PANTAU LAMPUNG- Sastrawan Lampung, Isbedy Stiawan ZS, kembali membawa suara sastra daerah ke panggung nasional. Ia dipastikan hadir dalam peluncuran antologi puisi Air Mata Sumatera yang akan digelar di Padang Panjang, Sumatera Barat, Selasa, 20 Januari 2026. Kehadiran Isbedy menandai konsistensinya merawat sastra Sumatera di tengah keterbatasan dukungan struktural.
Puisi Isbedy Lolos Kurasi Antologi
Antologi Air Mata Sumatera digagas oleh Komunitas Kuflet Padang Panjang dan menghimpun karya para penyair dari berbagai daerah di Indonesia, serta dari luar negeri. Dari Lampung, satu puisi karya Isbedy Stiawan ZS berhasil lolos kurasi dan masuk dalam buku tersebut.
“Puisi saya berjudul Di Dekat Mata ini Adalah Buncahan Air yang lolos. Insyaallah saya akan membacakannya saat peluncuran,” ujar Isbedy, Sabtu, 17 Januari 2026.
Bertolak ke Padang, Lanjut ke Padang Panjang
Isbedy menjelaskan dirinya akan bertolak lebih awal ke Kota Padang dan bermalam sebelum menuju lokasi acara di Padang Panjang keesokan harinya. Persiapan ini dilakukan agar ia dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan peluncuran antologi dengan optimal.
Kehadiran langsung para penyair dinilai penting, bukan hanya sebagai seremoni, tetapi juga sebagai ruang perjumpaan gagasan dan jejaring sastra lintas daerah.
Bertahan dengan Dukungan Individu
Dalam keterangannya, Isbedy tak menutupi realitas yang dihadapi seniman daerah. Ia menyebut selama lebih dari lima tahun terakhir, keberangkatannya ke berbagai event sastra nasional lebih banyak ditopang oleh dukungan individu, bukan pemerintah daerah.
“Sudah lima tahun lebih saya hanya mengandalkan dukungan dari individu yang peduli pada kesenian. Saya bersyukur masih ada yang mau memberi dukungan,” katanya.
Menurut Isbedy, tanpa dukungan tersebut, akan sulit bagi seniman daerah untuk hadir dan tetap eksis di panggung sastra nasional.
“Saat ini, sulit mengandalkan dukungan dari pemerintah daerah,” ujarnya menambahkan.
Menjaga Etika, Tak Sebut Nama Pendukung
Saat ditanya siapa saja pihak yang mendukung keberangkatannya ke Padang Panjang, Isbedy memilih tidak menyebutkan nama. Ia menilai hal tersebut sebagai bagian dari etika, baik bagi pemberi dukungan maupun dirinya sebagai penerima.
“Yang pasti ada, dan cukup untuk perjalanan,” ucapnya singkat.
Tetap Produktif di Usia Matang
Isbedy Stiawan ZS dikenal sebagai penyair yang tetap produktif hingga usia matang. Baru-baru ini, ia tampil membaca puisi bersama Dzafira Adelia Putri Isbedy dalam peluncuran buku terbarunya Kenduri Sumatera di Taman Budaya Lampung.
Mengawali tahun 2026, Isbedy telah menerbitkan dua buku sekaligus, yakni kumpulan esai Noel di Jalur Whoosh, dan Catatan Lain serta kumpulan puisi Kenduri Sumatera yang terbit pada Januari 2026.
“Alhamdulillah, di awal 2026 saya sudah meluncurkan dua buku,” ujarnya.
Penyair dari Indonesia hingga Mancanegara Hadir
Ketua pelaksana peluncuran Air Mata Sumatera, Sulaiman Juned, menyebutkan bahwa sejumlah penyair telah menyatakan kehadirannya dalam acara tersebut. Mereka datang dari berbagai kota di Indonesia, serta dari Malaysia dan Singapura.
Peluncuran antologi ini diharapkan menjadi ruang refleksi bersama atas Sumatera, sekaligus memperkuat jejaring sastra lintas negara di kawasan Melayu.***







