PANTAU LAMPUNG- Momentum 1447 Hijriah dimaknai sebagai waktu untuk kembali pada nilai kebersamaan dan keikhlasan. Hal tersebut disampaikan Ketua DPC (PPWI) Lampung Selatan, , dalam pernyataan resminya.
Dalam rilis yang disampaikan pada Jumat (20/3/2026), Suradi menegaskan bahwa Idulfitri bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan momentum refleksi spiritual dan sosial setelah menjalani ibadah Ramadan.
“Idulfitri adalah saat untuk kembali ke fitrah, memperbaiki diri, dan memperkuat hubungan antarsesama,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai Ramadan seperti kesabaran, kepedulian, dan kejujuran dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam dunia jurnalistik.
Menurut Suradi, di tengah derasnya arus informasi digital, peran media—khususnya pewarta warga—menjadi sangat penting dalam menjaga kualitas informasi yang beredar di masyarakat.
“Di era keterbukaan informasi, masyarakat membutuhkan berita yang tidak hanya cepat, tetapi juga akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. PPWI harus menjadi bagian dari solusi,” tegasnya.
Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan Idulfitri sebagai titik awal memperkuat solidaritas sosial, menghapus sekat perbedaan, serta membangun kolaborasi demi kemajuan daerah .
“Perbedaan bukan untuk dipertentangkan, melainkan dirajut menjadi kekuatan bersama,” tambahnya.
Menutup pernyataannya, Suradi menyampaikan doa agar Idulfitri membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat.
“Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita dan melimpahkan kesehatan serta kedamaian. Mohon maaf lahir dan batin,” pungkasnya.***








