• Redaksi
  • Tentang Kami
Senin, Mei 18, 2026
Pantau Lampung
  • Beranda
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Pojok Lampung
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ruwa Jurai
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Pesisir Barat
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Lifestyle
    • Entertainment
    • Hiburan
    • Fashion
  • Network
  • Indeks
  • ePAPER
No Result
View All Result
Pantau Lampung
  • Beranda
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Pojok Lampung
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ruwa Jurai
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Pesisir Barat
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Lifestyle
    • Entertainment
    • Hiburan
    • Fashion
  • Network
  • Indeks
  • ePAPER
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Pantau Lampung
  • Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Opini
  • Pendidikan
  • Hiburan
Home Berita Terkini

Perang Sarung: Dari Tradisi Berubah Menjadi Tragedi Modern

Oskar SihotangEditorOskar Sihotang
Mar 21, 2024
A A

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Umi Fadillah. Ist

ADVERTISEMENT

PANTAU LAMPUNG – Perang sarung, sebuah tradisi yang kaya akan makna dan nilai-nilai budaya, kini telah berubah menjadi tragedi modern yang memakan korban jiwa.

Di Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, misalnya, seorang remaja berusia 14 tahun meninggal dunia setelah terlibat perang sarung, yang terjadi pada Senin, 18 Maret 2024.

Awalnya, perang sarung merupakan bagian dari tradisi kebersamaan umat Islam dalam menyambut bulan suci Ramadan.

BeritaTerkait

Janji Gaji Rp2 Juta Berujung Perdagangan Orang, Dua Anak Jadi Korban

Kerugian Negara Rp7,4 Miliar, Kasus Honorer Metro Masih Tunggu Audit Resmi

Namun, seiring berjalannya waktu, tradisi ini telah disalahartikan dan disalahgunakan, menyebabkan tawuran antar kelompok remaja dengan akibat yang memilukan.

Perang sarung memiliki akar sejarah yang dalam. Di masa lalu, setelah salat tarawih dan salat subuh, umat Islam sering mengadakan perang sarung sebagai bentuk kegembiraan menyambut bulan Ramadan.

ADVERTISEMENT

Tradisi ini menjadi momen untuk mempererat hubungan antar sesama serta mengekspresikan rasa kebersamaan dan kegembiraan dalam beribadah.

Namun, seiring dengan perubahan zaman dan pergulatan budaya, makna perang sarung telah bergeser.

Apa yang dulunya merupakan ekspresi kebersamaan dan kegembiraan, kini telah diubah menjadi ajang pertarungan fisik antar kelompok remaja.

Persaingan yang semestinya bersifat sportif dan penuh kebersamaan, kini telah menjadi bentuk kekerasan yang merenggut nyawa.

Kombes Pol Umi Fadilah Astutik, Kabid Humas Polda Lampung, menyatakan keprihatinannya atas perkembangan ini.

“Kami menyayangkan adanya korban jiwa akibat perang sarung yang semestinya menjadi bagian dari tradisi kebersamaan dan kegembiraan umat Islam dalam menyambut bulan Ramadan,” ujarnya.

“Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya para pemuda, untuk mengembalikan makna sejati dari perang sarung sebagai wujud kebersamaan dan kegembiraan dalam beribadah, bukan sebagai ajang kekerasan dan pertarungan yang berujung pada korban jiwa.” ungkap Kabid Humas.

Polda Lampung melalui Polres jajaran, telah mengamankan sejumlah remaja yang kedapatan akan melakukan perang sarung. hal menunjukkan respons yang cepat dan tegas terhadap potensi terjadinya tindakan kekerasan.

“Remaja yang diamankan, dengan usia rata-rata belasan tahun. Ini menunjukan pentingnya peran penegak hukum dalam mencegah perilaku berbahaya di kalangan generasi muda.” kata Umi.

Kabid Humas menegaskan, Untuk mengatasi masalah ini, perlu adanya upaya bersama dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat secara keseluruhan.

“Pentingnya mendidik generasi muda tentang bagaimana menjaga tradisi dengan baik dan tidak menyalahgunakan nilai-nilai budaya menjadi kunci untuk mencegah tragedi serupa terjadi di masa depan,” pungkasnya.***

Tags: #Polda Lampung
ShareTweetSendShare
Previous Post

Polisi Bongkar Home Industri Narkoba di Lampung Timur: Berbagai Alat Racik dan Bahan Disita

Next Post

Empat Nama Calon Bupati Tulangbawang 2024-2029: Menjelang Pesta Demokrasi

Related Posts

DPC GMNI Metro Ungkap Dugaan Pelanggaran Mekanisme Organisasi
Bandar Lampung

DPC GMNI Metro Ungkap Dugaan Pelanggaran Mekanisme Organisasi

Mei 17, 2026
LBH Bandar Lampung Nilai Pernyataan Kapolda Berpotensi Timbulkan Penyalahgunaan Wewenang
Bandar Lampung

LBH Bandar Lampung Nilai Pernyataan Kapolda Berpotensi Timbulkan Penyalahgunaan Wewenang

Mei 17, 2026
Puskada Lampung Tengah Minta Kejelasan Penanganan Kasus Honorer Fiktif Metro
Bandar Lampung

Puskada Lampung Tengah Minta Kejelasan Penanganan Kasus Honorer Fiktif Metro

Mei 17, 2026
Toni Kasmiri: Potensi Pertanian Lampung Selatan Harus Jadi Kekuatan Pangan Nasional
Berita

Toni Kasmiri: Potensi Pertanian Lampung Selatan Harus Jadi Kekuatan Pangan Nasional

Mei 17, 2026
Kapolri Sebut Produksi Jagung Nasional Naik 6,74 Persen Lewat Program Ketahanan Pangan
Berita

Kapolri Sebut Produksi Jagung Nasional Naik 6,74 Persen Lewat Program Ketahanan Pangan

Mei 17, 2026
Pemkab Lampung Selatan Dukung Penuh Program Koperasi Desa Merah Putih
Berita

Pemkab Lampung Selatan Dukung Penuh Program Koperasi Desa Merah Putih

Mei 17, 2026
Next Post
Empat Nama Calon Bupati Tulangbawang 2024-2029: Menjelang Pesta Demokrasi

Empat Nama Calon Bupati Tulangbawang 2024-2029: Menjelang Pesta Demokrasi

Ayo Mudik Bareng Ditlantas Polda Lampung: Gratis Yogyakarta dan Solo

Empat Kandidat Kuat Calon Bupati Mesuji 2024-2029: Profil dan Dinamika Politik

Empat Kandidat Kuat Calon Bupati Mesuji 2024-2029: Profil dan Dinamika Politik

What Are The Professionals And Cons Of Staking Crypto?

Lapor Pak Menteri Kumham, Ada Dugaan Pungli Sewa HP di Lapas Kalianda Capai Jutaan Rupiah?

Lapor Pak Menteri Kumham, Ada Dugaan Pungli Sewa HP di Lapas Kalianda Capai Jutaan Rupiah?

banner 300250

Berita Terkini

  • DPC GMNI Metro Ungkap Dugaan Pelanggaran Mekanisme Organisasi
  • LBH Bandar Lampung Nilai Pernyataan Kapolda Berpotensi Timbulkan Penyalahgunaan Wewenang
  • Puskada Lampung Tengah Minta Kejelasan Penanganan Kasus Honorer Fiktif Metro
  • Toni Kasmiri: Potensi Pertanian Lampung Selatan Harus Jadi Kekuatan Pangan Nasional
  • Kapolri Sebut Produksi Jagung Nasional Naik 6,74 Persen Lewat Program Ketahanan Pangan
Pantau Lampung

Selamat datang di Pantau Lampung, portal berita yang mengabarkan secara cermat dan tepat tentang berbagai peristiwa dan perkembangan terkini di Provinsi Lampung. Kami hadir untuk menjadi sumber informasi terpercaya bagi masyarakat Lampung dan pembaca di seluruh Indonesia.

  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 Pantaulampung.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Pojok Lampung
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ruwa Jurai
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Pesisir Barat
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Lifestyle
    • Entertainment
    • Hiburan
    • Fashion
  • Network
  • Indeks
  • ePAPER

© 2024 Pantaulampung.com - All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In