• Redaksi
  • Tentang Kami
Kamis, Februari 12, 2026
Pantau Lampung
  • Beranda
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Pojok Lampung
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ruwa Jurai
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Pesisir Barat
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Lifestyle
    • Entertainment
    • Hiburan
    • Fashion
  • Network
  • Indeks
  • ePAPER
No Result
View All Result
Pantau Lampung
  • Beranda
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Pojok Lampung
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ruwa Jurai
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Pesisir Barat
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Lifestyle
    • Entertainment
    • Hiburan
    • Fashion
  • Network
  • Indeks
  • ePAPER
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Pantau Lampung
  • Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Opini
  • Pendidikan
  • Hiburan
Home Ruwa Jurai Bandar Lampung

Penyair Berbakat Bandar Lampung Angkat Isu Ambiguitas Bahasa dalam Karya Reflektif

MeldaEditorMelda
Feb 12, 2026
A A
Penyair Berbakat Bandar Lampung Angkat Isu Ambiguitas Bahasa dalam Karya Reflektif
ADVERTISEMENT

PANTAU LAMPUNG- Puisi Meniti Anak-Anak Bapak merupakan karya yang bertumpu pada kritik sosial-linguistik: penyair menyoroti kegagalan manusia dalam menggunakan bahasa secara utuh sehingga menimbulkan salah paham, kerancuan makna, bahkan konflik relasi.

Tema ini tergolong menarik karena jarang diangkat secara eksplisit dalam puisi; bahasa biasanya menjadi medium puisi, tetapi di sini justru dijadikan objek kritik.

Meniti Anak-Anak Bapak

Kata enggak boleh berpisah,
wajib terjaga layaknya
kupu-kupu dengan bunga
atau sesederhana gelas dan air

BeritaTerkait

Kota yang Tajam dan Berkarat: Makna Puisi Kaleng Bir Karya Muhammad Alfariezie

Isbedy Wakili Lampung di Antologi Puisi “Air Mata Sumatera”

Jangankan dokter, suatu kasus
akan sulit pecah dengan kata
yang berpisah

Kita pun sering melihat rumah
tangga yang terpisah. Untuk
menuju kasih sayang ibu,
kadang anak harus bersusah
payak meniti anak-anak bapak
dan berlaku sebaliknya

ADVERTISEMENT

Jujur saya geram mendengar
dan membaca Anda berkalimat

Seperti beternak kupu-kupu
tapi benci menanam bunga
dan layaknya memberi gelas
tanpa pelengkap

2026

Premis Filosofis Bahasa Ideal

Sejak bait awal, penyair langsung menegaskan tesisnya melalui larik “Kata enggak boleh berpisah, wajib terjaga”. Pernyataan ini berfungsi sebagai premis filosofis bahwa bahasa ideal adalah bahasa yang utuh, selaras, dan tidak tercerai.

Metafora kupu-kupu dengan bunga serta gelas dan air memperkuat gagasan keterikatan alami: ada unsur-unsur yang memang ditakdirkan saling melengkapi. Simbol ini efektif karena sederhana namun mudah divisualisasikan, sehingga pembaca cepat memahami pesan moral tentang pentingnya kelengkapan tuturan.

Cermin Ketidakteraturan Relasi Sosial

Pada bagian tengah, puisi bergeser dari metafora alam ke ranah sosial melalui gambaran rumah tangga yang terpisah. Peralihan ini memperluas makna: keterpisahan kata dianalogikan dengan keterpisahan manusia.

Struktur ini menunjukkan bahwa kekacauan bahasa bukan sekadar persoalan komunikasi, melainkan cermin ketidakteraturan relasi sosial. Frasa “meniti anak-anak bapak” menghadirkan ironi sekaligus absurditas, seolah bahasa yang tidak lengkap memaksa seseorang berjalan di atas struktur makna yang rapuh.

Transformasi Suara Lirik dari Pengamat Jadi Pengkritik

Klimaks puisi muncul di bagian akhir ketika penyair menggunakan nada langsung dan emosional: “Jujur saya geram…”. Pergeseran dari metaforis ke deklaratif ini menandai transformasi suara lirik—dari pengamat menjadi pengkritik.

Dua metafora penutup, beternak kupu-kupu tapi benci menanam bunga dan memberi gelas tanpa pelengkap, merupakan alegori kuat tentang kontradiksi perilaku berbahasa: orang ingin dipahami tetapi enggan menyampaikan maksud secara utuh. Penutup ini efektif karena menyatukan seluruh simbol sebelumnya dalam satu kesimpulan moral.

Fragmentaris Alur Asosiasi Metafora

Secara stilistika, puisi ini mengandalkan diksi sederhana dan struktur bebas tanpa rima tetap. Kesederhanaan tersebut mendukung tema karena kritik terhadap bahasa justru disampaikan dengan bahasa yang lugas.

Namun, transisi antarbaris kadang terasa fragmentaris sehingga alur asosiasi metafora tidak selalu mulus. Jika kesinambungan citraan diperhalus, daya sugestif puisi akan meningkat dan pesan moral dapat mengalir lebih kuat.

Fondasi Relasi Manusia

Secara keseluruhan, puisi ini berhasil menyampaikan kritik tajam terhadap kebiasaan berbahasa yang tidak lengkap atau ambigu. Ia menempatkan bahasa sebagai fondasi relasi manusia dan menegaskan bahwa ketidakutuhan ujaran dapat berujung pada keretakan pemahaman.

Dengan gagasan konseptual yang kuat dan metafora simbolik yang konsisten, karya ini menunjukkan potensi besar sebagai puisi reflektif yang tidak hanya estetis, tetapi juga edukatif.

Penilaian kritis: puisi ini menonjol pada gagasan dan simbolisme, serta efektif sebagai puisi pesan moral, meskipun masih dapat diperkaya dalam kesinambungan struktur imaji agar dampak artistiknya semakin mendalam.***

Source: ALFARIEZIE
Tags: analisis puisikritik sosial linguistikmakna bahasaMeniti Anak-Anak Bapakpenyair Bandar Lampungpuisi bermaknapuisi reflektifSastra Lampung
ShareTweetSendShare
Previous Post

Inovasi Pangan, SIG Pertanian, dan UMKM Jadi Fokus KKN Kelompok 1 Itera di Desa Nambah Rejo

Next Post

UU Sisdiknas Bayangi Kasus SMA Siger, Polda Lampung Bergerak

Related Posts

Sinergi Lintas Sektoral, Polres Lamsel Optimalkan Ops Ketupat Krakatau 2026
Berita

Sinergi Lintas Sektoral, Polres Lamsel Optimalkan Ops Ketupat Krakatau 2026

Feb 12, 2026
Penguatan SPI dan Kepatuhan Jadi Fokus Pemeriksaan LKPD 2025 di Lamsel
Berita

Penguatan SPI dan Kepatuhan Jadi Fokus Pemeriksaan LKPD 2025 di Lamsel

Feb 12, 2026
Tukin ASN Tertahan, Dugaan Masalah Keuangan Menguat di Pemkot
Bandar Lampung

Tukin ASN Tertahan, Dugaan Masalah Keuangan Menguat di Pemkot

Feb 12, 2026
Desa Hanura Jadi Lokasi Perdana Diklat DPM AFF di Pesawaran
Berita

Desa Hanura Jadi Lokasi Perdana Diklat DPM AFF di Pesawaran

Feb 12, 2026
Pengukuran 25 Kapal Wisata di Pesawaran, KSOP Jamin Transparansi Layanan
Berita

Pengukuran 25 Kapal Wisata di Pesawaran, KSOP Jamin Transparansi Layanan

Feb 12, 2026
Siswa Terancam Dampak Legalitas, Mahasiswa Tekan Pemkot soal SMA Siger
Bandar Lampung

Siswa Terancam Dampak Legalitas, Mahasiswa Tekan Pemkot soal SMA Siger

Feb 12, 2026
Next Post
UU Sisdiknas Bayangi Kasus SMA Siger, Polda Lampung Bergerak

UU Sisdiknas Bayangi Kasus SMA Siger, Polda Lampung Bergerak

Siswa Terancam Dampak Legalitas, Mahasiswa Tekan Pemkot soal SMA Siger

Siswa Terancam Dampak Legalitas, Mahasiswa Tekan Pemkot soal SMA Siger

Pengukuran 25 Kapal Wisata di Pesawaran, KSOP Jamin Transparansi Layanan

Pengukuran 25 Kapal Wisata di Pesawaran, KSOP Jamin Transparansi Layanan

Desa Hanura Jadi Lokasi Perdana Diklat DPM AFF di Pesawaran

Desa Hanura Jadi Lokasi Perdana Diklat DPM AFF di Pesawaran

Tukin ASN Tertahan, Dugaan Masalah Keuangan Menguat di Pemkot

Tukin ASN Tertahan, Dugaan Masalah Keuangan Menguat di Pemkot

banner 300250

Berita Terkini

  • Sinergi Lintas Sektoral, Polres Lamsel Optimalkan Ops Ketupat Krakatau 2026
  • Penguatan SPI dan Kepatuhan Jadi Fokus Pemeriksaan LKPD 2025 di Lamsel
  • Tukin ASN Tertahan, Dugaan Masalah Keuangan Menguat di Pemkot
  • Desa Hanura Jadi Lokasi Perdana Diklat DPM AFF di Pesawaran
  • Pengukuran 25 Kapal Wisata di Pesawaran, KSOP Jamin Transparansi Layanan
Pantau Lampung

Selamat datang di Pantau Lampung, portal berita yang mengabarkan secara cermat dan tepat tentang berbagai peristiwa dan perkembangan terkini di Provinsi Lampung. Kami hadir untuk menjadi sumber informasi terpercaya bagi masyarakat Lampung dan pembaca di seluruh Indonesia.

  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 Pantaulampung.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Pojok Lampung
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ruwa Jurai
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Pesisir Barat
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Lifestyle
    • Entertainment
    • Hiburan
    • Fashion
  • Network
  • Indeks
  • ePAPER

© 2024 Pantaulampung.com - All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In