebasan
  • Pancasila di Era Digital Jadi Sorotan dalam Sosialisasi Kesbangpol Pringsewu
  • Mengapa Rumah Sekarang Lebih Panas? Ini Penjelasan Ketua Himperra Lampung
Pantau Lampung

Selamat datang di Pantau Lampung, portal berita yang mengabarkan secara cermat dan tepat tentang berbagai peristiwa dan perkembangan terkini di Provinsi Lampung. Kami hadir untuk menjadi sumber informasi terpercaya bagi masyarakat Lampung dan pembaca di seluruh Indonesia.

  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 Pantaulampung.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Pojok Lampung
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ruwa Jurai
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Pesisir Barat
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Lifestyle
    • Entertainment
    • Hiburan
    • Fashion
  • Network
  • Indeks
  • ePAPER

© 2024 Pantaulampung.com - All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In