• Redaksi
  • Tentang Kami
Rabu, Maret 11, 2026
Pantau Lampung
  • Beranda
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Pojok Lampung
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ruwa Jurai
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Pesisir Barat
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Lifestyle
    • Entertainment
    • Hiburan
    • Fashion
  • Network
  • Indeks
  • ePAPER
No Result
View All Result
Pantau Lampung
  • Beranda
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Pojok Lampung
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ruwa Jurai
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Pesisir Barat
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Lifestyle
    • Entertainment
    • Hiburan
    • Fashion
  • Network
  • Indeks
  • ePAPER
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Pantau Lampung
  • Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Opini
  • Pendidikan
  • Hiburan
Home Ruwa Jurai Bandar Lampung

Naga Pelangi Mencengkeram Langit Bandar Lampung

djadinEditordjadin
Agu 21, 2023
A A
Naga Pelangi Mencengkeram Langit Bandar Lampung
ADVERTISEMENT

BANDAR LAMPUNG, Pantaulampung.com–Perkumpulan Pelayang Seluruh Indonesia (Pelangi) Lampung memeriahkan peringatan HUT kemerdekaan RI ke-78, menggelar festival layangan Lampung 2023, di tanah lapang Sinar Laut di Jalan Arif Rahman, Bandar Lampung (20/8/2023).

Sebagai ajang silaturahmi dan bermain layangan bersama, hadir para pelayang dari Kota Metro, Tanjung Bintang, Jati Agung, Kalianda, Palas, Kalirejo, Pringsewu, Bandar Jaya dan tuan rumah Bandar Lampung.

Para pelayang datang berduyun membawa truk dan mobil AVP mengangkut beragam layangan baik kreasi 2 dimensi maupun layangan train Naga dalam ukuran mini sampai yang super jumbo.

BeritaTerkait

Rayakan Hari Perempuan Sedunia, Dakocan Bahas Sastra Feminis di Taman Budaya Lampung

Dari 71 Karya, Hanya 20 Penulis Lolos Tahap Awal Kemah Sastra 2026

Kegiatan festival diawali dengan workshop pembuatan layangan sederhana, yang diikuti oleh anak anak SDN Jagabaya 3 dan beberapa SD sekitar.

Kegiatan workshop berlangsung selama 45 menit. Anak anak diajarkan bagaimana merakit layangan dari bahan yang telah di siapkan, mulai dari memasang rangka utama, rangka sayap hingga pemasangan tali kama/goci, dilanjutkan dengan pemasangan ekor layangan.

ADVERTISEMENT

Dengan penuh antusias, para peserta mengikuti arahan Kak Aris Prianto yang bertindak sebagai instruktur. Raut muka anak anak terlihat riang dan gembira, begitu juga ibu dan bapak guru pendamping.

Setelah pembuatan layangan dirasa selesai, secara beramai ramai anak anak menerbangkan layangan secara bersamaan. Anak anak nampak begitu gembira dan suprice, layangan yang meraka buat bisa terbang dengan baik. Didukung angin yanh berembus cukup kencang, workshop layangan berjalan sukses.

Festival layangan terus berlanjut, satu persatu beragam layangan mulai mengudara. Beberapa layangan tradisional sendaren/bapangan dan beragam layangan 2 dimensi dengan bentuk simetris/asimetris mulai memenuhi langit.

Kelas layangan aduan yang diikuti 32 pelayang dengan sistem knock-out, tepat pukul 13.30 WIB berhasil menyelesaikan perlombaan. Kini giliran layangan train naga, yang rata rata berukuran jumbo mulai ikut memenuhi langit.

Salah satu layangan naga punya ukuran cukup exstrim, dimana kepala naganya sebesar kepala mobil truck, badanya terdiri dari 150 keping yang masing masing berdiameter 90 cm, menjadikan train naga ini punya panjang lebih dari 150 meter dengan bobot tidak kurang dari 100 kg. Jika angin berhembus kencang, perlu lebih dari 20 orang untuk menaikkanya, bahkan perlu alat berat untuk memancangnya.

Para pelayang nampak kompak dan bersemangat, sekalipun bermain di tanah yang tidak sepenuhnya rata, berbaur dengan tumpukan batu bahan bangunan. Namun inilah salah satu lapangan sementara terbaik, ditengah semakin sedikitnya lapangan sebagai tempat bermain layang layang di kota Bandar Lampung.

Pemerintah mesti memberikan perhatian yang cukup untuk bisa menyediakan lapangan sebagai tempat dan sarana berolahraga masyarakat. Menyediakan lapangan olahraga sama penting dan strategisnya dengan penyediaan fasilitas fasilitas lain bagi masyarakat.

Budayawan Lampung dan tokoh Pelayang Indonesia Ir. Anshori Djausal, M.T. (yang akrab dipanggil Bang An) nampak hadir bersama keluarga. Saat dimintain tanggapan terkait kegiatan ini Bang An nampak antusias dan memberi apresiasi tinggi.

“Saya bergembira, layangan Lampung kembali menggeliat. Kegiatan festival dan main bersama ini patut diapresiasi karena memberi ruang bagi para pelayang bertemu, saling mengenal, bertukar pengalaman dan bergembira bersama,” ungkap Bang An.

Bang An lebih lanjut menjelaskan bahwa Lampung sejak tahun 90an adalah barometer kegiatan bermain layang-layang nasional. Secara rutin Lampung berhasil menggelar festival bertarap internasional. Dengan modal peraih medali emas di ajang FORNAS dua tahun berturut turut adalah modal yang cukup untuk layangan Lampung bangkit.

Gino Vanollie selalu Ketua Pelangi Lampung menyampaikan bahwa Lampung optimis bisa kembali bangkit. Agenda konsolidasi organisasi, kegiatan silaturahmi dan main bersama terus digalakkan, tak terkecuali kegiatan workshop. Melalui workshop diharapkan anak anak kita kembali mengenal secara dekat permainan layang layang.

Permainan layang layang memberikan banyak perspektif kepada anak mulai dari pengenalan ilmu pengetahuan, kedekatan dengan alam, mengenal seni dan keindahan, dan juga menjaga kesehatan dan kebugaran.

Pada kegiatan kali ini Pelangi bersama PLN UID Lampung mencoba untuk terus mengkampanyekan bermain layangan yang aman, nyaman dan asyik. Melakukan edukasi kepada masyarakat untuk bermain layangan pada tempat yang seharusnya. Tidak bermain dikawasan permukiman, dekat jalan raya, terbebas dari jaringan listrik, tower. Sedapat mungkin bermain layangan dilapangan yang aman, rata, tidak banyak lubang dan juga pokok pohon. Ini semua dilakukan sebagai upaya untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan baik bagi pelayang maupun masyarakat.

Sekalipun angin terus berhembus kencang sampai sore, namun satu persatu layangan harus kembali diturunkan. Langit terlihat kembali sepi, para pelayang undur diri untuk kembali esok hari menghiasi langit dengan beragam kreasi.

(*)

ShareTweetSendShare
Previous Post

Gelar Karya “Merdeka Menggambar” ala Mbah Gagoek

Next Post

Rayakan HUT RI ke-78 Eva Dwiana Ikut Lomba

Related Posts

Rayakan Hari Perempuan Sedunia, Dakocan Bahas Sastra Feminis di Taman Budaya Lampung
Bandar Lampung

Rayakan Hari Perempuan Sedunia, Dakocan Bahas Sastra Feminis di Taman Budaya Lampung

Mar 11, 2026
Dari 71 Karya, Hanya 20 Penulis Lolos Tahap Awal Kemah Sastra 2026
Bandar Lampung

Dari 71 Karya, Hanya 20 Penulis Lolos Tahap Awal Kemah Sastra 2026

Mar 11, 2026
Kasus SMA Siger di Bandar Lampung Diharapkan Jadi Perhatian Natalius Pigai
Bandar Lampung

Kasus SMA Siger di Bandar Lampung Diharapkan Jadi Perhatian Natalius Pigai

Mar 11, 2026
OTT Kepala Daerah Kembali Terjadi, LSM PRO RAKYAT Sebut Lampung Bisa Bernasib Sama
Bandar Lampung

OTT Kepala Daerah Kembali Terjadi, LSM PRO RAKYAT Sebut Lampung Bisa Bernasib Sama

Mar 10, 2026
Pengamanan Sidang Dendi Ramadhona Dipertanyakan, Publik Soroti Kesiapsiagaan Aparat
Bandar Lampung

Pengamanan Sidang Dendi Ramadhona Dipertanyakan, Publik Soroti Kesiapsiagaan Aparat

Mar 10, 2026
Sidang Tipikor Dana PI 10 Persen PT LEB, Fahrizal Darminto Tak Hadir sebagai Saksi
Bandar Lampung

Sidang Tipikor Dana PI 10 Persen PT LEB, Fahrizal Darminto Tak Hadir sebagai Saksi

Mar 10, 2026
Next Post
Rayakan HUT RI ke-78 Eva Dwiana Ikut Lomba

Rayakan HUT RI ke-78 Eva Dwiana Ikut Lomba

Mau Tahu Pengalaman 2 Siswa SMA Al Kautsar di Jambore Dunia, Simak Cerita Mereka

Mau Tahu Pengalaman 2 Siswa SMA Al Kautsar di Jambore Dunia, Simak Cerita Mereka

Anggota Polres Lampura Tangkap Pencuri Kambing di Palembang

Anggota Polres Lampura Tangkap Pencuri Kambing di Palembang

Agus Suprayoga, Membawa Ukiran Lampung Dikenal di Mata Dunia

Agus Suprayoga, Membawa Ukiran Lampung Dikenal di Mata Dunia

73 % Warga Bandar Lampung Tercatat sebagai Peserta Aktif JKN

73 % Warga Bandar Lampung Tercatat sebagai Peserta Aktif JKN

banner 300250

Berita Terkini

  • Rayakan Hari Perempuan Sedunia, Dakocan Bahas Sastra Feminis di Taman Budaya Lampung
  • Dari 71 Karya, Hanya 20 Penulis Lolos Tahap Awal Kemah Sastra 2026
  • Kapolres Pringsewu Pastikan Stok Aman, Harga Sembako Relatif Stabil
  • Siaga 1 TNI! Pasukan Paling Mematikan Indonesia Bersiap
  • The Ultimate Guide to Deposit 3 Dollar Casino
Pantau Lampung

Selamat datang di Pantau Lampung, portal berita yang mengabarkan secara cermat dan tepat tentang berbagai peristiwa dan perkembangan terkini di Provinsi Lampung. Kami hadir untuk menjadi sumber informasi terpercaya bagi masyarakat Lampung dan pembaca di seluruh Indonesia.

  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 Pantaulampung.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Pojok Lampung
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ruwa Jurai
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Pesisir Barat
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Lifestyle
    • Entertainment
    • Hiburan
    • Fashion
  • Network
  • Indeks
  • ePAPER

© 2024 Pantaulampung.com - All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In