Lampung TimurSeni Budaya

Ratusan Peserta Pencak Silat Sekinci-Kinci Meriahkan Cakak Besi

LAMPUNG TIMUR, Pantaulampung.com– Ratusan peserta pencak silat asli Lampung sekinci-kinci se-Provinsi Lampung menghadiri kenaikan tingkat atau cakak besi di Way Jepara Lampung Timur, Rabu (27-9) malam.

Ketua pencak silat sekinci-kinci Lampung Timur M. Yusuf didampingi Ketua Sekinci-kinci Way Jepara Ibrahim Sofyan dan panitia pelaksana Hali Afrian mengatakan, kenaikan tingkat atau cakak besi bagi peserta pencak silat warisan nenek moyang kali ini diikuti 31 peserta dari usia anak-anak, remaja dan dewasa. Puluhan peserta yang naik tingkat itu berasal dari beberapa kecamatan di Lampung Timur.

Untuk memeriahkan kenaikan tingkat seni bela diri asli Lampung itu, panitia juga mengundang Hasbullah guru besar sekinci- kinci asal Pekurun Lampung Utara, Hi. Mawardi Harirama selaku Ketua Umum sekinci-kinci Provinsi Lampung serta pengurus serta undangan dari delapan kabupaten di Lampung.

Menurut M. Yusuf, 31 peserta yang naik tingkat atau cakak besi itu setelah menjalani latihan tujuh bulan lebih dan menguasai beberapa jurus bela diri dimaksud.

“Kalau belum menguasai jurus-jurus peserta belum bisa cakak besi. Dan mereka sudah menjalani latihan secara rutin tujuh bukan lebih,” ujarnya.

Beberapa bulan lalu, prosesi yang sama atau naik tingkat juga sudah dilaksanakan di Desa Rajabasa Baru Kecamatan Mataram Baru. Tapi, jumlah peserta saat itu tak sebanyak jumlah peserta periode kedua ini.

“Prosesi cakak besi kali ini pesertanya sangat banyak dan sangat meriah,” ungkapnya.

Dia berharap, mengingat seni bela diri asli Lampung itu tak hanya untuk bela diri semata, dan telah lahir sejak ratusan tahun silam, hendaknya warga Lampung dapat melestarikan seni dimaksud.

“Sekinci-kinci tak hanya untuk bela diri. Tapi, tak kalah penting untuk menjalin tali silaturahmi dan melestarikan adat budaya,” pungkasnya.

(Asir)

One thought on “Ratusan Peserta Pencak Silat Sekinci-Kinci Meriahkan Cakak Besi

  • Iy kita sebagai warga lampung
    Harus melestarikan adat budaya seni

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *