oleh

Eva Dwiana, Ibu Asuh UMKM di Bandar Lampung

Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana berhasil meningkatkan daya saing sebanyak 12 ribu UMKM yang terdampak pandemi, melalui sejumlah program strategis, mulai dari bantuan pinjaman kredit non bunga hingga pembangunan Taman Bung Karno sebagai sentra UMKM.

 

Pagi-pagi sekali, Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana sudah berada di Taman Bung Karno yang hanya berjarak kurang dari satu kilometer dari rumah dinasnya.

Ia berbaur, dan sesekali terlihat berdiskusi dengan sejumlah pedagang kuliner yang ada di sentra UMKM Kota Bandar Lampung itu. Tak jarang ia menggunakan smartphonenya untuk merekam masukan dari pedagang maupun warga yang ia temui.

“Masukan-masukan dari pelaku UMKM dan pengunjung ini yang jadi bahan saya dan teman-teman di Pemkot Bandar Lampung untuk melakukan evaluasi lanjutan. Dan itu saya lakukan secara rutin, karena perkembangan usaha itu kan dinamis,” terang Eva Dwiana.

Meski belum genap dua tahun menjabat sebagai walikota, Eva Dwiana sudah tancap gas membenahi sektor UMKM. Ia terpanggil manakala banyak pelaku UMKM di Bandar Lampung babak belur dihantam pandemi.

Ia khawatir sektor perekonomian di level mikro itu terganggu, yang bisa memicu bertambahnya angka kemiskinan. Apalagi, jumlah pelaku UMKM di Kota Bandar Lampung terbilang besar hingga 12 ribu UMKM.

Sejumlah program ia gagas. Eva menggandeng pihak perbankan untuk mau memberikan pinjaman lunak bebas bunga kepada UMKM dengan Pemerintah Kota Bandar Lampung sebagai jaminannya.

Karena jumlah UMKM yang besar, terbersit ide untuk membuat semacam clusterisasi bagi pelaku UMKM agar lebih tertata dan mudah dikunjungi. Ia kemudian membangun Taman Bung Karno sebagai sentra UMKM.

Untuk urusan promosi, setiap event baik yang digelar di Bandar Lampung, maupun yang ia ikuti di luar daerah, produk unggulan UMKM selalu ia bawa. Hasilnya, tak sampai setahun, puluhan ribu UMKM di Bandar Lampung mulai menunjukkan eksistensinya. Saat pandemi mereka bisa bertahan, ketika pandemi mulai melandai UMKM ini mulai bangkit.

Bahkan saat event Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) digelar di Kota Bandar Lampung selama tiga hari pada Mei 2022 lalu, arus perputaran uang UMKM mampu mencapai hingga Rp 2,2 miliar.

Ketua Apeksi yang juga Wali Kota Bogor, Bima Arya bersama Eva Dwiana saat meninjau produk kerajinan UMKM Kota Bandar Lampung. Foto: Pemkot Bandar Lampung

 

Pembangunan Taman Bung Karno sebagai Sentra UMKM

Salah satu bentuk keberpihakan Eva Dwiana terhadap kelangsungan UMKM di Bandar Lampung adalah keberadaan Taman Bung Karno yang khusus ia bangun sebagai sentra UMKM baik kuliner maupun produk kerajinan. Taman ini bahkan menjadi simbol kebangkitan UMKM di Kota Bandar Lampung.

Taman Bung Karno yang awalnya adalah lahan terbengkalai ini, dibangun menjadi sebuah area yang representatif untuk para pengusaha UMKM mempromosikan dan menjual produknya.

Taman yang diresmikan Oktober 2021 lalu oleh Ketua Umum PDI Perjuangan yang juga putri Bung Karno, Megawati Soekarno Putri secara virtual ini memiliki kapasitas daya tampung hingga 400 UMKM, yang setiap akhir pekan selalu ramai oleh pengunjung, yang tak hanya berasal dari Bandar Lampung tapi juga dari luar Kota Bandar Lampung hingga wisatawan mancanegara.

“Kapasitasnya akan terus kita tambah, karena lahan di Taman Bung Karno ini juga masih luas. Kita juga akan bangun fasilitas lain seperti taman bermain, agar pengunjung juga bisa lebih nyaman ketika berada disini,” terang Eva.

Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana berdiskusi dengan salah satu pelaku UMKM. Foto: Pemkot Bandar Lampung

 

Fasilitas Pinjaman Non Bunga untuk UMKM

Tak selesai sampai disitu, Eva Dwiana juga menggandeng pihak perbankan untuk memberikan jaminan akses permodalan kepada UMKM.

Ia bukan hanya sekedar memberikan akses pinjaman modal biasa, tapi pinjaman bebas bunga. Sebagai garansinya, ia dan Pemkot Bandar Lampung memberikan subsidi bunga pinjamannya dengan alokasi anggaran Rp 10 miliar tiap tahun, jumlah ini akan terus disesuaikan dengan UMKM penerima manfaatnya.

Sampai dengan tahun 2022 ini saja, tercatat jumlah penyaluran kredit untuk UMKM di Kota Bandar Lampung sudah mencapai Rp 2 triliun, yang tersebar di bank-bank yang bekerja sama dengan Pemkot Bandar Lampung. Rata-rata pelaku UMKM ini memperoleh pinjaman sebesar Rp 10 – 25 juta.

Pinjaman non bunga ini juga secara khusus menyasar pelaku usaha super mikro agar daya jangkaunya bisa lebih luas.

“Fasilitas pinjaman non bunga ini terus kita perluas agar pedagang kecil yang masuk dalam kategori super mikro, seperti pedagang gorengan bisa juga menikmati bantuan permodalan ini agar mereka bisa terus bertumbuh,” jelas Eva.

Rasio kredit bermasalah (NPL) sampai dengan saat ini masih terkendali dan masih dibawah angka rasio indikatif nasional yang ditetapkan sebesar 5 persen, sedangkan rasio NPL di Kota Bandar Lampung masih di kisaran kurang dari 3 persen.

Baca Juga: Program Bantuan Pemkot Bandar Lampung untuk UMKM

Bangun Rumah Pengemasan Produk UMKM

Dari sisi pengembangan produk UMKM, Eva Dwiana juga tengah membangun Rumah Pengemasan. Rumah Pengemasan ini akan menjadi sarana bagi pelaku UMKM untuk membuat desain hingga model kemasan produk yang ideal agar produk-produk hasil industri rumahan ini bisa bersaing dengan produk-produk skala industri.

Rumah Pengemasan yang merupakan hasil kerjasama dengan Kementerian Koperasi dan UMKM ini akan dilengkapi dengan berbagai alat untuk membuat kemasan serta yang ditunjang dengan SDM yang mumpuni dalam hal desain produk.

“Rumah Pengemasan ini akan dilengkapi dengan pekerja kreatif dan bantuan alat kemasan modern dari Kementerian Koperasi dan UMKM, agar produk-produk UMKM yang ada di Bandar Lampung ini bisa bersaing di pasar yang lebih luas, dengan kemasan yang unik dan menarik,” kata Eva saat meninjau proses pembangunan gedung Rumah Pengemasan ini, beberapa waktu lalu.

Pagi Rakyat, Malam UMKM

Setiap hari rutinitas Eva Dwiana juga bertambah. Walikota yang diganjar banyak penghargaan karena upayanya melakukan normalisasi sungai ini, setiap malam ia selalu menyambangi sentra UMKM.

Ia menggandeng banyak selebgram untuk menikmati penganan UMKM, agar promosinya semakin gencar. Puluhan UMKM yang bergerak di bidang kuliner dan berbagai produk kerajinan ia sambangi, sesekali ia memborong habis semua jajanan.

Sebelumnya, pada perhelatan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) yang dipusatkan di Kota Bandar Lampung bulan Mei 2022 lalu, upaya promosi produk UMKM ia gencarkan.

Di pusat-pusat pertemuan para wali kota se-Indonesia itu, ia pajang produk kerajinan UMKM sebagai souvenir. Eva juga menggandeng UMKM kuliner untuk menyediakan penganan untuk peserta Apeksi.

Upaya Eva Dwiana terhadap pengembangan UMKM itu bahkan sempat di apresiasi Presiden Joko Widodo ketika meninjau penyaluran BLT di Kota Bandar Lampung pada September 2022 lalu.

Selain itu, kiprah Eva Dwiana dalam mengembangkan dan meningkatkan pencapaian daya saing dan kesejahteraan UMKM di Kota Bandar Lampung membuatnya memperoleh penghargaan Excellent Integrated SMES Development Initiatives dalam ajang Indonesia Awards 2022.

Kerja keras Eva Dwiana ini, dirasakan benar oleh Hayati, salah satu pengusaha kecil bidang kuliner di Bandar Lampung yang usahanya sempat terdampak pandemi. Banyak manfaat yang ia peroleh, selain bantuan modal, ia juga tak lagi bingung mencari lapak jualan karena semuanya sudah disediakan oleh Pemerintah Kota Bandar Lampung.“Alhamdulillah, sekarang sudah bisa lebih tenang. Dapat bantuan modal, lokasi jualan juga sudah disediakan”. (Meza Swastika)