PANTAU LAMPUNG- Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menjadi keynote speaker dalam acara penandatanganan kerja sama Fasilitas Dana Bergulir (FDB) Multi Usaha Kehutanan yang digelar oleh Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup bersama Direktorat Jenderal Perbendaharaan di Jakarta, Kamis (2/4/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Wagub Jihan menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Lampung untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi tantangan perubahan iklim sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani hutan.
“Dibutuhkan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, lembaga pembiayaan, dan sektor swasta. Tantangan perubahan iklim tidak bisa diselesaikan secara parsial,” ujarnya.
Perkuat Rantai Pasok Kakao dan Kopi
Jihan menyebut Lampung memiliki posisi strategis sebagai salah satu sentra utama komoditas kakao dan kopi di Indonesia. Oleh karena itu, penguatan rantai pasok dinilai penting untuk menjaga kualitas dan produktivitas.
Kerja sama ini melibatkan sejumlah mitra global seperti Mars Indonesia, Barry Callebaut, serta Olam Food Ingredients.
Menurutnya, kolaborasi tersebut membuka peluang lebih luas bagi petani dalam mengakses pembiayaan dan pendampingan usaha.
Fokus Agroforestry dan Pemberdayaan Petani
Pemprov Lampung juga menandatangani kerja sama dengan PT Olam Food Indonesia yang mencakup peningkatan kapasitas kelompok tani hutan melalui pelatihan dan pendampingan, khususnya dalam budidaya kakao berbasis agroforestry berkelanjutan.
Kerja sama ini diarahkan untuk mendukung pemulihan lingkungan, penguatan inovasi, serta peningkatan kemandirian ekonomi masyarakat.
“Kami mengapresiasi praktik bisnis yang bebas deforestasi dan menjunjung keadilan gender. Ini penting untuk keberlanjutan,” kata Jihan.
Dorong Pembiayaan Berkelanjutan
Wagub Jihan juga menyoroti pentingnya integrasi data petani, peningkatan kapasitas, dan optimalisasi penyaluran dana bergulir sebagai bagian dari ekosistem pembiayaan berkelanjutan.
Ia mengungkapkan bahwa literasi keuangan petani di Lampung mulai meningkat, sehingga akses terhadap fasilitas pembiayaan semakin terbuka.
“Kita melihat petani sudah semakin memahami pembiayaan. Ini peluang besar untuk mengembangkan usaha mereka,” ujarnya.
Apresiasi Dukungan Pemerintah Pusat
Dalam forum tersebut, Jihan turut menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat, khususnya Kementerian Kehutanan Republik Indonesia atas dukungan terhadap pembangunan sektor kehutanan di Lampung.
Salah satu dukungan yang disoroti adalah pembangunan pagar pembatas antara kawasan Taman Nasional Way Kambas dengan permukiman warga, guna mengurangi konflik antara manusia dan satwa liar.
Wagub berharap sinergi antara pemerintah dan mitra strategis dapat terus diperkuat demi mendorong pembangunan berkelanjutan dan kesejahteraan masyarakat di Provinsi Lampung.***









