PANTAU LAMPUNG- Dugaan kekosongan anggaran rapat dan simulasi Tes Kompetensi Akademik (TKA) di Dinas Pendidikan Kota Bandar Lampung kembali memicu kritik publik. Beberapa guru SD di kota ini mengaku diminta menyumbang untuk kegiatan yang seharusnya dibiayai APBD.
Salah seorang guru menyebutkan, pelatihan TKA kemarin di aula Dinas Pendidikan mengenakan sumbangan sebesar Rp250 ribu per sekolah.
“Pelatihan TKA-nya kemarin di aula dinas, dikenakan biaya 250 ribu per sekolah,” ungkapnya, Selasa (10/2/2026).
Tak hanya itu, simulasi TKA untuk guru kelas 6 SD yang dijadwalkan esok hari juga menimbulkan keluhan. Setiap sekolah diminta menyumbang Rp100 ribu.
“Besok katanya ada simulasi TKA untuk guru kelas 6 SD dan dikenakan biaya 100 ribu,” tambahnya.
Koordinator pengumpulan sumbangan disebut Ketua KKKS Bandar Lampung beserta sekretarisnya. Hingga berita ini terbit, pihak terkait, termasuk Kusrina, belum memberikan konfirmasi maupun klarifikasi.
Panglima Laskar Muda Lampung (Ladam), Misrul, menilai hal ini perlu mendapat perhatian serius. Menurutnya, jika rapat dan simulasi TKA merupakan program Dinas Pendidikan, seharusnya pembiayaannya bersumber dari APBD, bukan sumbangan sekolah.
“Jika simulasi dan rapat TKA merupakan program Dinas Pendidikan, maka berdasarkan Permendagri 77 Tahun 2020 dan PP 12 Tahun 2019, pembiayaannya wajib bersumber dari APBD, bukan sumbangan sekolah,” tegas Misrul, Selasa (10/2/2026).
Redaksi membuka ruang klarifikasi bagi pihak-pihak yang merasa dirugikan dalam pemberitaan ini.***








