• Redaksi
  • Tentang Kami
Rabu, Januari 14, 2026
Pantau Lampung
  • Beranda
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Pojok Lampung
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ruwa Jurai
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Pesisir Barat
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Lifestyle
    • Entertainment
    • Hiburan
    • Fashion
  • Network
  • Indeks
  • ePAPER
No Result
View All Result
Pantau Lampung
  • Beranda
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Pojok Lampung
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ruwa Jurai
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Pesisir Barat
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Lifestyle
    • Entertainment
    • Hiburan
    • Fashion
  • Network
  • Indeks
  • ePAPER
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Pantau Lampung
  • Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Opini
  • Pendidikan
  • Hiburan
Home Berita

Bincang Santai dengan Lukman Hakim: Mengulik Fakta yang Difikksikan dalam Sastra

MeldaEditorMelda
Sep 19, 2024
A A
Bincang Santai dengan Lukman Hakim: Mengulik Fakta yang Difikksikan dalam Sastra
ADVERTISEMENT

PANTAU LAMPUNG– Suasana hangat mewarnai bincang santai di Ruang Sastra Isbedy Stiawan ZS pada Rabu malam, 18 September 2024, saat Lukman Hakim menjadi tamu. Acara ini dihadiri oleh anggota Komunitas Penulis Muda Lampung (KMPL), esais dan jurnalis Endri Y Kalianda, jurnalis Kompas TV Roma, serta founder KMPL Anggi Farhan Saputra. Diskusi ini dipandu oleh Fitri Angraini.

Lukman Hakim, yang dikenal sebagai peneliti, memulai diskusi dengan berbagi pengalaman masa kecilnya sebagai pelajar di MAN 1 Bandar Lampung. Saat itu, kesepian di Sukarame membuatnya mengisi waktu dengan membaca berbagai buku, termasuk sastra.

“Saya membaca apa saja, termasuk karya sastra,” ungkap Lukman, yang lahir di Lampung Timur. Di tengah kesunyian Sukarame, membaca menjadi hiburan utama. “Tiap malam, hiburannya adalah membaca buku pelajaran dan sastra,” tambahnya.

BeritaTerkait

No Content Available

Lukman mengenal karya-karya dari penulis seperti Korrie Layun Rampan, Kuntowijoyo, Danarto, dan Isbedy Stiawan ZS. Ia mengungkapkan bahwa banyak karya sastra berakar dari hasil penelitian penulisnya, atau fakta yang difiksikan.

“Seno Gumira Ajidarma, misalnya, dalam bukunya *Saksi Mata* mengolah fakta di Dili (kini Timor Leste) menjadi fiksi,” jelasnya. Seno, yang pada saat itu merupakan pemimpin redaksi Jakarta Jakarta, menghadapi masalah keamanan akibat laporan pergolakan di Dili. “Hingga ia harus wajib lapor,” tambah Lukman.

ADVERTISEMENT

Seno mengemas fakta Dili dalam bentuk fiksi, sejalan dengan “kredo” bukunya: “Jika pers dibungkam, sastra yang bicara.” Lukman menegaskan bahwa sastra memiliki kekuatan untuk menggambarkan ketimpangan dan ketidakadilan.

Ketika sejarah suatu negara tertekan, Lukman menyarankan untuk “mempercayakan sejarah itu” pada karya sastra. Ia merujuk pada Rusia yang kembali mengandalkan sastra untuk memulihkan sejarah yang hampir lenyap.

Lukman juga menekankan pentingnya penelitian sebelum menulis. “Penulis harus melakukan riset terlebih dahulu terhadap persoalan yang akan ditulis,” pesannya, sambil memberi contoh bagaimana Seno memilih fakta-fakta untuk dijadikan fiksi.

Karya sastra yang berangkat dari fakta, terutama di era Orde Baru, menunjukkan banyak fakta yang diolah menjadi fiksi. Isbedy Stiawan ZS menambahkan bahwa cerpen *Morak* yang dimuat di Merdeka Minggu juga terinspirasi dari fakta penembakan misterius (petrus) di masa Orde Baru.

“Cerpen itu lahir dari fakta yang saya fiksikan tentang petrus,” jelas Isbedy. Ia juga menyebutkan beberapa karyanya yang terinspirasi dari fakta, sejarah, dan budaya, namun dalam bentuk fiksi.

Fitri Angraini menutup acara dengan menekankan peran penting sastra dalam perubahan sosial. “Seperti yang dikatakan mantan Presiden AS John F. Kennedy, jika politik bengkok, puisi (sastra) akan meluruskan,” ujar pembina KMPL ini.***

Source: MELDA
Tags: Bincang Santaidengan Lukman HakimMengulik Faktayang Difikksikan dalam Sastra
ShareTweetSendShare
Previous Post

Kodim 0422/Lampung Barat Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, 12 Rabiul Awal 1446 H

Next Post

Lee Young Ji Resmi Jadi MC Baru “The Seasons” – Simak Artis-artis Sebelumnya!

Related Posts

Pemerintah Pastikan Kepastian Hukum Wakaf, Tiga Sertipikat Diserahkan ke SMP Muhammadiyah Gading Rejo
Berita

Pemerintah Pastikan Kepastian Hukum Wakaf, Tiga Sertipikat Diserahkan ke SMP Muhammadiyah Gading Rejo

Jan 14, 2026
Firmansyah dan Muhammadiyah Sepakat Bangun Kolaborasi Politik untuk Kepentingan Umat
Bandar Lampung

Firmansyah dan Muhammadiyah Sepakat Bangun Kolaborasi Politik untuk Kepentingan Umat

Jan 14, 2026
Kasus Dugaan Penganiayaan di Bandar Lampung, Nama Oknum DPRD Tuba Terseret
Bandar Lampung

Kasus Dugaan Penganiayaan di Bandar Lampung, Nama Oknum DPRD Tuba Terseret

Jan 14, 2026
Peta Kandidat Ketua Golkar Pringsewu Mulai Terbentuk Jelang Musda
Berita

Peta Kandidat Ketua Golkar Pringsewu Mulai Terbentuk Jelang Musda

Jan 14, 2026
Kasus Honor Puskesmas BLUD Segala Mider Berujung Pengawasan 31 Puskesmas
Bandar Lampung

Kasus Honor Puskesmas BLUD Segala Mider Berujung Pengawasan 31 Puskesmas

Jan 14, 2026
Polisi Ungkap Kasus Pemalsuan Uang di Natar, Pemuda 18 Tahun Diamankan
Berita

Polisi Ungkap Kasus Pemalsuan Uang di Natar, Pemuda 18 Tahun Diamankan

Jan 14, 2026
Next Post
Lee Young Ji Resmi Jadi MC Baru “The Seasons” – Simak Artis-artis Sebelumnya!

Lee Young Ji Resmi Jadi MC Baru "The Seasons" - Simak Artis-artis Sebelumnya!

PDIP Berikan Dukungan untuk Pemerintahan Prabowo dengan Beberapa Syarat

Empat Sinyal PDIP Mendukung Pemerintahan Prabowo

Arsjad Rasjid Dicopot dari Jabatan Ketum Kadin, Diduga Karena Dukungan pada Ganjar

Arsjad Rasjid Laporkan Munaslub Kadin ke Presiden Jokowi

Suhartina Bohari Berikan Penjelasan Pasca Diskualifikasi Pilkada Maros

Suhartina Bohari Berikan Penjelasan Pasca Diskualifikasi Pilkada Maros

Saleh Asnawi Temui Edward Syah Pernong, Bahas Potensi Pariwisata dan Pelestarian Budaya Tanggamus

Saleh Asnawi Diskusikan Potensi Pariwisata dan Pelestarian Budaya Tanggamus dengan Edward Syah Pernong

banner 300250

Berita Terkini

  • Pemerintah Pastikan Kepastian Hukum Wakaf, Tiga Sertipikat Diserahkan ke SMP Muhammadiyah Gading Rejo
  • Firmansyah dan Muhammadiyah Sepakat Bangun Kolaborasi Politik untuk Kepentingan Umat
  • Kasus Dugaan Penganiayaan di Bandar Lampung, Nama Oknum DPRD Tuba Terseret
  • Peta Kandidat Ketua Golkar Pringsewu Mulai Terbentuk Jelang Musda
  • Kasus Honor Puskesmas BLUD Segala Mider Berujung Pengawasan 31 Puskesmas
Pantau Lampung

Selamat datang di Pantau Lampung, portal berita yang mengabarkan secara cermat dan tepat tentang berbagai peristiwa dan perkembangan terkini di Provinsi Lampung. Kami hadir untuk menjadi sumber informasi terpercaya bagi masyarakat Lampung dan pembaca di seluruh Indonesia.

  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 Pantaulampung.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Pojok Lampung
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ruwa Jurai
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Pesisir Barat
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Lifestyle
    • Entertainment
    • Hiburan
    • Fashion
  • Network
  • Indeks
  • ePAPER

© 2024 Pantaulampung.com - All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In