BeritaPringsewu

Gunung Anak Krakatau Erupsi, Abu Vulkanik Mulai Selimuti Wilayah Pringsewu

PANTAU LAMPUNG- Abu vulkanik dampak erupsi Gunung Anak Krakatau menyelimuti sebagian wilayah Kabupaten Pringsewu, Lampung. Kondisi tersebut mendorong jajaran Polres Pringsewu dan kepolisian sektor (polsek) bergerak melakukan langkah mitigasi dengan membagikan masker secara gratis kepada masyarakat.

Pembagian masker dilakukan untuk mengantisipasi gangguan kesehatan akibat paparan abu vulkanik, terutama risiko gangguan pada saluran pernapasan dan mata. Petugas menyasar pengguna jalan serta masyarakat yang beraktivitas di sejumlah ruang publik.

Kegiatan tersebut mulai berlangsung sejak Sabtu malam (5/9/2020) di sejumlah titik yang menjadi pusat aktivitas warga. Lokasi pembagian masker antara lain Lapangan Pekon Podomoro, depan Mapolsek Pringsewu Kota, depan Mapolsek Gadingrejo, depan Mapolsek Sukoharjo, pusat kuliner Gruput di Simpang Pemda Pringsewu, hingga kawasan Pasar Pagelaran.

Polisi Ingatkan Risiko Gangguan Pernapasan

Kepala Seksi Humas Polres Pringsewu Ipda Rahmat Basuki, mewakili Kapolres Pringsewu AKBP Dadi Perdana Putra, mengatakan pembagian masker merupakan langkah mitigasi awal untuk menekan risiko gangguan kesehatan akibat paparan abu vulkanik.

“Sebaran abu vulkanik dari erupsi Anak Krakatau terpantau meluas hingga wilayah Pringsewu. Untuk mengurangi risiko iritasi pernapasan dan mata pada warga yang masih beraktivitas di luar rumah, petugas menyalurkan masker medis di beberapa titik ramai,” ujar Rahmat dalam keterangannya, Minggu (6/9/2020).

Menurut kepolisian, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan selama abu vulkanik masih berpotensi menyebar. Paparan debu vulkanik dapat mengganggu saluran pernapasan, terlebih bagi warga yang tetap melakukan aktivitas di luar ruangan.

Warga Diminta Kurangi Aktivitas di Luar Rumah

Selain membagikan masker, polisi mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila tidak memiliki keperluan mendesak.

Warga yang harus bepergian disarankan menggunakan masker dan kacamata pelindung untuk mengurangi paparan abu terhadap saluran pernapasan serta mata.

Khusus pengguna kendaraan roda dua, kepolisian mengingatkan pengendara menggunakan helm dengan kaca tertutup. Langkah tersebut penting untuk menjaga keamanan dan jarak pandang ketika abu vulkanik mengganggu kondisi jalan.

Masyarakat juga diminta memperhatikan kebersihan lingkungan serta melindungi berbagai kebutuhan rumah tangga dari paparan abu.

Air Bersih dan Makanan Harus Dilindungi

Polisi mengingatkan warga agar menutup rapat wadah atau tempat penampungan air bersih. Bahan makanan juga diminta disimpan dalam kondisi tertutup agar tidak terkontaminasi debu vulkanik.

Abu vulkanik dapat membawa partikel halus yang berpotensi mengganggu kesehatan apabila terhirup maupun mengenai mata. Karena itu, perlindungan terhadap sumber air dan bahan pangan menjadi bagian penting dalam menghadapi dampak erupsi.

Abu Terbawa Angin ke Wilayah Pringsewu

Sebelumnya, aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda melontarkan material abu vulkanik ke udara. Tiupan angin kemudian membawa material tersebut menuju daratan dan berdampak ke sejumlah wilayah di Lampung.

Dampak sebaran abu dilaporkan menjangkau sejumlah daerah, mulai dari kawasan pesisir hingga Kabupaten Pringsewu.

Masyarakat diimbau tidak panik, tetapi tetap waspada dan mengikuti informasi resmi mengenai perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Informasi mengenai kondisi gunung api dan potensi dampaknya dapat dipantau melalui kanal resmi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

Kepolisian juga mengingatkan warga agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi dan tetap mengutamakan keselamatan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.***(Wid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *