182.398 KPM Lampung Selatan Terima Bantuan Beras, Zulhas Pastikan Program Berlanjut
PANTAU LAMPUNG- Pemerintah pusat memastikan program Bantuan Pangan Beras akan terus berlanjut hingga akhir tahun 2026. Kepastian tersebut menjadi kabar penting bagi jutaan keluarga penerima manfaat (KPM) di seluruh Indonesia, termasuk ratusan ribu penerima di Kabupaten Lampung Selatan.
Kepastian itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan, saat melakukan kunjungan kerja dalam rangka penyaluran Bantuan Pangan Beras alokasi Juli-September 2026 di Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Desa Pisang, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan, Jumat (11/9/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Zulkifli Hasan menyerahkan bantuan beras secara simbolis kepada keluarga penerima manfaat sekaligus memastikan proses penyaluran bantuan berjalan lancar hingga ke tingkat desa.
Program Bantuan Pangan Beras untuk alokasi Juli hingga September 2026 menyasar sebanyak 33,2 juta KPM di seluruh Indonesia.
Di Kabupaten Lampung Selatan, tercatat sebanyak 182.398 KPM menjadi penerima program bantuan tersebut.
Setiap keluarga penerima manfaat memperoleh bantuan sebanyak 10 kilogram beras setiap bulan. Dengan penyaluran untuk tiga bulan, masing-masing KPM menerima total 30 kilogram beras.
Zulkifli Hasan menegaskan pemerintah telah memastikan program tersebut akan kembali dilanjutkan untuk periode Oktober hingga Desember 2026 dengan jumlah kuota yang sama.
“Bantuan pangan ini kita lanjutkan. Untuk Oktober sampai Desember, kuotanya tetap satu juta ton beras untuk 33,2 juta masyarakat yang membutuhkan, dengan masing-masing penerima mendapat 10 kilogram beras setiap bulan,” ujar Zulkifli Hasan.
Menurutnya, program Bantuan Pangan Beras diprioritaskan bagi masyarakat yang masuk dalam kelompok desil 1 hingga desil 4.
Kelompok tersebut menjadi sasaran program karena membutuhkan dukungan pemerintah dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.
Keberlanjutan bantuan hingga akhir 2026 juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat sekaligus memperkuat perlindungan sosial.
Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, penyaluran bantuan pangan merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap masyarakat yang membutuhkan, khususnya penerima manfaat pada kelompok desil 1 hingga desil 4.
Khusus di Desa Pisang, Kecamatan Penengahan, sebanyak 233 KPM menerima bantuan pangan beras untuk periode Juli hingga September 2026.
Total beras yang disalurkan mencapai 6.990 kilogram. Masing-masing penerima mendapatkan 10 kilogram beras per bulan atau total 30 kilogram selama periode tiga bulan.
“Kami bersyukur dapat menyalurkan bantuan pangan ini kepada masyarakat Desa Pisang. Ini merupakan bentuk nyata perhatian pemerintah kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujar Ahmad Rizal Ramdhani.
Sementara itu, Wakil Bupati Lampung Selatan M. Syaiful Anwar menyampaikan apresiasi atas kunjungan kerja Menko Bidang Pangan RI beserta rombongan ke Kabupaten Lampung Selatan.
Ia juga menyambut baik keberlanjutan program bantuan pangan beras yang dinilai memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Semoga seluruh rangkaian kegiatan ini memberikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Lampung Selatan. Dan semoga Bapak Menteri beserta rombongan senantiasa diberikan kesehatan serta keselamatan,” kata M. Syaiful Anwar.
Selain menyerahkan Bantuan Pangan Beras kepada masyarakat, Zulkifli Hasan juga memberikan bantuan beras kepada sejumlah pengemudi ojek online di kawasan Kalianda.
Menko Pangan RI turut memberikan santunan kepada anak-anak yatim piatu di Panti Asuhan Harapan Bangsa.
Dalam kunjungan kerja tersebut, Zulkifli Hasan didampingi Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani, Wakil Bupati Lampung Selatan M. Syaiful Anwar, Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan Supriyanto, Anggota DPRD Provinsi Lampung M. Hazizi, serta jajaran perangkat daerah dan instansi terkait.
Keberlanjutan program Bantuan Pangan Beras hingga akhir tahun 2026 diharapkan dapat membantu masyarakat penerima manfaat dalam memenuhi kebutuhan pangan sekaligus menjaga ketahanan pangan masyarakat.***
