oleh

Digrebek Aparat Kampung Varia Agung Mataram karena Diduga Berzina, Sapi Milik Janda di Lamteng Raib

LAMPUNG TENGAH, PL– Sungguh na’as nasib seorang janda bernama Sadem warga Kampung Varia Agung Mataram, Kecamatan Seputih Mataram, Lampung Tengah.

Dia telah kehilangan seekor sapi yang dititipkan atau digaduhkan ke pakdenya yang bernama Hatmin pada Senin tanggal 9 Januari 2022 lalu, sekira pukul 07.00 WIB.

Kejadian hilangnya sapi itu berawal saat Sadem, seorang janda yang diduga sedang melakukan perzinahan di rumah kontrakannya dengan seorang pria bernama Heru warga Kampung Mendala Lampung Tengah.

Warga kampung Varia Agung Mataram merasa geram dengan apa yang dilakukan Sadem dan Heru, pasalnya Heru bertamu di kediaman rumah Sadem pada larut malam.

Lalu, warga bersama aparat kampung setempat menggerebek keduanya pada hari Kamis pukul 22.30 WIB, 29 Desember 2022.

Setelah kejadian tersebut, Sadem dan Heru dimintai uang sebesar 20 juta oleh warga dan aparat desa untuk pembuatan bangunan gorong-gorong.

Karena pada saat itu keduanya tidak memiliki uang sebesar itu, warga dan aparat Kampung memberikan tempo selama 2 minggu. Dan pada waktu yang telah ditentukan tanggal 8, aparat kampung yang diwakili oleh Suami Bayan, RT dan tokoh pemuda Kampung Varia Agung Mataram mendatangi rumah Sadem untuk meminta uang sebagai tebusan atau denda sesuai kesepakatan.

Namun janda itu mengaku belum ada uang, dan keesokan harinya sapi miliknya yang dirawat oleh Pakdenya raib alias hilang.

Kepada awak media, Sadem menceritakan hilangnya sapi miliknya, “Waktu itu saya digerebek karena ada tamu malam-malam, sama Pak Danton, Pak RT dan Suami Bu Bayan. Sempet juga teman saya Heru dipukuli dan dibawa ke rumah Bu Bayan, dan kami harus bayar 20 juta ke mereka,” jelas Sadem.

Lanjutnya, “Tapi saya belum ada duit pada saat itu. Namum di sini saya heran, sapi saya yang dirawat oleh Pakde saya yang bernama Hatmin kok hilang, padahal saya pernah bilang kalau ada yang mengambil sapi itu jangan pernah dikasih. Menurut informasi Pakde saya, sapi diambil oleh Suami Gianto, Mulyono dan Rustam. Dan sampai hari ini saya gak tau kemana sapi saya.”

Atas kejadian tersebut ia tidak terima, dan akan mengadukan ke pihak yang berwajib. Selain itu, Sadem yang merasa tertindas lalu mengadukan ke LBH Proyustisia DPD Lampung Tengah guna pendampingan.

Aries, Musawir dan Koko merasa sangat geram dengan tindakan yang dilakukan oleh Aparat Kampung Varia Agung Mataram, kecamatan Seputih Mataram, Lampung Tengah.

Sebagai kuasa hukum, pemuda-pemuda Lampung Tengah yang tergabung di LBH Proyustisia akan segera melaporkan kejadian hilangnya sapi milik Sadem.

“Kami pernah menemui Kepala Kampung Varia Agung untuk mencoba memediasi terkait penggrebekan dan dana senilai 20juta, namun beliau mengatakan keputusan ada di RT, Bayan dan Danton, jadi akan kami rembuk lagi,” jelas salah satu tim LBH Proyustisia.

Akan tetapi, lanjutnya, pengakuan Sadem adalah sapi miliknya yang dititipkan ke pakdenya sekarang sudah tidak ada.

“Kalau untuk hal ini kami akan menempuh jalur hukum secepatnya,” tegasnya dengan nada penuh semangat.

Dari kejadian tersebut, dan setelah digrebek oleh warga dan Aparat Kampung Varia Agung Mataram, Sadem harus kehilangan seekor sapi yang diduga diambil oleh Aparat Kampung setempat. Menurutnya nilai harga sapi berkisar 20 juta rupiah.

Sampai berita ini diterbitkan, Sudianto Kepala Kampung Varia Agung Mataram belum bisa ditemui untuk dikonfirmasi lebih lanjut.

(Asir)