oleh

Puluhan Guru Datangi Diknas Lampura

LAMPUNG UTARA, PL– Pelantikan dan Pengambilan Sumpah jabatan fungsional guru dengan tugas tambahan sebagai kepala sekolah dan pengawas di dinas pendidikan (Disdik) kabupaten Lampung Utara yang berjumlah 432 dari tingkat Paud, Taman Kanak-kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Tingkat Pertama serta UPTD yang dilaksanakan hari Selasa 16 mei 2023 lalu di GOR stadion Sukung Kotabumi bermasalah.

 

 

Puluhan kepala sekolah yang statusnya sebagai Pejabat Sementara (PJ) dilantik dan dikukuhkan namun tidak menjadi yang definitif, bahkan di mutasi ke sekolah yang jauh serta ada yang non job.

Karena hal tersebut beberapa kepala sekolah yang akan menandatangani fakta integritas sebelum diterbitkannya Surat Keputusan (SK) banyak yang enggan menandatangani berkas-berkas tersebut.

Beberapa kepala sekolah yang tidak mau dipindah tugas antara lain Sri Desmawati Kepala  SD N 05 Kelapa Tujuh, Kepala SD N 02 Sribasuki Darmeli, Kepala SD N 2 Gapura ibu Lidiana S.Pd, MPD dan ada beberapa kepala sekolah lainnya yang tidak ingin disebutkan.

Hari ini Senin, 22 Mei 2023 puluhan tenaga pengajar dari SD N 02 Gapura, SDN 5 Kelapa Tujuh, SD N 1 Abung Jayo ramai-ramai mendatangi Kantor Dinas Pendidikan Lampung Utara (Lampura) untuk mengawal kepala sekolahnya masing-masing dan meminta pihak Diknas Lampura meninjau kembali hasil pelantikan dan pengukuhan yang telah dilaksanakan sepekan yang lalu.

“Kami sengaja ke sini meminta kepada Kepala Dinas Pendidikan untuk mempertahankan kepala sekolah kami, karena sekolah kami sedang dalam proses program kepala sekolah yang sekarang dan juga kepala sekolah kami baru 1 tahun menjabat dan jangan di pindah pindah kan dong,” pinta dewan guru SD N 02 Gapura.

Hal serupa diungkap kan juga oleh dewan guru SD N 05 Kelapa Tujuh, mereka meminta kepala dinas dan kepala bidang pembinaan dan ketenagaan dinas pendidikan agar mempertahan Kepala sekolah mereka saat ini.

Pasalnya menurut mereka, kepala sekolah saat ini dianggap sangat cakap dan telah memberikan banyak prestasi dan kemajuan bagi sekolah tersebut.

Mereka juga menanyakan terkait pelantikan dan pengukuhan tersebut terdapat kepala sekolah yang mutasi dan non job. Padahal hampir rata-rata kepala sekolah yang mutasi masih berstatus PJ.

“Kami mempertahan kan kepala sekolah kami di karena kan saat ini sedang melaksanakan beberapa program dan belum selesai, kami khawatir masuk nya kepala sekolah baru akan membuat program yang lama akan terbengkalai, kalau seperti ini bagaimana sekolah kami mau maju, saat ini sekolah kami sudah banyak kemajuan sejak di pimpin kepala sekolah ini,” ujar dewan guru SD N 05 Kelapa Tujuh.

Saat kepala sekolah menghadap Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan di dinas pendidikan kabupaten Lampura untuk menandatangani fakta integritas, Kabid tersebut yakni Diana Wati terlihat meninggalkan kantor dinas pendidikan, dan kondisi ruangan Kabid terlihat kosong.

Hingga saat ini para kepala sekolah batal menandatangani fakta integritas yang diminta Disdik Lampura.

(NeZ)