Rintik hujan bernyanyi di sore muram, seakan sepi di keheningan hutan. Kuakui, ini bukan pertama mendengar kinanti sedih di antara hitamnya belukar. Tapi dulu aku berkasih. Angin ribut yang suaranya mengalahkan derit roda pengangkut batu bara pun tak sanggup mengusik tenangku. Kekasihku paling bisa membuatku tersenyum meski kadang perasaannya sebagaimana tanaman didera kemarau panjang. Orang… Lanjutkan membaca Tanaman Didera Kemarau
Kategori: Prosa
Karangan Bebas Yang Membutuhkan Imaji, Liris Juga Sastra