PANTAU LAMPUNG- Kolaborasi antara Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kalianda dan peserta magang Kementerian Ketenagakerjaan melahirkan inovasi digital yang berdampak langsung pada tata kelola kepegawaian. Melalui pemanfaatan teknologi, Lapas Kalianda resmi meluncurkan aplikasi SIGMA (Sistem Informasi Gaji dan Masa Kerja) untuk memantau Kenaikan Gaji Berkala (KGB) dan kenaikan pangkat pegawai secara terintegrasi.
Peluncuran aplikasi ini menjadi langkah strategis dalam mendorong transparansi, ketepatan administrasi, dan efisiensi layanan kepegawaian di lingkungan pemasyarakatan, sekaligus menegaskan pentingnya sinergi lintas generasi dalam reformasi birokrasi.
Inovasi Digital Hasil Magang Kemenaker
Aplikasi SIGMA merupakan hasil karya Peserta Magang Batch II Kementerian Ketenagakerjaan yang menjalani program magang di Lapas Kelas IIA Kalianda. Melalui proses perancangan hingga implementasi, peserta magang menghadirkan sistem yang mampu mencatat, memantau, dan mengingatkan jadwal KGB serta kenaikan pangkat pegawai secara sistematis dan akurat.
Inovasi ini dinilai menjawab kebutuhan organisasi yang selama ini masih bergantung pada pencatatan manual dan berpotensi menimbulkan keterlambatan administrasi.
Kalapas Apresiasi Kontribusi Generasi Muda
Kepala Lapas Kelas IIA Kalianda, Beni Nurrahman, menyampaikan apresiasi atas kontribusi nyata peserta magang dalam mendukung peningkatan kualitas layanan kepegawaian.
“Kami sangat mengapresiasi dedikasi dan ide-ide segar peserta magang Batch II Kementerian Ketenagakerjaan. Aplikasi SIGMA bukan hanya inovasi teknologi, tetapi solusi nyata yang membuat pengelolaan KGB dan kenaikan pangkat menjadi lebih tertib, transparan, dan profesional,” ujar Beni Nurrahman, Kamis (29/1/2026).
Menurutnya, kehadiran SIGMA membantu jajaran kepegawaian dalam memantau masa kerja pegawai secara real time, sehingga risiko keterlambatan administrasi dapat ditekan secara signifikan.
Dorong Transformasi Pemasyarakatan Modern
Peluncuran aplikasi SIGMA sejalan dengan komitmen Lapas Kalianda dalam mendorong transformasi pemasyarakatan menuju sistem layanan publik yang modern, adaptif, dan berbasis kinerja. Kolaborasi dengan peserta magang dinilai menjadi model produktif yang dapat direplikasi pada bidang pelayanan lainnya.
Ke depan, Lapas Kalianda berencana terus membuka ruang inovasi dan kolaborasi, baik dengan lembaga pendidikan maupun instansi terkait, guna memperkuat tata kelola organisasi yang akuntabel dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik.***










