• Redaksi
  • Tentang Kami
Senin, Februari 9, 2026
Pantau Lampung
  • Beranda
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Pojok Lampung
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ruwa Jurai
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Pesisir Barat
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Lifestyle
    • Entertainment
    • Hiburan
    • Fashion
  • Network
  • Indeks
  • ePAPER
No Result
View All Result
Pantau Lampung
  • Beranda
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Pojok Lampung
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ruwa Jurai
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Pesisir Barat
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Lifestyle
    • Entertainment
    • Hiburan
    • Fashion
  • Network
  • Indeks
  • ePAPER
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Pantau Lampung
  • Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Opini
  • Pendidikan
  • Hiburan
Home Berita

Defisit Global Tanah Jarang: Haidar Alwi Desak Indonesia Bangun Kedaulatan Teknologi dari Tambang Rakyat

MeldaEditorMelda
Jul 31, 2025
A A
Haidar Alwi: Logam Tanah Jarang Adalah Tiket Indonesia Menuju Kemandirian Teknologi
ADVERTISEMENT

PANTAU LAMPUNG— Dunia tengah memasuki era krisis logam tanah jarang magnetik, dan Indonesia tak boleh hanya menjadi penonton. Pernyataan itu disampaikan oleh R. Haidar Alwi, pendiri Haidar Alwi Care dan Haidar Alwi Institute, menanggapi laporan terbaru McKinsey & Company tentang ancaman defisit global pasokan logam langka, khususnya neodymium dan praseodymium.

Menurut laporan McKinsey, permintaan dua unsur strategis ini akan melonjak dari 59.000 ton (2022) menjadi 176.000 ton pada 2035, sementara kapasitas suplai global hanya mampu memenuhi 70%. Sisanya, 30% akan menjadi defisit permanen yang mengancam industri kendaraan listrik, turbin angin, pertahanan, hingga luar angkasa.

“Kalau McKinsey sudah bicara data global, kita tak bisa lagi berpura-pura tidak tahu. Indonesia harus mulai dari bawah—dari tambang rakyat dan potensi lokal,” tegas Haidar.


Indonesia Terlambat, Dunia Sudah Berebut

Lebih dari 60% pasokan dan 80% pemurnian logam tanah jarang dunia saat ini dikuasai China. Negara-negara Barat berlomba membangun kemandirian pasok dan teknologi daur ulang logam kritis ini. Sementara itu, menurut Haidar, Indonesia masih berkutat dalam koordinasi antar kementerian yang tak kunjung melahirkan peta jalan nasional tanah jarang.

BeritaTerkait

Haidar Alwi: Gubernur Dikebiri, UUD 1945 Harus Jadi Panglima dalam Tata Kelola Tambang

Bendera One Piece di Hari Kemerdekaan, Haidar Alwi: Ini Alarm Budaya yang Dinyalakan Dasco

“Negara besar sedang panik soal REE, tapi kita masih sibuk rapat antar-dirjen,” sindirnya.


Solusi dari Rakyat, Bukan Investor Asing

Haidar Alwi mengusulkan solusi konkret: legalisasi tambang rakyat tanah jarang melalui mekanisme IPR (Izin Pertambangan Rakyat) di wilayah dengan potensi tailing—seperti Bangka Belitung (timah), Kalbar (bauksit), dan Sulawesi (nikel laterit).

“Limbah tambang yang dianggap tak berguna justru menyimpan nilai strategis masa depan,” katanya.

Ia juga mendesak pendirian Badan Nasional Rare Earth (BNRE) sebagai otoritas tunggal yang menangani eksplorasi, pemrosesan, dan riset teknologi logam tanah jarang, termasuk pemurnian NdPr tanpa merkuri, dan teknologi daur ulang dari limbah EV.

ADVERTISEMENT

Jangan Jadi Buruh Tambang Global

“Jika kita tidak segera membangun industri nasional tanah jarang, maka kita akan kembali hanya jadi penyedia tanah mentah dan pembeli teknologi mahal,” ujar Haidar.

Ia menyebut bahwa circular economy rare earth telah menjadi pembahasan negara-negara maju, sementara Indonesia bahkan belum menyentuh model ekonomi linear secara optimal.


“Mulai dari Tambang Rakyat, Berdiri di Atas Kaki Sendiri”

Haidar menutup pernyataannya dengan pesan kuat:

“Tanah jarang bukan hanya soal tambang, ini soal kedaulatan masa depan. Jika dunia panik soal defisit, maka giliran kita bicara tentang keberanian nasional. Mulailah dari rakyat, dari desa, dari universitas, dari koperasi. Bangunlah teknologi bangsa dari bawah.”***

Source: ALFARIEZIE
Tags: HaidarAlwiKedaulatanTeknologiMcKinseyREERareEarthIndonesiaTambangRakyat
ShareTweetSendShare
Previous Post

Polres Lampung Selatan Laksanakan Tes Psikologi Senpi untuk Personel, Perkuat Mental dan Etika Tugas

Next Post

Tumpukan Material Longsor Tutupi Jalan Wisata Ketapang, Erosi Air Ancam Akses Wisatawan

Related Posts

Bandar Lampung

Apeksi Dikabarkan Menguras Dana Darurat Pemkot Bandar Lampung, Warga Khawatir Saat Bencana

Feb 7, 2026
ASN Resah, DAU Rp19 Miliar Bandar Lampung Dikabarkan Tertahan
Bandar Lampung

ASN Resah, DAU Rp19 Miliar Bandar Lampung Dikabarkan Tertahan

Feb 7, 2026
Diduga Gunakan APBD, Wisata Rohani Pensiunan ASN Pemkot Bandar Lampung Menuai Kritik Publik
Bandar Lampung

Diduga Gunakan APBD, Wisata Rohani Pensiunan ASN Pemkot Bandar Lampung Menuai Kritik Publik

Feb 7, 2026
Puisi sebagai Alarm Publik: SMA Siger dan Risiko Renovasi Pendidikan
Bandar Lampung

Puisi sebagai Alarm Publik: SMA Siger dan Risiko Renovasi Pendidikan

Feb 7, 2026
Bupati Pringsewu: Pembangunan Harus Selaras dengan Prioritas Daerah
Berita

Bupati Pringsewu: Pembangunan Harus Selaras dengan Prioritas Daerah

Feb 7, 2026
Sambangi Fajar Mulia, Bupati Pringsewu Serap Aspirasi hingga Tinjau Masjid
Berita

Sambangi Fajar Mulia, Bupati Pringsewu Serap Aspirasi hingga Tinjau Masjid

Feb 6, 2026
Next Post
Tumpukan Material Longsor Tutupi Jalan Wisata Ketapang, Erosi Air Ancam Akses Wisatawan

Tumpukan Material Longsor Tutupi Jalan Wisata Ketapang, Erosi Air Ancam Akses Wisatawan

PD IWO Lampung Utara Perkuat Sinergi Lewat Kunjungan ke Badan Kesbangpol

PD IWO Lampung Utara Perkuat Sinergi Lewat Kunjungan ke Badan Kesbangpol

Angka Stunting Tinggi, Program Makan Bergizi Gratis Diharapkan Jadi Solusi di Kecamatan Panjang

Angka Stunting Tinggi, Program Makan Bergizi Gratis Diharapkan Jadi Solusi di Kecamatan Panjang

NasDem Hadir untuk Warga Tanggamus: Bantu Korban Banjir di Gunung Doh dan Banding

NasDem Hadir untuk Warga Tanggamus: Bantu Korban Banjir di Gunung Doh dan Banding

Negara Harus Hadir, Bukan Mengintimidasi: LBH dan Kanwil Kemenkum Gelar Penyuluhan Hukum di Tengah Konflik Agraria Anak Tuha

Negara Harus Hadir, Bukan Mengintimidasi: LBH dan Kanwil Kemenkum Gelar Penyuluhan Hukum di Tengah Konflik Agraria Anak Tuha

banner 300250

Berita Terkini

  • Finest Mastercard Online Gambling Enterprises: A Comprehensive Overview for Gamblers
  • Online Gambling Establishment Payment Techniques: A Comprehensive Overview
  • Discover the Excitement of Free Penny Slots Online
  • Play Lightning Roulette Online at Your Casino
  • Ameristar Casino Resort Spa St Charles
Pantau Lampung

Selamat datang di Pantau Lampung, portal berita yang mengabarkan secara cermat dan tepat tentang berbagai peristiwa dan perkembangan terkini di Provinsi Lampung. Kami hadir untuk menjadi sumber informasi terpercaya bagi masyarakat Lampung dan pembaca di seluruh Indonesia.

  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 Pantaulampung.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Pojok Lampung
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ruwa Jurai
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Pesisir Barat
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Lifestyle
    • Entertainment
    • Hiburan
    • Fashion
  • Network
  • Indeks
  • ePAPER

© 2024 Pantaulampung.com - All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In