PANTAU LAMPUNG- Menjelang puncak arus mudik Idulfitri 1447 Hijriah, Gubernur Lampung bersama Pangdam dan Kapolda turun langsung meninjau kesiapan pengamanan di Pelabuhan Bakauheni dan ruas Tol Trans Sumatera guna memastikan kelancaran perjalanan pemudik.
Forkopimda Tinjau Titik Vital Mudik
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi dan Kapolda Lampung Irjen Pol Helfy Assegaf melakukan peninjauan di kawasan Pelabuhan Bakauheni dan ruas Jalan Tol Trans Sumatera, Lampung Selatan, Senin (16/3/2026).
Peninjauan ini melibatkan unsur Forkopimda sebagai bagian dari upaya memastikan kesiapan arus mudik di pintu gerbang utama Pulau Sumatera dari Pulau Jawa.
Rombongan memantau pelaksanaan Operasi Ketupat Krakatau 2026 dengan mengecek sejumlah pos pelayanan dan pengamanan, seperti Pos Pelayanan Rest Area 49B, Rest Area 20B, serta Pos Pelayanan Bakauheni. Selain itu, fasilitas kesehatan dan kesiapan personel juga menjadi fokus utama.
Ribuan Personel Disiagakan
Kapolda Lampung Irjen Pol Helfy Assegaf menyampaikan bahwa kesiapan pengamanan arus mudik di wilayah Lampung berjalan optimal.
Sebanyak 92 pos telah disiapkan di titik strategis, terdiri dari 57 pos pengamanan, 17 pos pelayanan, 16 posko bencana, serta 2 pos terpadu. Sebanyak 4.232 personel gabungan dari Polri, TNI, dan instansi terkait dikerahkan dalam operasi ini.
“Pada hari pertama sekitar 5.000 kendaraan, kemudian meningkat menjadi 11.000 kendaraan, lalu 19.000 kendaraan, dan hari ini mencapai sekitar 20.000 kendaraan,” ujarnya.
Antisipasi Lonjakan Pemudik
Untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan, operator pelabuhan menambah armada kapal. Pada satu dermaga yang sebelumnya dilayani empat kapal, kini ditingkatkan menjadi lima kapal untuk mempercepat layanan penyeberangan Merak–Bakauheni.
Penambahan armada ini diharapkan mampu mengurai kepadatan serta menjaga kelancaran arus mudik di jalur penyeberangan.
SubjGubernur Rahmat Mirzani Djausal menegaskan bahwa pemerintah provinsi terus memperkuat koordinasi lintas sektor guna memastikan mudik berjalan aman dan lancar.
Sebanyak 74 posko kesehatan telah disiapkan di seluruh wilayah Lampung, termasuk fasilitas mini ICU di kawasan Bakauheni untuk penanganan darurat.
Selain itu, masjid di sepanjang jalur mudik diimbau tetap dibuka selama 24 jam agar dapat dimanfaatkan pemudik sebagai tempat beristirahat.
“Jika lelah, silakan beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan,” kata Mirza.
Ia juga mengingatkan pemudik untuk mengutamakan keselamatan dan memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan.
“Kami berharap arus mudik tahun ini berjalan aman, lancar, dan nyaman bagi seluruh masyarakat,” ujarnya.***











